Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Desain Modifikasi Struktur Gedung Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya Menggunakan Struktur Beton Bertulang Dengan Sistem Outrigger Dan Belt-Truss Fauzan Kurnianto; Faimun Faimun; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.155 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.26841

Abstract

Gunawangsa Tidar Surabaya memiliki 3 buah tower dengan 37 lantai pada setiap towernya. Dengan ketinggian hingga ±115 meter dan struktur bangunan yang langsing, simpangan yang terjadi akibat beban lateral cenderung berlebihan. Untuk mengatasi masalah tersebut, bangunan perlu dimodifikasi agar performa bangunan dalam menahan beban lateral lebih baik lagi. Namun jika sistem struktur yang biasa dipertahankan, dimensi elemen struktur yang dibutuhkan akan menjadi lebih besar dan mengurangi ruang. Maka diperlukan alternatif solusi untuk mengurangi simpangan yang terjadi tanpa memperbesar dimensi elemen struktur yang sudah ada. Dengan mempertahankan dimensi elemen struktur beton yang sudah ada, bangunan dimodifikasi menggunakan sistem outrigger dan belt-truss. Sistem outrigger dan belt-truss efektif dalam meningkatkan kekakuan bangunan. Balok outrigger dipasang menghubungkan corewall dan kolom eksterior. Sedangan belt-truss dipasang menghubungkan antar kolom eksterior. Sehingga masalah simpangan yang berlebihan akibat beban lateral dapat teratasi. Dari hasil perencanaan diketahui simpangan lantai terbesar terletak pada hampir setengah dari total ketinggian bangunan. Maka balok outrigger dan belt-truss dipasang di ketinggian tersebut, tepatnya pada lantai 22. Dimensi balok outrigger dan belt truss adalah 400 x 2000 mm. Dan dari analisa menggunakan program bantu Extract didapat nilai daktilitas kolom outrigger sebesar 6,76. Dengan demikian nilai koefisien reduksi untuk gempa (R=5) yang digunakan sebagai perencanaan beban gempa sudah memenuhi.
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Grand Dharmahusada Lagoon Menggunakan Struktur Komposit Baja Beton CFT dengan Sistem Rangka Bresing Eksentris Tipe Two-Story-X Braced Pelangi Shafira Maharani; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.971 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i1.42090

Abstract

Sistem rangka bresing merupakan salah satu pilihan untuk perencanaan gedung baja tahan gempa. Sistem tersebut adalah salah satu pilihan yang lebih mudah untuk diaplikasikan di Indonesia dikarenakan ketersediaan bahannya yang mudah didapat. Sistem rangka bresing eksentris merupakan modifikasi dari bresing konsentris, dimana bagian yang harus leleh adalah bagian link sehingga untuk memastikan terjadinya pelelehan pada bagian tersebut menjadi lebih mudah. Gedung Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon akan direncanakan ulang dengan menggunakan struktur baja beton komposit Concrete-Filled Steel Tube atau CFT dengan sistem penahan lateral bresing eksentris atau eccentrically braced frames (EBF) dengan sistem yang memiliki ketinggian 20 lantai dan 1 basement. Konfigurasi yang digunakan adalah Two-Story-X-Braced. Perencanaan akan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan 1729:2015, SNI 03-1729-2002, SNI 1726:2012, SNI 2847:2013, dan SNI 1727:2013. Dari hasil Analisa yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu: tebal pelat lantai dan atap dengan menggunakan bondek ialah 10 cm, dimensi balok induk WF 600×300×14×23, panjang elemen link 200 cm dengan dimensi WF 500×200×9×14, dimensi bresing WF 500×200×11×19, dimensi kolom CFT 700×700×40. Perencanaan bangunan bawah menggunakan dinding penahan dengan tipe cantilever wall beton dan pondasi menggunakan tiang pancang beton dengan diameter 80 cm dan kedalaman 28 meter. Dimensi sloof 30/40.
Desain Modifikasi Struktur Gedung Hotel Sun Royal Menggunakan Sistem Balok Prategang dan Sistem Ganda Ni Putu Ary Yuliadewi; I Gusti Putu Raka; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.986 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45877

Abstract

Perencanaan Gedung Hotel Sun Royal yang terletak di kabupaten Badung, Bali setinggi 5 lantai yang menggunakan sistem beton bertulang konvensional pada keseluruhan lantai akan dimodifikasi menjadi 15 lantai yang dirancang dengan menggunakan beton bertulang pada keseluruhan lantai serta menggunakan beton prategang pada lantai 15 yang akan di desain menjadi ballroom tanpa ada struktur kolom di tengah ruangan sehingga ballroom menjadi lebih luas dan nyaman. Karena jika menggunakan balok beton bertulang yang akan menghasilkan dimensi yang lebih besar. Perencanaan gedung hotel Sun Royal ini menggunakan sistem ganda. Sistem ganda adalah salah satu sistem struktur yang beban gravitasinya dipikul bersama oleh rangka utama sedangkan beban lateralnya dipikul bersama oleh rangka utama dan dinding struktur. Rangka utama dan dinding struktur didesain sebagai Struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Dinding Geser. Perencanaan akan memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan RSNI 1726:2018, RSNI 2847:2018 dan SNI 1727:2013. Dari hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa balok prategang pada atap memiliki dimensi sebesar 650×1000 mm dan gaya prategang awal sebesar 2500 kN. Kehilangan gaya prategang yang di alami oleh balok sebesar 20,9% dan tebal dinding geser sebesar 50 cm dengan special boundary element pada ujung-ujung dinding geser tersebut. Pondasi menggunakan tiang pancang diameter 60 cm dengan kedalaman 25 meter.
Modifikasi Perencanaan Struktur Gedung Isabella Tower Bekasi Menggunakan Elemen Pracetak dan Hollow Core Slab dengan Sistem Ganda Diana Dwi Yunita; I Gusti Putu Raka; Faimun Faimun
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.399 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.45902

Abstract

Isabella Tower Bekasi pada kondisi sebenarnya dibangun dengan menggunakan metode konvensional dengan ketinggian 20 lantai. Gedung tersebut difungsikan sebagai hunian atau tempat tinggal. Gedung hunian tersebut akan dilakukan perancangan menggunakan elemen pracetak. Perencanaan struktur gedung ini didesain menggunakan sistem ganda dengan kategori seismik E. Rangka utama didesain sebagai sistem rangka pemikul momen khusus dan dinding struktur beton khusus. Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh bahwa rangka atau frame utama gedung mampu menahan beban lateral X dan Y yang masing masing bernilai  sebesar 29.95% dan 34.73%, sehingga persyaratan untuk sistem ganda terpenuhi. Perencanan elemen pracetak didasarkan pada tiga kondisi, yakni saat pengangkatan, sebelum komposit, dan setelah komposit. Digunakan tebal plat hollow core menggunakan tebal sebesar 15 cm. Dimensi balok terbesar ialah 50 x 70 cm dan dimensi kolom terbesar ialah 70 x 70 cm. Dalam perencanaan struktur gedung ini harus mengacu pada bagunan tahan gempa terbaru yakni, SNI 2847:2013, SNI 1727:2013, RSNI 2847:2018, RSNI 1726:2018, dan referensi lainnya. Pada tugas akhir ini  membahas perancangan struktur gedung Isabella Tower Bekasi, sehingga akan menghasilkan perencanaan yang berisikan spesifikasi dan gambar yang sesuai dengan perencanaan struktur yang mengacu pada peraturan atau standarisasi yang berlaku.
Desain Modifikasi Apartemen One East dengan Menggunakan Precast Dual System Sesuai dengan Peraturan ACI 318M-14 Vincentius Felix Susanto; Faimun Faimun; Tavio Tavio
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1372.484 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29025

Abstract

Beton pracetak merupakan metode yang digunakan pada perancangan bangunan selain cara pengecoran dengan metode konvensional. Seiring dengan perkembangannya, metode pracetak kini semakin banyak digunakan. Tingkat kecepatan pembangunan dan kontrol kualitas merupakan keunggulan utama metode pracetak. Perencanaan Gedung Apartemen One East Surabaya pada kondisi sebenarnya dirancang menggunakan metode konvensional dengan ketinggian 33 lantai dan 3 buah basement. Dalam tugas akhir ini, gedung tersebut akan dilakukan perancangan menggunakan metode pracetak. Pemilihan metode pracetak didasari oleh kecepatan pelaksanaan, kontrol kualitas mutu yang tinggi, ramah lingkungan, serta pengurangan jumlah tenaga kerja. Metode pracetak diterapkan pada elemen-elemen struktur primer, seperti pelat, balok, tangga, kolom dan shearwall. Dalam perencanaan struktur pada tugas akhir ini, metode menggunakan peraturan seperti perencanaan beton secara konvensional sesuai dengan SNI 2847:2013, PCI Handbook dan beberapa referensi lainnya. Selain perencanaan elemen struktur sendiri, perlu dilakukan perencanaan sambungan untuk menyambungkan elemen-elemen tersebut. Metode penyambungan yang digunakan berdasarkan dari beberapa sumber seperti, produk dari Peikko Group, dan jurnal “Horizontal Connection for Precast Concrete Shear Wall Subjected to Cyclic Deformations”. Analisis perhitungan sambungan pada balok berdasarkan pada kekuatan aksial sambungan yang dibandingkan dengan kekuatan tulagan setelah mengalami leleh serta panjang penyaluran. Untuk analisa kekuatan sambungan pada kolom dan shearwall, digunakan peraturan ACI 318M-14 dimana nilai ϕSn ≥1,4 Se sedangkan ϕMn ≥0,4 Mpr.
Analisis Perilaku Material dan Komposisi Engineered Cementitious Composite : Review Studi Indra Komara; Priyo Suprobo; Faimun Faimun; Data Iranata
Cantilever: Jurnal Penelitian dan Kajian Bidang Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2021): Cantilever
Publisher : Department of Civil Engineering and Planning, Faculty of Engineering, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.208 KB) | DOI: 10.35139/cantilever.v10i2.103

Abstract

Engineered Cementitious Composite (ECC) concrete or micromechanical modeled concrete using analysis of a mixture of fiber and other added materials can produce a tensile strain capacity of up to three hundred to five hundred times compared to the strain capacity of conventional concrete. A review related to several studies that have been carried out previously on the properties of ECC and their constituent materials is presented in this paper. The behavior of the material is reviewed as an investigation parameter followed by determining the composition of the mixture, namely the effect of the water-cement ratio, the shape and length of the fiber and the addition of additives. The fiber volume fraction review was limited to between 2% to 3%, which resulted in outstanding tensile strain behavior. As it is known, ECC has an excellent capacity in terms of strain behavior which is accompanied by a large number of mico cracking patterns. ECC crack widths are usually predominantly less than 100 μm. ECC behavior is closer to that of steel which can bend or be ductile, whereas conventional concrete is brittle.
Non-linear finite element analysis of reinforced concrete deep beam with web opening Ferry Alius; Bambang Piscesa; Faimun Faimun; Harun Alrasyid; Data Iranata
Journal of Civil Engineering Vol 35, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v35i1.7480

Abstract

The use of Reinforced Concrete (RC) deep beams in building may requires web openings or holes for electrical and mechanical utilities passage. This web opening will change the behavior of RC deep beam and may resulted in early cracks even at service load. Hence, it is important to use a suitable tool to predict the full response of RC deep beam with opening. For that purpose, nonlinear finite element method using 3D-NLFEA software package which utilize a plasticity-fracture model is used to predict the behavior of RC deep beam. One deep beam specimen available in the literature is investigated. To study the effect of using structured and unstructured mesh, as well as different element types on the load deflection curve, hexahedral and tetrahedral solid element was used. From the comparisons, it was observed that the crack pattern between two different meshes was not similar. Structured mesh often has straighter crack propagation compared to the unstructured mesh. The load deflection curve for both models are similar and both models were performed satisfactorily in predicting the peak load of the deep beam.
SHEAR BUCKLING ANALYSIS OF CORRUGATED WEB I-GIRDER WITH 3D NONLINEAR FINITE ELEMENT METHOD Ni Putu Ary Yuliadewi; Heppy Kristijanto; Bambang Piscesa; Priyo Suprobo; Faimun Faimun
Journal of Civil Engineering Vol 36, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v36i2.9611

Abstract

This paper presents a shear buckling analysis of corrugated web I-girder beam using nonlinear finite element analysis. An in-house finite element package called 3D-NLFEA is used in the simulation. The steel material is modelled as solid elements with one-eight aspect ratio between the element size and its thickness. The double sine waves equation is used to generate the initial imperfection in the corrugated web. The nonlinear geometry deformation, which is essential in capturing the buckling behavior, is considered using the 2nd order analysis in 3D-NLFEA. A comparison with the carried out experimental test in the laboratory showed that the peak prediction from the analytical model was in good agreement. Furthermore, using the double sine waves equation as the initial imperfection can closely predict the buckling mode and shapes of the corrugated web I-girder as obtained from the experimental test.
FINITE ELEMENT MODELING OF CIRCULAR REINFORCED CONCRETE COLUMN CONFINED WITH CFRP UNDER ECCENTRIC LOADING Angga Bayu Christianto; Bambang Piscesa; Faimun Faimun; Pujo Aji
Journal of Civil Engineering Vol 34, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v34i2.6375

Abstract

This paper presents nonlinear finite element analysis of eccentrically loaded circular Reinforced Concrete (RC) column confined with Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) wraps. The concrete constitutive model uses a plasticity-fracture model which is restraint sensitive, utilize a non-constant plastic dilation rate, and is able to simulate the plastic volumetric compaction of concrete core under high confining pressure. For validation of the models, two available specimens from the literature are used in the validations. Excellent agreement between the numerical models and the available test results are obtained in this study. A detailed investigation on the confinement effectiveness of both external and internal confining devices are presented and discussed. This discussion of the confinement effectiveness is important to be included in the design formula.
Simulation of Concrete Slab Behavior to Explosion M. Shahib Al Bari; Januarti Jaya Ekaputri; F. Faimun; Julendra Bambang Ariatedja; Buntara S. Gan
Journal of Infrastructure & Facility Asset Management Vol 1, No 2 (2019): Journal of Infrastructure & Facility Asset Management
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1958.418 KB) | DOI: 10.12962/jifam.v1i2.5970

Abstract

Special structure prone to explosion requires special material. Identification of special material is required to find the right concrete properties. Researching material behavior using explosion test is costly. Therefore, prediction using simulation is needed. In this study, we use ANSYS Workbench as a simulation program. The explosion test model comprised a non-reinforced slab 500×500×50 mm and TNT cube. It was found that the compressive strength minimum of the concrete slab that withstand the explosion of 30 grams TNT was 20 MPa. The Young modulus affects to the concrete behavior using default RHT Concrete properties. It had instability against modified concrete properties when performing numerical analysis.