Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Menentukan Konsep Harmony in Diversity sebagai Upaya Branding Internasionalisasi ITS Hilrian Anggi Pramana; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v11i4.72864

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah mendapat predikat World Class University (WCU). Keberhasilan tersebut hasil dari upaya ITS dalam memenuhi kriteria sebuah kampus berstandar Internasional yang dibuat oleh lembaga pemeringkatan yang ada di seluruh dunia. Dari sekian banyak lembaga pemeringkatan yang ada hanya sedikit yang menilai kampus dari aspek kondisi internal seperti kualitas fasilitas kampus. Direktorat Kemitraan Global (ITS) merupakan unit yang menjadi wajah ITS dalam usaha internasionalisasi. Pengoptimalan fasilitas kantor DKG ITS dinilai sebagai titik awal dalam upaya meningkatkan brand ITS di mata warga kampus yang berasal dari luar negeri. Hal tersebut dilakukan dengan cara menemukan kriteria yang sesuai agar efektif. Kemudian diterjemahkan ke dalam elemen desain interior kantor DKG ITS. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Kemudian data sekunder berupa studi literatur dari buku dan jurnal. Analisis dari data tersebut akan menghasilkan konsep desain interior ‘Harmony In Diversity’. Konsep tersebut lahir dari penerjemahan kriteria penilaian menurut Quacquerelli Symond (QS) World University Rating ke dalam elemen desain interior dengan tambahan aspek visual brand dan produk ITS agar semakin dikenal. Upaya penerapan tersebut dapat mejadi nilai tambah bagi ITS dalam menaikkan reputasinya sebagai World Class University.
Pelatihan Pembuatan Keramik Kepada Masyarakat Umum untuk Meningkatkan Kereativitas dan Memperkenalkan Proses Pembuatan Keramik Sebagai Upaya Melestarikan Karya Seni Indonesia Aria Weny Anggraita; Nanik Rachmaniyah; Budiono; Firman Hawari
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6835.3 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.160

Abstract

Keramik sebagai salah satu seni terapan dengan kearifan lokal memiliki kekhasan dengan Teknik finishing yang beragam menghasilkan keramik estetik dan fungsional. Saat ini tren akan keramik semakin meningkat, semakin banyak usaha kecil menjual keramik dengan kekhasan masing-masing. Pelatihan keramik yang ditujukan kepada masyarakat umum maka masyarakat umum dapat memanfaatkan pengetahuan pembuatan keramik sebagai hobi atau untuk memulai usaha kecil yang dapat dikembangkan. Melalui pelatihan ini masyarakat dapat menuangkan kreativitasnya pada seni terapan dengan material lokal sekaligus untuk melestarikan budaya seni keramik Indonesia dengan bahan tanah liat lokal. Pelatihan keramik dilakukan secara online menyesuaikan kondisi pandemic saat ini dimana harus membatasi pertemuan secara langsung. Pelatihan akan diadakan sebanyak tiga kali dengan jeda satu minggu/pertemuan untuk memberi kesempatan kepada peserta mencoba berkreasi dengan tanah liat. Peralatan dalam membuat keramik pada workshop keramik ini sangat sederhana dan dapat ditemukan di sekitar lingkungan masing-masing peserta. Untuk lebih memudahkan para peserta, kami membuat paket khusus peralatan sederhana dan mengirimkan tanah liat earthenware untuk mendukung membuat keramik yang kami kirimkan langsung ke alamat rumah masing-masing peserta. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini, peserta menjadi lebih kreatif. Peserta dapat berkreasi membuat keramik sesuai keinginan dan kebutuhannya. Dampak lainnya diharapkan pengetahuan dalam membuata keramik ini dapat menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan lestarinya budaya seni keramik di Indonesia.
Ornamen Masjid Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Sendang Budiono Budiono; Nanik Rachmaniyah; Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9641

Abstract

Bangunan yang dinilai mampu mewakili keberhasilan penerapan prinsip arsitektur Islam adalah Masjid. Karakteristik arsitektur masjid secara rinci dapat dilihat melalui morfologi, teknologi, dan artikulasi desainnya. Morfologi masjid meliputi organisasi spatial serta bentuk atap, aspek teknologi meliputi struktur, konstruksi, dan material bangunannya. Sedangkan karakteristik artikulasi desain lebih ditekankan pada bahasa dekoratif dan keteraturan desainnya. Analisis tentang morfologi, teknologi dan artikulasi desain dari arsitektur masjid yang terjadi saat ini perlu dilakukan guna memperoleh temuan terkait pengaruh dari budaya lokal atau non-lokal, serta terkait ciri-ciri yang bisa dikatagorikan sebagai arsitektur Islam/Islami. Penelitian ini hanya membatasi pada kajian karakteristik artikulasi dari ornamen masjid. Masjid yang dipilih untuk diteliti ornamennya adalah masjid Wali di Jawa Timur yaitu masjid Sunan Ampel di Surabaya, masjid Sunan Giri di Gresik, dan masjid Sendang Duwur di Lamongan. Masjid Wali dipilih karena dianggap mewakili prototip masjid awal atau tradisional di Indonesia. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah : Pertama, mendeskripsikan dan memetakan karakteristik visual dari salah satu elemen masjid yang menjadi salah satu warisan budaya yaitu ornamen masjid Wali. Kedua, menemukenali prinsip artikulasi desain pada masjid Wali sebagai salah satu wujud penerapan kaidah arsitektur/desain Islam pada era Wali di Indonesia. Setelah ditetapkan state of the art penelitian, masalah penelitian serta kajian teori yang mendukung, maka penelitian ini dilakukan dengan kegiatan: pengumpulan data lapangan dengan observasi dan wawancara, pembuatan visualisasi berupa gambar dua dimensi dari ornamen yang terpilih, analisis bentuk dan interpretasi makna ornamen, serta kesimpulan. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah berupa deskripsi bentuk dan makna ornamen masjid Wali, serta rumusan konsepsi karakteristik ornamen masjid yang berbasis budaya lokal dan Islam di Indonesia.
Pembuatan Paket Tutorial Batik Ikat (Tie Dye) bagi Pelajar Sekolah Dasar Kelas 3-5 Guna Memperkenalkan Batik Ikat dan Meningkatkan Aria Weny Anggraita; Nanik Rachmaniyah; Budiono Budiono; Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9639

Abstract

Pembuatan paket tutorial batik ikat bertujuan berbagi ilmu dengan para pelajar SD untuk lebih mengenalkan keunikan dan keindahan batik ikat. Paket ini ditujukan kepada pelajar SD kelas 3-5 yaitu anak usia 9-11 tahun sebagai target utama, melihat dari kondisi School from home (SFH). Pelajar SD yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan diluar rumah baik dari sekolah ataupun dari kegiatan ekstra diluar sekolah, saat ini harus tetap tinggal dirumah dan belajar dirumah karena adanya wabah atau pandemi Covid-19. Mengapa batik ikat dan bukan batik tulis, alasan utama adalah karena teknik batik ikat lebih mudah dibandingkan dengan batik tulis, batik ikat juga memiliki bahan yang sederhana, batik ikat juga mudah dikreasikan. Dengan adanya paket tutorial batik ikat, kami berharap dapat mengenalkan batik ikat lebih dini kepada para pelajar SD, dan bermanfaat dalam mengisi aktivitas mereka saat SFH. Paket tutorial ini berisi video tutorial cara membuat batik ikat, dan semua bahan yang dibutuhkan dalam membuat batik ikat. Pada paket juga akan dilengkapi dengan asesoris interior yaitu sarung bantal kursi, sehingga setelah sarung bantal kursi selesai di batik, pelajar dapat menata bantal tersebut pada salah satu ruang dirumah. Paket yang dibagikan akan dikemas dengan kemasan yang praktis dan handy.