Sutikno Sutikno
Statistika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Extreme Value Theory, Generalized Pareto Distribution, Maximum Likelihood Estimation, Peaks Over Threshold, Perubahan iklim Yustika Desi Wulan Sari; Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.759 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4506

Abstract

Jawa Timur memiliki potensi besar dalam sektor pertanian,khususnya produksi padi. Lima kabupatenpenghasil padi terbesar di Jawa Timur adalah Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro,Jember, Lamongan, dan Ngawi. Produksi padi rentanterhadap keberagaman  iklim terutama iklim ekstrim dan terjadinya perubahan iklim. Dalam upaya meminimalkan kerugian akibat iklim, makaperlu mempelajari karakteristik iklim ekstrim dan identifikasi adanya perubahaniklim. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui cara mengestimasi parameter bentuk dan skalamenggunakan Maximum Likelihood Estimation (MLE), mengeksplorasi karakteristik curah hujan di wilayah penelitian, dan mengidentifikasiperubahan iklim. Metode yang digunakan menganalisis curahhujan ekstrim adalah Extreme Value Theory.Salah satu  pendekatan  untuk mengidentifikasi nilai ekstrim adalah Peaks Over Threshold yang mengikuti distribusi GeneralizedPareto Distribution (GPD). Data Curah hujan dibagi menjadi dua periode yaitu periode 1 (1981-1990)dan periode 2 (1991-2010). Estimasi parameter bentuk dan skala didapatkanmelalui MLE yang selanjutnya diselesaikan dengan Newton Raphson, karena menghasilkan persamaan yang tidakclosed form. Penelitian inimenghasilkan estimasi parameter bentuk dan skala distribusi GPD, serta confidence interval (1-α)100%dengan α sebesar 5%. Di samping itu disimpulkan bahwa terjadinya perubahan iklim dikelima kabupaten, khususnya pada musim kemarau dan transisi
Perbandingan Uji Homogenitas Runtun Data Curah Hujan Sebagai Pra-Pemrosesan Kajian Perubahan Iklim Laili Zaidiyah Nihayatin; Sutikno Sutikno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3016.582 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4851

Abstract

Pengujian homogenitas runtundata merupakan tahapan penting dalam kajian perubahan iklim. Tahapan inimerupakan bagian pra-pemrosesan data untuk mengurangi bias kesimpulan dariaspek noniklim. Permasalahan lain terkait kajian perubahan iklim adalah  data iklim terlalu pendek, adanya missing data dan lain sebagainya.Penelitian dilakukan di lima kabupaten sentra produksi padi, yaitu: Banyuwangi,Ngawi, Lamongan, Bojonegoro, dan Jember, dengan mengambil beberapa stasiunpengamatan curah hujan. Secara umum terdapat empat uji homogenitas yangdigunakan adalah  uji SNHT, uji Buishand,uji Pettitt dan uji Von Neumann.  Kurangnya kajian terkait kebaikan keempatmetode tersebut, sehingga mengalami kesulitan dalam memilih metode mana yangakan digunakan, khususnya jika terdapat kesimpulan yang saling bertolakbelakang. Oleh karena itu penelitian ini mengkaji kebaikan (kinerja)masing-masing metode uji homogenitas runtun data curah hujan. Data yangdigunakan adalah data simulasi dan data curah hujan harian yang diperoleh dariBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Karangploso Malang. Metode yangdigunakan adalah simulasi tiga skenario yang dibangkitkan dari modelautoregresive dengan tiga ukuran sampel (n = 200, 600, 1000) dan tiga parameterphi (ϕ= 0.2, 0.5, 0.8). Hasil penelitian dengan data simulasi menunjukkan bahwa ujihomogenitas yang memiliki kinerja yang baik dan hampir sama adalah SNHT, uji Buishanddan uji Pettitt. Selanjutnyaketiga uji diimplementasikan pada data curah hujan di wilayah penelitian. Hasilkesimpulan yang didapatkan adalah bahwa sebagian besar data curah hujan diwilayah penelitian homogen.