Atiek Moesriati
Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil Dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknik ITS

PENGARUH KETEBALAN MEDIA DAN RATE FILTRASI PADA SAND FILTER DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN DAN TOTAL COLIFORM Maryani, Deni; Masduqi, Ali; Moesriati, Atiek
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.8335

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.
Pemanfaatan Biji Asam Jawa (TamarindusIndica) sebagai Koagulan Alternatif dalam Proses Menurunkan Kadar COD dan BOD dengan Studi Kasus pada Limbah Cair Industri Tempe Gary Intan Ramadhani; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.214 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.3210

Abstract

Biji asam jawa yang selama ini jarang dimanfaatkan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk pengolahan limbah cair yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.  Kandungan polisakarida dalam biji asam jawa (Tamarindus Indica) merupakan koagulan alami yang terbukti cukup efektif dalam peningkatan kualitas air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh biji asam jawa sebagai koagulan pada limbah cair industri tempe sehingga diperoleh hasil yang optimum. Adapun yang dimaksud dengan hasil optimum yaitu dengan tercapainya penurunan kadar COD, BOD, dan TSS pada limbah cair yang digunakan sesuai dengan baku mutu dan kondisi yang tidak membahayakan lingkungan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pH, TSS, kadar COD dan BOD dengan membandingkan dari tiap-tiap variasi. Variabel penelitian yang digunakan adalah pemberian dosis biji asam jawa sebagai koagulan dengan variasi (500, 1500, 2500, 3500) mg/l, kecepatan putaran pada proses koagulasi-flokulasi dan lama pengadukan lambat (flokulasi). Pada penelitian ini, terdapat korelasi antara dosis koagulan dan kecepatan pengadukan yang diberikan terhadap efisiensi penurunan kadar BOD, COD dan TSS. Dosis optimum yang diperoleh yaitu 1500 mg/l limbah. Sedangkan hasil optimum diperoleh pada kecepatan koagulasi 180 rpm selama 1 menit dan flokulasi 80 rpm dengan lama waktu pengadukan 45 menit.
Studi Efisiensi Sistem Prasedimentasi dan Free Water Surface Wetland dalam Menurunkan Kadar Nitrat, Fosfat, Kekeruhan, Zat Organik dan Total Coli Raden Kokoh Haryo Putro; Atiek Moesriati; Nieke Karnaningroem
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.622 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5178

Abstract

Boezem Wonorejo saat ini telah dikembangkan menjadi tempat wisata yaitu Ekowisata Mangrove. Sampai saat ini pihak pengelola boezem masih kesulitan dalam penyediaan air bersihnya Sungai Jagir yang mengalir di sekitar wilayah Ekowisata tersebut merupakan sumber air permukaan yang berpotensi sebagai pemenuhan kebutuhan tersebut secara kuantitatif. Agar dapat terpenuhi secara kualitatif, maka Perlu dilakukan penelitian awal untuk mengetahui efisiensi penurunan kadar Nitrat, Fosfat, Zat Organik, Kekeruhan maupun Total Coli. Dalam penelitian ini akan digunakan rangkaian suatu sistem pengolahan Prasedimentasi dan Free Water Surface wetland skala laboratoium, Dengan variabel ukuran media pasir (16-32 mesh dan lolos 32 mesh) dan umur mangrove (3 bulan dan 6 bulan) yang akan di analisis di laboratorium Teknik Lingkungan ITS.  Dari hasil analisis didapat removal maksimum  untuk kekeruhan pada prasedimentasi 46,5%, sedangkan pada wetland yaitu pada media pasir mesh 16-32 dan mangrove 6 bulan yaitu 94,8%. Presentase maksimum removal nitrat pada prasedimentasi yaitu 17,8%, removal maksimum pada wetland dengan mangrove 6 bulan dan media pasir lolos 32 mesh yaitu 53,6%. Pada mangrove sendiri removal makismum terdapat pada umur 6 bulan dengan besar removal 36,5%. Removal maksimum fosfat terbesar pada prasedimentasi yaitu 64,3%, untuk Reaktor Wetland yaitu pada wetland dengan mangrove 6 bulan dan media pasir lolos mesh 32 sebesar 90,5%. Untuk . Mangrovenya sendiri mampu meremoval maksimum pada umur 6 bulan dengan besar 53,8%. Presentase removal maksimum zat organik pada prasedimentasi sebesar 35,7%, pada reaktor wetland sebesar 21,8% dengan ukuran media pasir mesh 16-32 dan umur mangrove 3 bulan.
Studi Efisiensi Sistem Prasedimentasi dan Subsurface Flow Wetland dalam Menurunkan Kadar Kekeruhan, Zat Organik, Nitrat, Fosfat, dan Total Coli Trio Agustika; Nieke Karnaningroem; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.779 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i3.5180

Abstract

Terdapat beberapa kandungan dalam air seperti kekeruhan, zat organik, nitrat, fosfat, dan total coli. Kandungan-kandungan tersebut dijadikan parameter dalam menentukan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji efektifitas penurunan kadar kekeruhan, nitrat, fosfat, zat organik, dan total coli pada Sungai Jagir di sekitar Taman Boezem Wonorejo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sistem Prasedimentasi dan Subsurface Flow Wetland dengan variasi umur tanaman mangrove dan ukuran media pada wetland. Umur mangrove yang digunakan adalah 3 bulan dan 6 bulan. Sedangkan ukuran media yang digunakan adalah 16-32 mesh dan 32-50 mesh. Penilitian ini dilaksanakan selama dua minggu. Dari hasil penelitian didapatkan penurunan paling optimum sebagai berikut, kekeruhan sebesar 99,6%, sebesar 46,07% pada zat organik, sebesar 69,8% pada Nitrat, sebesar 76,19% pada Fosfat, dan pada Total coli sebesar 99,2%. Penurunan kadar tersebut disebabkan adanya proses filtrasi yang terjadi pada media pasir, dan juga adanya proses penyerapan nutrien yang dilakukan oleh tanaman mangrove itu sendiri.
Pengaruh Ketebalan Media dan Rate filtrasi pada Sand Filter dalam Menurunkan Kekeruhan dan Total Coliform Deni Maryani; Ali Masduqi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.727 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i2.6906

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan proses filtrasi dengan menggunakan sand filter sebagai salah satu metode dalam pengolahan air bersih. Pada sand filter proses penyaringan terjadi pada media filter yang sangat halus, seperti media filter pada unit slow sand filter. Kecepatan penyaringan yang diinginkan pada sand filter ini adalah kecepatan seperti pada unit rapid sand filter. Sehingga sand filter ini adalah penggabungan antara kelebihan yang dimiliki slow sand filter dan rapid sand filter. Variasi pada penelitian ini yaitu: tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 80 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam, tebal media pasir 100 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam, tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 5 m3/m2.jam dan tebal media pasir 120 cm dengan rate filtrasi 7,5 m3/m2.jam. Pada penelitian ini digunakan air baku yaitu air Kali Surabaya dengan nilai rata-rata total coliform 90.000 per 100 ml sampel dan nilai rata-rata kekeruhan 87,4 NTU. Dihasilkan bahwa penyisihan total coliform pada variasi tebal media 120 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 99% dan kekeruhan paling baik terjadi pada variasi panjang variasi tebal media 100 cm dan rate filtrasi 5 m3/m2/jam dengan nilai efisiensi sebesar 98,27%.
Perancangan Ulang Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Proses Anaerobic Baffled Reactor dan Anaerobic Filter Habib Prasetia Adi; Mohammad Razif; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.518 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16937

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Tarbiyatul Fallah merupakan IPAL domestik yang melayani Pesantren Tarbiyatul Fallah, namun berhenti beroperasi sejak tahun 2014. Agar manfaat IPAL dapat terus dirasakan, dilakukan perancangan ulang IPAL dengan alternatif Anaerobic Baffled Reactor (ABR) dan Anaerobic Filter (AF). Alternatif IPAL anaerobik yang keunggulan dalam kemudahan penerapan dan biaya operasional yang rendah. Perancangan ulang dimulai dengan mengevaluasi kinerja IPAL yang sudah ada. Hasil evaluasi digunakan untuk mengetahui permasalahan IPAL. Kemudian dilakukan perencanaan aternatif IPAL dengan proses ABR dan AF. Hasil perencanaan adalah berupa DED, BOQ, dan RAB pembangunan dan operasional. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dibandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing alternatif IPAL. IPAL Tarbiyatul Fallah berhenti beroperasi disebabkan oleh permasalahan bau dan suara bising dari proses aerasi yang meresahkan masyarakat dan biaya operasional yang tinggi. Alternatif IPAL pengganti dapat berupa ABR dengan dimensi (15,1 m x 1,9 m x 2,3 m) dan AF dengan dimensi (13,75 m x 2,4 m x 2,3 m). Biaya pembangunan untuk ABR sebesar Rp152.969.500 dan AF sebesar Rp175.140.500. Sedangkan biaya operasional ABR sebesar Rp17.012.400 per tahun dan AF sebesar Rp21.345.950 per tahun. ABR memiliki keunggulan dalam hal tingkat penyisihan polutan, waktu tinggal, luas lahan dan biaya pembangunan dan operasional dibanding AF. Sedangkan AF memiliki keunggulan dalam jumlah kompartemen dan kebutuhan beton yang dibanding ABR.
Inventarisasi Limbah Cair dan Padat Puskesmas di Surabaya Selatan sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan Ardilla Sukma Pratiwi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.884 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.18129

Abstract

Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan yang menghasilkan limbah medis maupun limbah non medis yang mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun serta radioaktif. Sehingga perlu dilakukan penanganan sebelum dibuang ke lingkungan. Inventarisasi limbah cair dan padat Puskesmas perlu dilakukan sebagai upaya pengelolaan lingkungan agar limbah yang dihasilkan Puskesmas di Surabaya Selatan sesuai dengan peraturan. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah  dengan melakukan observasi dan wawancara menggunakan  kuisioner kepada pihak sanitarian puskesmas tentang bagaimana  pengelolaan limbah Puskesmas yang telah dilakukan, kemudian  pengambilan sampel pada influen dan efluen pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penimbangan limbah padat berupa sampah medis dan non medis Puskesmas. Studi kasus pada penelitian adalah Puskesmas yang hanya memiliki IPAL di Surabaya selatan yaitu Puskesmas Pakis, Banyu Urip, Jagir, Ngagel Rejo, Gayungan, Dukuh Kupang, dan Wiyung. Kuantitas limbah cair Puskesmas berkisar antara 2,98 m3 – 9,31 m3 /hari. Kualitas limbah cair Puskesmas yang tidak memenuhi baku mutu adalah pada parameter NH3-N Bebas dan Total Coliform. Kedua parameter tersebut tidak memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013. Limbah padat dibagi menjadi 3 golongan yaitu sampah basah, sampah kering dan sampah medis. Berat maksimum masing-masing diperoleh sampah kering 4650 gr, sampah basah 1500 gr, dan sampah medis 3250 gr. Rekomendasi yang diberikan dengan adanya kualitas efluen yang tidak memenuhi persyaratan tersebut adalah dengan melakukan perbaikan IPAL Puskesmas yaitu dengan memperbaiki jet ejector pada sistem aerasi dan menambahkan dosis kaporit pada sistem klorinasi. Sedangkan limbah padat domestik harus dipilah menjadi sampah kering dan basah. Pengelolaan limbah padat Puskesmas harus sesuai dengan Kepmenkes No. 1428 Tahun 2006.
Identifikasi Kendala Proses Produksi Instalasi Pengolahan Air Minum Menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: PDAM Tirta Cahya Agung Kabupaten Tulungagung) Rahmadika Bayu Yogaswara; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.64106

Abstract

PDAM Tirta Cahya Agung melayani kebutuhan air minum di Kabupaten Tulungagung dengan mamanfaatkan air baku yang berasal dari hulu Sungai Song untuk diolah agar sesuai dengan parameter dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010. Kendala proses produksi air minum seperti tingkat kekeruhan air baku yang berfluktuasi cukup tinggi pada musim penghujan, tidak berfungsinya unit pengolahan dan faktor risiko yang lain dapat mempengaruhi kualitas air produksi yang dihasilkan oleh PDAM Tirta Cahya Agung. Penelitian ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dalam mengidentifikasi penyebab kegagalan pada proses produksi hingga ditemukan akar dari permasalahan yang dinilai dengan nilai Risk Priority Number (RPN) yaitu perkalian antara nilai severity, occurrence dan detection. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA diperoleh nilai RPN yang tinggi pada aspek teknis dengan nilai dengan nilai 75 yaitu kondisi filter instalasi 100 L/detik, RPN dengan nilai 60 pada fluktuasi kekeruhan yang tinggi pada air baku dan nilai RPN 50 pada pelaksanan chlorinasi. Sedangkan pada aspek non teknis nilai RPN tertinggi pada analisis kualitas air. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan adalah pengawasan kualitas air baku, pelaksanaan klorinasi dan dilakukan analisis kualitas air sesuai Peraturan Meteri Kesehatan Nomor 736 Tahun 2010.
Kajian Risiko Proses Pengolahan Lumpur Tinja Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kota Batu) Sasi Kirana Iswara Mawangi; Atiek Moesriati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.72607

Abstract

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Batu merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Air Limbah Domestik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu. Pada tahun 2017-2019 debit pengolahan IPLT Kota Batu sebesar 36 m3/hari. Berdasarkan hasil analisis laboratorium tahun 2017 – 2019, diperoleh hasil bahwa parameter indikator pencemaran tidak memenuhi baku mutu. Nilai effluent pada IPLT Kota Batu Tahun 2019 untuk parameter BOD, COD, TSS, pH, dan minyak lemak masing-masing sebesar 59,42 mg/L; 188,7 mg/L; 46,8 mg/L; 9,2; dan 6,5 mg/L. Sehingga diperlukan identifikasi terhadap terjadinya kegagalan pengolahan lumpur tinja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko kegagalan serta saran perbaikan yang dapat dilakukan. Lingkup penelitian ini adalah mengevaluasi pengolahan air limbah pada operasional sebelum tahun 2019 dengan debit pengolahan 36 m3/hari. Analisis untuk meminimalisir kegagalan dalam pengolahan lumpur tinja menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Risiko terjadinya kegagalan pada instalasi pengolahan lumpur tinja dianalisis dengan menggunakan metode fishbone. Risiko tersebut dapat dihitung nilai severity, occurence, dan detection dari metode FMEA dan dari nilai tersebut dapat ditentukan prioritas penanganan dan perbaikan dengan mengalikan hasil nilai severity, occurence, dan detection yang dinyatakan dalam bentuk Risk Priority Number. Berdasarkan dari hasil analisis dan kuisioner yang didapatkan, upaya untuk memperkecil kegagalan pengolahan lumpur tinja diantaranya pengurasan rutin barscreen, memperketat SOP penyedotan lumpur tinja, pelatihan atau seminar tentang pengolahan tinja, mengontrol limbah masuk, perawatan pada unit ABR, Kolam Fakultatif, Kolam Maturasi, dan pompa vacuum truk tinja secara rutin.
Penilaian Risiko Adanya Total Koliform pada Air Produksi IPA X Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Bella Apriliani Amanda; Atiek Moesriati; Nieke Karnaningroem
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.439 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16959

Abstract

Risiko terbesar sistem penyediaan air minum adalah kegagalan menyediakan air minum yang aman bagi masyarakat. Berdasarkan laporan hasil pengujian sampel air produksi IPA X bulan Maret 2016 untuk pemeriksaan parameter wajib diketahui bahwa sampel melebihi baku mutu Permenkes RI No. 492 Tahun 2010 untuk parameter total koliform. Total koliform sebagai indikator pencemaran air oleh patogen menyebabkan air tidak aman dikonsumsi. Proses disinfeksi berperan penting dalam menyisihkan patogen. Kinerjanya dipengaruhi oleh suhu, pH, kekeruhan, dan zat organik. Salah satu cara pengendalian kualitas air produksi melalui pendekatan manajemen risiko menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). Risiko potensial harus terukur agar dapat ditentukan risiko penyebab permasalahan dan tindakan pengurangan risiko yang tepat. Penilaian risiko berdasarkan skala Risk Priority Number (RPN) dijadikan dasar penentuan prioritas tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil analisis, risiko kegagalan terbesar yaitu penentuan dosis klor dan zat organik (level risiko tinggi); sisa klor (level risiko sedang); kekeruhan dan pH (level risiko sangat rendah). Usulan perbaikan untuk mengurangi risiko tersebut yaitu dilakukan penentuan dosis klor setiap hari, pengendalian pembentukan disinfectant by products (DBPs) akibat adanya zat organik dalam air dengan menurunkan konsentrasi zat oganik menggunakan granular activated carbon (GAC) atau teknologi aerasi, mengurangi pembentukan DBPs dengan menurunkan dosis disinfektan, menyisihkan DBPs setelah senyawa tersebut terbentuk menggunakan GAC, meningkatkan sisa klor menjadi 0,6 mg/l, melakukan pemantauan kekeruhan dan pH pada sistem pengoperasian filter.