Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Cultural Presentation of the Muslim Middle Class in Contemporary Indonesia Hasbullah, Moeflich
Studia Islamika Vol. 7 No. 2 (2000): Studia Islamika
Publisher : Center for Study of Islam and Society (PPIM) Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sdi.v7i2.708

Abstract

One approach to understanding the platform of New Order politics is to view it as having been a contest between Indonesian Political groups for access to power. Throughout the New Order period, economic capital was largely in the hands of a Chinese minority, while political capital was in the hands of the abangan Javanese priyayi. At the same time, the santri (the 'true Muslims'), have been economically and politically marginalized. They have been, as Wertheim (1975) put it, "the outsiders". Since the 1980s, thanks to the success of development efforts, Indonesia has been undergoing rapid economic development and a massive educational transformation. These economic and educational transformations have increased the percapita income and standard of living, mostly in urban areas, and expanded the 'middle class'. For the urban Muslim community -which represent the bulk of those most affected by development- the economic and educational transformations have not only resulted in class transformation creating a 'middle rank', but also caused the mobilization of the decades-marginalized santri who have embraced the project of cultural Islam.DOI: 10.15408/sdi.v7i2.708
THE ROLE OF BAZNAS CITY OF BANDUNG IN EMPOWERING THE ECONOMY OF THE PEOPLE DURING COVID-19 (2019-2021) Rifqi, Muhammad Aufa; Hasbullah, Moeflich; Supendi, Usman
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran BAZNAS Kota Bandung dalam merespons krisis sosial pada masa pandemi COVID-19 tahun 2019–2021, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui program zakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari dokumen resmi, laporan program, arsip kelembagaan, serta hasil wawancara dengan pihak terkait dan penerima manfaat. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori AGIL Talcott Parsons dan konsep stratifikasi sosial untuk memahami fungsi sosial lembaga zakat dalam kondisi krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Bandung mengalami dinamika peran yang signifikan selama pandemi. Pada tahap awal krisis, lembaga lebih berfokus pada bantuan sosial darurat seperti sembako, bantuan tunai, dan layanan kesehatan guna menjaga keberlangsungan hidup mustahik. Selanjutnya, pendistribusian ZIS dilakukan secara sistematis dengan penyesuaian mekanisme digital untuk memastikan ketepatan sasaran. Pada tahap berikutnya, BAZNAS mengembangkan program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Mart dan Z-Chicken sebagai upaya pemulihan jangka panjang. Program Z-Mart menunjukkan hasil yang lebih berkelanjutan dibandingkan Z-Chicken, yang cenderung bersifat sementara karena keterbatasan pendampingan dan adaptasi usaha. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara bantuan sosial, pendistribusian ZIS, dan pemberdayaan ekonomi mampu memberikan dampak komplementer dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada kesesuaian desain program dan keberlanjutan pendampingan.