Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Gaya Modern Urban pada Interior Sebuah Perusahaan Pengembang Bisnis Properti Ima Nur Lailatul Faridah; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.825 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37122

Abstract

Pertumbuhan pasar properti yang pesat memicu persaingan antar perusahaan pengembang properti. Masing-masing perusahaan berlomba meningkatkan kualitas untuk menarik minat pasar salah satunya di bidang interior. Interior perusahaan selain terlihat menarik dan rapi juga dapat mencerminkan identitas perusahaan. Konsep interior modern urban adalah paduan konsep yang menonjolkan perusahaan dengan karakter profesional, kompetitif, dan inovatif. Konsep modern mewakili sifat kekinian. Konsep urban mewakili gaya hidup dengan aktivitas tinggi, serba cepat, dan penuh kompetisi. Aplikasi konsep modern urban pada interior perusahaan pengembang properti meliputi berbagai aspek mulai dari dinding, lantai, plafon, furnitur, dan elemen estetis. Penerapan konsep modern menggunakan konsep glossy dan simple geometric. Penerapan konsep urban menggunakan konsep mobile dan unfinish.
Desain Interior Daycare & Preschool sebagai Pendukung Metode BCCT dengan Implementasi Konsep Stimulating Space Nihla Azkiya; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.47503

Abstract

Pendidikan prasekolah menjadi sebuah hal yang lazim ditemui pada era modern ini. Hal ini didasari oleh perkembangan anak yang dimulai dari usia dini, dan pentingnya pembentukan karakter serta pendidikan maupun pembelajaran dini yang sangat berpengaruh pada keberhasilan anak menghadapi masa depan. Untuk mendukung landasan tersebut, terciptanya sarana pendidikan prasekolah yang ditujukan untuk anak berusia 0-6 tahun.  Bentuk dari sarana tersebut dapat berupa fasilitas penitipan anak (daycare), taman bermain (playgroup), maupun taman kanak-kanak (kindergarten). Menurut penelitian, diketahui bahwa lingkungan prasekolah memiliki pengaruh yang besar terhadap pekembangan anak usia dini. Salah satu wujud dari lingkungan tersebut adalah sebuah desain interior pada sarana prasekolah. Perancangan ini akan memperhatikan pengaruh konsep stimulating spacepada desain interior dan keterlibatannya dalam mendukung metode Beyond Center and Circle Time(BCCT). Melalui konsep ini, aspek-aspek perkembangan anak akan distimulasi melalui elemen-elemen yang hadir pada desain interior fasilitas prasekolah. Stimulasi yang diciptakan ini diharapkan dapat membantu memaksimalkan pertumbuhan anak usia dini serta sesuai dengan metode pembelajaran BCCT yang diterapkan pada sarana prasekolah.
Re-Desain Interior Restoran Grand Javanilla Berkonsep Casual Tropical dengan Sentuhan Ikon Tuban Regita Putri Cahyani; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56253

Abstract

Pada zaman modern seperti sekarang ini, restoran-restoran semakin menjamur dan persaingan antar restoran menjadi semakin ketat. Banyak restoran berlomba-lomba menciptakan restoran dengan desain unik dan berbeda dari restoran lainnya. Dahulu restoran sekadar dipergunakan masyarakat sebagai tempat makan, namun sekarang lebih dari itu. Beberapa wisatawan yang berkunjung ke Tuban memutuskan untuk singgah di restoran. Dengan kesempatan ini, wisatawan dapat menjadi tujuan untuk memperkenalkan ikon-ikon kota Tuban agar lebih dikenal oleh masyarakat luar dan tetap lestari. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembaharuan desain restoran Grand Javanilla agar dapat bersaing dengan restoran lainnya. Metode analisa yang digunakan adalah metode analisa deskriptif, induktif, komparasi, statistik, dan semiotika. Proses desain dimulai dengan melakukan identifikasi awal objek yang berupa latar belakang, rumusan masalah, tujuan desain, dan ruang lingkup desain. Dilanjutkan dengan pengumpulan data primer dan sekunder yang berasal dari wawancara, observasi, dan studi literatur. Untuk memperkuat pengumpulan data, juga dilakukan pemuatan kuesioner kepada masyarakat dan studi banding dengan objek lain. Konsep yang diterapkan pada restoran ini adalah casual tropical dengan sentuhan ikon Tuban. Penerapan konsep tersebut merupakan hasil dari tujuan restoran untuk memperkenalkan ikon kota Tuban dan untuk mewujudkan nuansa wisata keluarga yang nyaman dan menenangkan.
Desain Interior Gloria Textile Berkonsep Modern Komunikatif untuk Meningkatkan Efektifitas Kegiatan Pengguna Mycell Pamudji Amalia; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.56880

Abstract

Beragam bidang industri berkembang dengan pesat. Salah satunya industri fashion dengan kain sebagai bahan utama. Namun kegiatan berbelanja kain belum menjadi kegiatan yang menyenangkan. PT. Gloria Textile Abadi merupakan sebuah perusahaan dengan visi memberikan pelayanan dan penyediaan barang terbaik untuk pelanggan serta meningkatkan efisiensi perusahaan. Namun berdasarkan pengamatan lapangan terdapat masalah terkait keefektifan kegiatan baik bagi karyawan maupun pelanggan. Hal tersebut menjadi budaya dan belum ditemukan solusi yang tepat. Dengan menerapkan konsep Modern Komunikatif pada interior toko kain Gloria Textile, maka akan meningkatkan keefektifitasan serta kenyamanan beraktivitas. Konsep modern diwujudkan dari penerapan sistem one stop shopping dengan penambahan fasilitas yang dibutuhkan seperti area perlengkapan jahit, area konsultan desainer fashion, area kantin dan area bermain anak. Konsep komunikatif diwujudkan dengan elemen pada interior yang memanfaatkan permainan aksentuasi warna tertentu yang eye-catching pada tiap area, dan juga seni tipografi sebagai signage. Kedua hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dan fokus pengguna sehingga informasi dapat tersampaikan dan dipahami dengan mudah dalam waktu yang singkat. Tidak hanya itu, konsep modern komunikatif juga akan ditunjang dengan perencanaan layout ruangan hingga desain furnitur storage dan display kain khusus agar aktivitas pengguna ruangan menjadi lebih efektif.
Penerapan Healing Environment pada Interior Instalasi Kebidanan dan Kandungan Astrini Hadina Hasya; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.213 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27324

Abstract

Ibu hamil dan melahirkan memiliki tingkat kestabilan emosi dan perilaku yang berbeda dari ibu-ibu lainnya yang tidak dalam masa tersebut. Tren yang terjadi pada ibu hamil atau melahirkan saat ini adalah mempersiapkan matang penyambutan buah hati mereka, dimana rumah sakit khusus bagian kebidanan dan kandungan (obgyn) merupakan alternatif utama sarana mempersiapkan kelahiran mulai dari pemeriksaan kandungan, senam hamil, hingga pilihan melahirkan dengan berbagai metode. Menariknya, tren ini berfokus pada kenyamanan bayi saja, sehingga perhatian terhadap ibu itu sendiri secara fisik dan mental seringkali terabaikan. RS Kartika Husada Jatiasih sebagai rumah sakit umum dengan pelayanan unggulan utama pada kebidanan dan kandungan memiliki misi pelayanan prima bagi pasien. Untuk menunjang misi tersebut, maka diperlukan pengaplikasian desain interior yang sesuai karakter ibu hamil dan melahirkan utamanya melalui lingkungan positif penyembuhan (healing environment) yang akan berpengaruh pada kenyamanan fisik dan mental ibu hamil dan melahirkan. Hal ini dapat dilakukan dengan mendesain tata layout ruang beserta furnitur yang efisien dan menunjang aktivitas pengguna, serta memberikan desain interior yang menciptakan suasana nyaman, damai, tidak terkesan kaku dan dingin namun tetap menjunjung kehigienisan. Desain Interior yang tepat, dapat menyelasaikan permasalahan RS Kartika Husada Jatiasih. Visualisasi konsep desain yang diterapkan tersebut adalah penggunaan bunga lavender sebagai lambang healing yang feminin sebagai penggambaran yang cocok bagi ibu hamil dan melahirkan ditinjau dari manfaat dan filosofi warna yang terkandung menurut para ahli. Selain itu, kombinasi warna alam seperti hijau, krem, dan warna kayu menambah nuansa healing. Bentukan furnitur, pengaplikasian treatment pada dinding, pola lantai, plafon, serta pencahayaan maksimal alami dari matahari dan pencahayaan buatan berupa warm lighting mengarahkan ibu hamil dan melahirkan khusunya untuk lebih rileks dan nyaman pra dan pasca persalinan.
Aplikasi Konsep Luxury pada Interior Hotel Bisnis Pricillia Devi Prahastuti; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.387 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27364

Abstract

Luxury sebagai salah satu gaya hidup yang saat ini digemari masyarakat sudah berkembang ke industri perhotelan. Hotel bisnis dengan tema luxury sebagai bagian dari industri perhotelan jumlahnya terus meningkat setiap tahun dikarenakan permintaan dan minat pasar yang ikut meningkat. Desain interior dengan tema luxury mempunyai ciri yaitu menggunakan bahan dengan kualitas yang baik dan dibuat dengan teknik yang baik pula, material logam dan reflektif, menggunakan produk dari desainer terkenal, dan memiliki nilai estetis yang lebih dari nilai fungsinya. Pengaplikasian dari konsep luxury ke dalam interior hotel meliputi beberapa bagian seperti plafon yang menggunakan up ceiling dan lampu gantung sebagai elemen estetis, dinding dengan partisi berupa pipa kayu yang disusun secara vertikal, furnitur dengan bentukan sederhana, pemakaian material dengan warna emas, dan penggunaan warna netral pada sebagian besar elemen interior yang ada pada hotel bisnis.
Aplikasi Konsep Islami Nuansa Turki Utsmaniyah pada Interior Madrasah mambaul Hasan Al-Misbah Paiton, Probolinggo Sylviana Qurrata A'yun; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.074 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27404

Abstract

Masuknya modernisme di Indonesia tanpa filtrasi yang baik karena perkembangan teknologi yang tak terkontrol menyebabkan penurunan moral pada kalangan pemuda-pemudi Indonesia. Agama islam memiliki tiga aspek pokok yang harus diperhatikan, yaitu aspek Aqidah (keimanan), aspek Syariah (norma dan hukum) dan aspek Akhlak (moral dan budaya). Penyeimbangan ketiga aspek tersebut akan sangat menentukan kemajuan umat islam, maka dibutuhkan fasilitas yang mampu mengakomodasi ketiganya, yaitu fasilitas pendidikan atau sekolah. Sekolah islam atau madrasah dianggap mampu menciptakan generasi yang beriman dan bermoral atau berakhlak mulia, dengan berlandaskan A-Quran dan As-Sunnah. Konsep desain islami diterapkan pada sekolah dengan nuansa turki utsmaniyah sebagai lambing kejayaan islam. Hal ini diharapkan dapat member kesan positif dan membangun kebiasaan-kebiasaan baik sebagai seorang muslim.
Re-desain Interior Art Gallery dengan Konsep Rekreatif Edukatif Kontemporer Bernuansa Surabaya Khusnul Chotimah; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v10i1.59687

Abstract

Galeri adalah selasar atau tempat, dapat pula diartikan sebagai tempat yang memamerkan karya seni tiga dimensional karya seorang atau sekelompok seniman atau bisa juga didefinisikan sebagai ruangan atau gedung tempat untuk memamerkan benda atau karya seni (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2003). Art Gallery ini merupakan salah satu galeri seni di Surabaya yang saat ini semakin terkikis oleh perkembangan jaman karena kurangnya promosi dan branding ditambah dengan kurangnya minat masyarakat terutama remaja untuk berkunjung ke galeri seni. Selain itu kondisi bangunan yang terbatas dan tergolong sudah tua, serta interior yang kurang menarik menjadi penyebab utama pengunjung galeri ini terus mengalami penyusutan. Untuk itu diperlukan upaya perubahan dan pengembangan melalui redesain galeri ini. Dilakukan riset dengan beberapa metode yaitu dengan survey ke lokasi galeri, pembagian kuisioner kepada pengunjung dan wisatawan yang sudah pernah berkunjung ataupun masyarakat umum, pengumpulan literatur, analisa konsep desain, pembuatan konsep, alternatif konsep, gambar kerja, dan hasil akhir 3D. Hasil dari metode ini menunjukkan konsep yang mampu menjawab permasalahan yang terjadi pada galeri. Konsep yang dihadirkan menciptakan suasana yang tidak membosankan dengan penataan layout yang dinamis dan penggunaan furniture yang interaktif dan informatif, namun tetap menghadirkan sentuhan Surabaya pada elemen interior sebagai ciri khas galeri guna menarik minat pengunjung terutama generasi muda dan wisatawan. Maka dari itu mendesain ulang Art Gallery dengan interior yang rekreatif, edukatif, kontemporer dan bernuansa Surabaya, akan menjadi solusi dalam menarik minat masyarakat untuk kembali berkunjung ke galeri ini, sehingga aktivitas seni di Indonesia utamanya di Surabaya dapat bangkit kembali.
PENGARUH KEPADATAN PADA PERILAKU PENGUNJUNG DI AREA BERMAIN TAMAN KOTA, STUDI KASUS : TAMAN FLORA DAN TAMAN BUNGKUL SURABAYA Vippy Dharmawan; Nanik Rachmaniyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang pengaruh kepadatan suatu area lingkungan binaan terhadap perilaku manusia sudah cukup banyak dilakukan. Salah satu manfaatnya adalah bisa menjadi rujukan dalam proses desain lingkungan binaan tersebut. Pada area bermain yang terdapat di taman kota, perilaku pengunjung sangat beragam. Ada yang sesuai dengan prediksi dari perancang, ada pula yang tidak. Perilaku yang tidak sesuai dengan prediksi perancang akan menimbulkan masalah pada pemanfaatan fasilitas tersebut. Salah satu sebabnya adalah adanya pengaruh kepadatan pengunjung taman yang berbeda dari waktu ke waktu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepadatan pengunjung taman Flora dan taman Bungkul yang terletak di kota Surabaya, serta pengaruhnya pada pola perilaku pengunjung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan observasi secara langsung dan pemetaan perilaku (behavior mapping). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kemiripan pola perilaku pengunjung di taman Bungkul dan taman Flora. Selain itu pada kondisi padat atau ramai, akan terjadi kecenderungan pengunjung untuk menggunakan fasilitas taman secara tidak sesuai dengan peruntukannya. Terutama fasilitas taman selain bangku, yang digunakan sebagai tempat duduk.
Kajian Signage dan Elemen Wayfinding di Kampus Perguruan Tinggi (Studi Kasus : Kampus ITS Surabaya) Vippy Dharmawan; Nanik Rachmaniyah
ARSITEKTURA Vol 19, No 2 (2021): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v19i2.49152

Abstract

A wide university campus which consist of many buildings need a good signage and wayfinding system arrangement. Meanwhile, the development of campus buildings is not necessarily accompanied by integrated wayfinding system planning. This article explain the finding of study on signage and wayfinding system on ITS Campus in Surabaya. The purpose of this study is to find out how signages and elements of the area work in wayfinding system on the campus. This qualitative descriptive study used direct observation in collecting data in the field. The result shows that generally the wayfinding system on the campus has been well implemented. However, it needs to optimize the signages that already available so that wayfinding activity can be carried out more easily by people who have not been familiar with the campus area