Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI DAN AKSESIBILITAS TERHADAP PENGGUNAAN KARTU PEMBAYARAN ELEKTRONIK Yudhistira P, Afrizal; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 2 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak yang sangat berarti terhadap kehidupan dan perilaku masyarakat. Saat ini masyarakat menginginkan semua kegiatan menjadi lebih efisien, cepat, dan akurat. Tuntutan ini juga berlaku pada sistem pembayaran, masyarakat menghendaki sistem pembayaran yang lebih baik dari sistem pembayaran yang dulu seperti pembayaran langsung secara tunai dan paper based (contohnya: cek). Tuntutan masyarakat ini dapat terjawab dengan adanya teknologi baru yaitu sistem pembayaran elektronik. Pembayaran dengan menggunakan kartu elektronik (kartu kredit, kartu debet) akan meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan lebih efisien, cepat, akurat, sehingga akan meningkatkan konsumsi dan produktivitas. Terkait dengan maraknya penggunaan kartu pembayaran non tunai (elektronik) maka penulis melakukan Penelitian yang berjudul Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Preferensi Dan Aksesibilitas Terhadap Penggunaan Kartu Pembayaran Elektronik. Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder yang didapat dari hasil survey dan wawancara. Dengan peneliti menjadikan mahasiswa dikota malang sebagai objek penelitian. Hasil analisis yang diperoleh dari hasil penelitian menyebutkan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi preferensi penggunaan kartu pembayaran elektronik yang digunakan oleh peneliti diantaranya adalah kepemilikan, manfaat, daya tarik kartu dan kerugian dalam penggunaan kartu pembayaran elektronik. Serta faktor – faktor yang Aksesibilitas Penggunaan Kartu Pembayaran Elektronik yang digunakan oleh peneliti diantaranya adalah Kepemilikan Kartu Pembayaran Elektronik, Informasi Mengenai Kartu Pembayaran Elektronik, Syarat Mendapatkan Kartu Pembayaran Elektronik, Teknologi Dalam Menggunakan Sistem Pembayaran Elektronik. Kata Kunci: Preferensi, Aksesibilitas, Kartu Pembayaran Elektronik.
Pengaruh Kebijakan Moneter dan Tingkat Likuiditas terhadap Tingkat Profitabilitas pada Bank Konvensional (Studi Pada Kelompok Bank dengan Modal Inti Diatas 30 Triliun) Nuzulla, Arifta; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 1
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri perbankan cukup pesat, hal ini dapat dilihat dari volume usaha, mobilisasi dana masyarakat dan pemberian kreditnya dan pelayanannya. Pangsa pasar yang dikuasai oleh industri perbankan saat ini mencapai 90,46% pada sektor keuangan di Indonesia. Namun kondisi perbankan saat ini mengalami kondisi yang cukup sulit dengan menurunnya profitabilitas yang dihasilkan oleh bankdimana hal tersebut diikuti dengan terjadinya perang suku bunga antar bank yang memiliki modal inti tinggi (diatas 30 triliun) yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti perubahan kebijakan moneter yang diindikatori oleh BI rate dan tingkat likuiditas yang dimiliki oleh bankdengan indikator cash ratio dan loan to deposit ratio. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  pengaruh kebijakan moneter dan tingkat likuiditas terhadap tingkat profitabilitas pada bank konvensional. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kebijakan moneter dan tingkat likuiditas  sebagai variabel independen dan tingkat profitabilitas sebagai variabel dependen. Kebijakan moneter diukur dengan BI rate(X1) dan tingkat likuiditas diukur dengan cash ratio (X2), loan todeposit ratio (X3) dan tingkat profitabilitas diukur dengan gross profit margin (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah model data panel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pooling, yang merupakan kombinasi antara data cross section dan data time series yang diambil dari laporan triwulananbank yang memiliki modal inti lebih dari 30 triliun selama triwulan 1 periode 2012 hingga triwulan II periode 2014. Pengujian data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik yaitu analisis data panel, uji t dan uji F. Uji t digunakan untuk mengguji pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa variabel independen, yaitu kebijakan moneter yang dinilai oleh BI rate dan tingkat likuiditas yang dinilai oleh Loan to deposit ratio memilikipengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas bank yang diwakili oleh variabel gross profit margin. Variabel BI rate memiliki pengaruh yang signifikan negatif terhadapgross profit margin, dan variabel loan to deposit ratio memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap gross profit margin. Sedangkan variabel tingkat likuiditas yang dinilai oleh cash ratio tidah berpengaruh signifikan terhadap gross profit margin. Kata kunci :profitabilitas, kebijakan moneter, likuiditas
Komparasi Efisiensi Bank pada Pembiayaan UMKM Sebelum dan Sesudah Adanya Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012 Nurdianita, Afritasari; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perputaran uang di dalam masyarakat dalam jumlah yang sangat besar membutuhkan peran bank sebagai lembaga intermediasi. Bank dalam menjalankan fungsi intermediasinya dituntut untuk efisien.  Efisiensi merupakan salah satu indikator dalam mengukur kinerja bank. Apabila kinerja bank efisien maka pelayanan bank terhadap nasabah akan semakin baik, sehingga relatif berdampak positif terhadap kepercayaan nasabah yang meningkat.  Konsep efisiensi pertama kali diperkenalkan Farrel (1957) yang membedakan efisiensi menjadi dua yaitu efisiensi teknis (technical efficiency) dan efisiensi alokatif (allocative efficiency), kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan efisiensi total atau efisiensi ekonomis (economic efficiency). Pada penilitian ini pengukuran efisiensi yang akan dilakukan berdasarkan efisiensi teknis.  Berdasarkan dikeluarkannya Peraturan  BI No.  14/ 22/ PBI/ 2012 tentang kewajiban pemberian kredit atau pembiayaan oleh bank umum dan bantuan teknis oleh BI dalam rangka pengembangan UMKM. Namun, berdasarkan persentase NPL (Non Performing Loans) dari tahun 2013 hingga 2014, NPL terus meningkat pada NPL kredit modal kerja (termasuk didalamnya kredit UMKM) dan kredit investasi yang nilainya lebih tinggi dari NPL kredit konsumsi (dari 2,0% menjadi 2,5%). Sehingga, tujuan dari penelitian ini untuk melakukan  komparasi efisiensi bank sebelum dan sesudah adanya Peraturan BI Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Sampel dari penelitian ini meliputi delapan bank BUMN dan BUSN (devisa) dengan teknik purposive sampling. Variabel input dalam penelitian ini berupa DPK dan biaya operasional, sedangkan variabel outputnya berupa pembiayaan UMKM.  Data yang digunakan  adalah data sekunder  dengan periode penelitian tahun 2011  dan 2013. Metode pengolahan dan analisis data penelitian menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) yang berorientasi input dan menggunakan model VRS (Variable Returns to Scale). Software yang digunakan untuk menghitung efisiensi adalah MaxDEA dan  Banxia untuk mengetahui persentase kontribusi variabel input-output dari  masing-masing DMU. Hasil  dari penelitian ini terdapat perbedaan efisiensi sebelum dan sesudah adanya Peraturan  BI  Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012. Efisiensi bank mengalami peningkatan dari rata-rata angka rasio 0,77 periode  sebelum adanya peraturan menjadi 0,82 pada periode sesudah adanya peraturan. Sehingga, fungsi intermediasi bank tidak akan terganggu dengan adanya Peraturan BI Nomor 14/ 22/ PBI/ 2012, maka peraturan tersebut  dapat terus dijalankan.  Selain itu, terdapat tiga bank yang menjadi benchmark sebelum adanya peraturan yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank OCBC NISP, dan Bank UOB Indonesia dan sesudah adanya peraturan terdapat lima bank yang menjadi  benchmark yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Pan Indonesia, Bank Mega, Bank Bukopin, dan Bank UOB Indonesia. Selain itu, juga terdapat tiga bank yang memiliki angka rasio efisiensi relatif terendah dalam melakukan pembiayaan UMKM sebelum adanya peraturan yaitu Bank Central Asia, Bank Pan Indonesia, dan Bank Permata  dan sesudah adanya  peraturan terdapat dua bank yang memiliki angka rasio efisiensi relatif terendah yaitu Bank Central Asia dan Bank Permata.  Bank-bank tersebut perlu melakukan  potential improvement dan melihat kinerja dari bank-bank benchmark agar menjadi efisien dalam melakukan pembiayaan UMKM.Kata Kunci: Komparasi, Efisiensi Bank, dan Pembiayaan UMKM
ANALISIS FAKTOR MAKROEKONOMI YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK (STUDI PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK.) Indahsari, Silvya Nur; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to find out the effect of BI Rate, exchange rate, and money supply on bank’s profitability especially PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. The most important indicator in evaluating the bank’s profitability is Return On Asset (ROA). Multiple linear regression is used to analyze this data research. The results showed that increase of BI Rate push bank’s profitability to rise, appreciation of the exchange rate has effect on increasing bank’s profitability, and increase in the money supply is proven to increase bank’s profitability.   Keyword : Return On Asset (ROA), BI Rate, exchange rate, money supply.
Analisis Prosedur Pemberian Kredit Untuk Menghindari Kredit Macet (Studi Kasus Pada Bank X) Ningtyas, Septi Ayu; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulation of Indonesia Bank 14/22/PBI/2012 explains that all of general bank enlarge the distribution of credit for micro sector business, minor, and medium. However, when the numbers of credit distribution bank persero increases, the risks of non performing loan also increases. So it’s known that the risks of non performing loan are hard constraints which are always faced by banks in distributing credit.  In distribution of credit, banks have to apply lending procedures which have been assigned about analysis and consideration to decide the candidate debtors’ worthiness. The purpose of this research is to find out and analyze the regulations and the reality of lending procedures which is applied by bank X. It is also to comprehend and explain the right lending procedures to avoid non performing loan which should be applied by bank X. The research method which is used is qualitative research by using case study of object approach. Techniques of collecting the data in this research are using interviewing, observing, and documenting. Informants for this research are people who are related in loan process.  From the research result, it is known that lending procedures which begin from credit applying, credit disbursement until controlling credit still bring out non performing loan. So, within completion of lending procedures, it can decrease non performing loan. Keywords: Lending procedure, Non performing loan
ANALISIS PENGARUH INFLASI, NILAI TUKAR, BI RATE DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP RETURN SAHAM (Studi Komparatif Pada Saham Se ktor B arang Kons ums i dan Se ktor Prope rti dan Re al Es tate yang Listing di B EI) Prastiyo, Adhe Rudik; Hascaryani, Tyas Danarti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol. 3 No. 2
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saham s ektor kons ums i dan properti merupakan s ektor yang me miliki s ens itifitas tinggi terhadap perubahan  kondis i  ma kro  ekono mi  karena  menghas ilkan  barang  –  barang  kebutuhan  pokok mas yarakat.  Penelit ian  ini  bertujuan  untuk  men ganalis is  perbedaan  pengaruh  indikator  makro ekonomi  s eperti  inflas i,  n ila i  tukar,  BI  rate,  dan  pertumbuhan  ekonomi  pada  s aham  s ektor kons ums i dan s ektor properti. Penelitian  in i menggunakan data kuartal dari Januari 2007 hingga Des ember 2014. Penentuan s ampel dilaku kan dengan metode puposive sampling dengan kriteria terdaftar di Burs a Efe k Indones ia, me miliki laporan keuangan lengkap, dan 10 s aham dengan nilai kapitalis as i tertinggi. Te knik analis is data menggunakan regres i linear berganda untuk mengetahui pengaruh  variabel makro ekono mi terhadap  return s aham s erta uji chow test untuk mengetahui perbedaan pengaruh variabel ma kro ekono mi terhadap return s aham s ektor kons ums i dan properti. Has il penelit ian menunjukkan bahwa s ecara pars ial hanya inflas i yang me miliki pengaruh terhadap return s aham kons ums i dan propert i. Sedangkan nulai tukar, BI rate, dan pertumbuhan ekono mi tidak berpenaruh  terhadap  return s aham kons ums i dan  properti.  Has il chow  test menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh inflas i, nila i tuka r, BI rate, dan pertu mbuhan ekonomi terhadap return s aham kons ums i dan properti.   Kata k unci : inflasi, nilai tuk ar, BI rate, pertumbuhan e k onomi, return saham
Comparative Analysis of Investment Performance Between Conventional and Islamic Stocks (A Study of the Jakarta Islamic Index (JII) and Bisnis27 Index in the 2020-2024 Period) Widiawati, Farradila Echa; Tyas Danarti Hascaryani
Contemporary Studies in Economic, Finance and Banking Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid expansion of the Islamic capital market in Indonesia has heightened public interest in sharia-compliant investments. The purpose of this research is to compare the investing performance of conventional stocks with Islamic stocks from 2020 to 2024. The measurement used is using the risk adjusted performance method which consists of the sharpe ratio, treynor ratio, and alpha jensen ratio. This research uses samples of JII index as a representatives of sharia stocks and Bisnis27 index as representatives of conventional stocks. The method of analysis uses the mann-whitney u test. The result of this research showed that there is no difference in stock investment performance between conventional stocks and Islamic stocks as measured using the sharpe ratio and treynor ratio. While the alpha jensen ratio there is a difference in stock investment performance between conventional stocks and Islamic stocks.
Risk Avoidance In Intergenerational Investment Decisions FADJAR, Nurman Setiawan; HASCARYANI, Tyas Danarti; PUTRI, Risqi Noor Hidayati
International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science Vol. 5 No. 3 (2024): International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science (May
Publisher : PT Keberlanjutan Strategis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38142/ijesss.v5i3.1069

Abstract

The character of a generation also shapes risk avoidance behavior. Socio-cultural and economic background influencing each generation's character formation results in differences in the investment preferences and the risk-taking tendencies in each generation group. This research aims to observe the influence of risk avoidance behavior of intergenerational investors on their investment decisions. The sample consisted of 240 respondents, who were obtained through the distribution of research questionnaires. The primary data used in this research is data from behavioral experimental methods for each generation. They were measured, and then the levels of avoidance between generations were compared. The results prove that risk avoidance behavior in all generations results in a moderate level, with the most excellent avoidance behavior in Generation Y and Generation Z. However, if we look at the relativity of risk aversion between generations, the one with the most significant risk averter behavior is the baby boomer generation. Meanwhile, the most prominent moderate risk avoidance behavior is in Generation Y and Generation Z. The baby boomer generation tends to adopt investment behavior by avoiding existing risks compared to Generation Y and Generation Z because of the psychological differences between these four generations.