Ary Deddy Putranto
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemilihan Material Fasad pada Malang Convention and Exhibition Centre Sesuai Standar GBCI dengan Perhitungan OTTV Nugraha Putra Hutama; Heru Sufianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.892 KB)

Abstract

Penggunaan energi pendingin pada bangunan komersial meningkat pesat setiap tahunnya, baik di dunia maupun di Indonesia, sedangkan sumber energi yang ada di Indonesia diperkirakan usia cadangannya tidak lebih dari 30 tahun. Selaras dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Malang melalui Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2011 berencana mengembangkan sektor komersialnya dengan pembangunan gedung Convention Centre dalam kurun tahun 2010-2030. Sebagai upaya mereduksi penggunaan energi pada rancangan bangunan Malang Convention and Exhibition Centre, maka diperlukan pemilihan material fasad yang tepat. Diharapkan melalui pemilihan material fasad pada rancangan bangunan Malang Convention and Exhibition Centre , penggunaan energi akibat beban pendingin bangunan dapat tereduksi secara maksimal.Kata kunci: energi, fasad, material, convention
Bentuk Origami Modular pada Struktur Lipat Beta Suryokusumo S.; Ary Deddy Putranto; Iwan Wibisana
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.85 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.4

Abstract

Long-span architecture can be a consideration when we need a large interior and long span architecture. Thorugh the inspiration of nature and hand working, it can be one way to create folding construction. One of the reconzed hand arts is origami. Origami which deliberated to modular origami can be identified by design, firmness, and function. The result are developeing folded plate combine by modular origami techniques as a modelling and digital result. through origami, the finding result is origami provide a data base as design criterias and three model of basic folded plateKeywords: the art of origami, modular shape, folded strucure
Pengembangan Rumah Sederhana Sehat (RSH) Menjadi Rumah Sederhana Sehat Berwawasan Lingkungan Di Kabupaten Malang Ary Deddy Putranto
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.345 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.7

Abstract

Kebutuhan perumahan di perkotaan semakin meningkat. Untuk itu pemerintah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan terjangkau. Pemenuhan kebutuhan tersebut salah satunya dengan pengadaan Rumah Sederhana Sehat (RSH). Walaupun RSH diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi RSH harus layak, terjangkau, memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan dan kenyamanan serta berwawasan lingkungan.Tujuan studi ini yaitu mendapatkan / memperoleh hubungan antar aspek-aspek kepuasan konsumen RSH yang berwawasan lingkungan serta mengetahui tingkat kepuasan pengembang dan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi perumahan yang berwawasan lingkungan.Metode yang digunakan untuk mengolah data pada studi ini meliputi Analisa Deskriptif, IPA & Analisa Korelasi.Hasil studi menunjukkan nilai jual RSH berwawasan lingkungan di bandingkan dengan RSH yang ada telah mengalami peningkatan nilai jual sebesar Rp. 3.090.389.,-. Hal tersebut dapat diketahui dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum dan sesudah RSH, dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan. Besarnya nilai jual RSH yang ada (kondisi eksisting) sebesar Rp. 37.223.863,-. Sedangkan RSH berwawasan lingkungan memiliki nilai jual sebesar Rp. 40.314.253,-. Selain itu, tingkat keinginan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan yaitu 0,6% responden menyatakan kurang ingin; 24,4% menyatakan cukup ingin dan 75% menyatakan ingin.Sebaiknya pengembang dalam memilih lokasi perumahan walaupun berada dipinggir kota, harus tetap mempertimbangkan lokasi perumahan dekat dengan sarana pendidikan dan kesehatan. Sedangkan mengenai Keamanan Lingkungan, Kenyamanan Lingkungan, Kepemilikan Rumah dan Kreatifitas Pemilik Terhadap Rumah, bisa dikatakan telah memuaskan konsumen, diharapkan pengembang dapat mempertahankan kepuasan konsumen pada aspek-aspek ini. 
Pengaruh Green Roof Terhadap Kenyamanan Green House Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi Rizki Amanatush Shalihah; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan pembangunan, keterbatasan lahan akan menyusutkan Ruang Terbuka Hijau sehingga terjadi pemanasan global dan “Urban Heat Island” yang meningkatkan kebutuhan energi penghawaan buatan untuk mencapai kenyamanan termal optimal. Solusi untuk masalah tersebut berupa penerapan atap hijau (green roof) sebagai penyedia ruang terbuka hijau dan ruang beraktivitas. Green House Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi menerapkan green roof dengan fungsi bangunan sebagai guest house dan kantor sehingga kenyamanan pengguna dalam aktivitas perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja termal penurunan temperatur dalam bangunan dengan implementasi green roof terhadap kenyamanan pengguna. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan pendekatan eksperimental berupa pengukuran kondisi termal bangunan, penyebaran kuesioner dan pengolahan data termal. Kemudian dilakukan simulasi bangunan dengan software Autodesk Ecotect Analysis 2011 untuk membandingkan kinerja green roof. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna ruang merasa hangat (nyaman) dalam beraktivitas. Hasil analisa data termal lapangan dan simulasi menunjukkan bahwa penerapan green roof dengan rumput gajah mini dapat menurunkan temperatur dalam ruang yang mempengaruhi kenyamanan termal.
Pengaruh Biophilic Design Terhadap Lingkungan Termal dan Sirkulasi Udara Ruang Kerja Publik era New Normal Akiko Qathrunnada; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 merupakan suatu penyakit yang ditetapkan sebagai pandemik dan menjadi suatu permasalahan darurat sejak tahun 2020. Keresahan akibat COVID-19 yang membuat pembatasan manusia terhadap lingkungan dan sesamanya menyebabkan banyak dampak, mulai dari sector ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Kesulitan yang dialami semenjak adanya COVID-19 ini, membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk beraktivitas secara new normal. Kebijakan ini menilai mau tidak mau manusia harus hidup saling berdampingan dengan wabah ini untuk melanjutkan kehidupan, namun dengan syarat menerapkan protokol tertentu salah satunya dengan menghimbau penggunaan ruangan yang mengoptimalkan sirkulasi udara secara alami guna meminimalisir kesempatan bagi virus dan kuman untuk berkembangbiak. Kualitas Udara terhadap lingkungan termal dan sikulasi udara salah satunya dapat diperbaiki dengan peran elemen tanaman dan vegetasi melalui strategi design biophilic. Di Kota Malang, salah satu tempat yang banyak dikunjungi pada era new normal ini adalah Gartenhaus Co-working Space. Sebagai tempat yang dikunjungi oleh masyarakat, tentunya perlu untuk melakukan evaluasi terhadap lingkungan termal bangunan dan sirkulasi udara lingkungan sekitar berdasarkan standar kesehatan fisik udara yang telah ditetapkan oleh kementerian kesehatan dengan pendekatan melalui metode design biophilic untuk mendukung kinerja aturan new normal dalam mengoptimalkan sirkulasi udara, hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi acuan dalam penerapan biophilic design untuk meningkatkan kualitas lingkungan termal dan sirkulasi udara pada suatu ruang kerja publik. Kata kunci: New Normal, Biophilic design, Lingkungan termal, Sirkulasi udara
Evaluasi Pencahayaan Buatan pada GOR Bulutangkis Banda Baru di Kota Batam Vito Hon; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GOR Banda Baru yang diresmikan langsung oleh ketua PBSI dan Gubernur provisi Kepri pada tahun 2006 memiliki sejumlah fasilitas yang dapat mendukung calon atlet muda. Namun sayangnya pada tahun yang sama, belum ada standar nasional yang dapat digunakan sebagai acuan. Sehingga kualitas GOR itupun masih jauh dari kebutuhan. Permasalahan dari GOR ini memiliki kualitas pencahayaan buatan yang cenderung kurang terang. Peneliti akan menggunakan jenis metode kuantitatif dengan proses deskriptif evaluatif. GOR ini memiliki arena yang berjumlah 8 lapangan, yang memiliki nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 75 Lux. Sedangkan standar yang dibutuhkan adalah 300 Lux untuk GOR turnamen lokal. Hal ini disebabkan oleh tata letak titik lampu dan penggunaan jenis lampu yang kurang baik. Sehingga rekomendasi desain dari penelitian ini menghadirkan penggunaan 2 jenis lampu dengan masing-masing tata letak. Jenis lampu yang pertama adalah Fluorescent Tube dengan nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 360 Lux. Kemudian jenis lampu yang kedua adalah Metalhalide High Bay dengan nilai intensitas cahaya rata-rata sekitar 340 Lux. Kedua jenis lampu ini berdasarkan panduan baik dari standar nasional maupun pustaka. Sehingga pihak pengelola memiliki pilihan dalam memperbaiki kualitas pencahayaan buatan pada GOR.
TATA AKUSTIK RUANG PERTEMUAN FLEKSIBEL : (STUDI KASUS CONVENTION HALL HOTEL SAVANA KOTA MALANG) Tsania Chandra Vertica; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Pertemuan merupakan wadah sosial yang menjadi tempat bertemu atau berkumpul untuk melaksankan suatu kegiatan sosil dimana kebutuhan rangnya beragam seperti konser music, pernikahan ataupun pertemuan bisnis yang artinya ruang butuh memiliki kebebasan dalam menyesuaikan kondisi serta kebutuhan acara. Ragam fungsi ruang pada ruang pertemuan ini pun umumnya diatasi dengan pembuatan ruang yang sederhana dengan fungsi ruang fleksibel, yang mana menurut KBBI, Fleksibilitas berarti lentur, luwes, dan mudah menyesuaikan diri. Akustik dalam arsitektur sering dibagi menjadi akustik ruangan, yang berhubungan dengan suara yang diinginkan, dan kontrol kebisingan, yang berhubungan dengan suara yang tidak diinginkan. Kualitas akustik ruangan ialah dapat memaksimalkan fungsi ruangan dengan baik. Ruang akustik yang baik berarti pendengar dapat mendengar dan memahami suara yang dipancarkan oleh speaker atau instrumen dengan sempurna. Kata kunci: Ruang Fleksibel, Ruang Pertemuan, Akustik
PERANCANGAN KEMBALI TERMINAL ARJOSARI MALANG DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Asaddin Jurdan, Nune Syifa; Putranto, Ary Deddy
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal arjosari merupakan terminal bus terbesar dengan aktivitas tertinggi di Kota Malang, tetapi banyak bis yang berhenti menunggu penumpang yang ada di pintu keluar terminal. Antrian bus-bus di pinggir jalan ini membuat kemacetan. Hal ini terjadi karena proses masuk penumpang yang ingin menaiki bus cukup lambat karena harus masuk melalui pintu samping bangunan. Berdasarkan permasalahan di atas terdapat permasalahan berupa arus lalu lintas yang tidak efisien, sehingga pemudik enggan menaiki bus dari dalam stasiun dan memaksa bus menunggu penumpang di pintu keluar terminal sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Redesain diperlukan untuk membuat Solusi terkait sirkulasi yang efisien dengan menggunakan pendekatan Green Architeccture. Dalam mencari data-data terkait Pada hasil Redesain terdapat perubahan tata masa bangunan untuk menciptakan sirkulasi yang lebih efisien dengan memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, kelancaran, kemudahan dan kecepatan sirkulasi. Kata kunci: Terminal Arjosari, Sirkulasi, Green Architecture
Bentuk Origami Modular pada Struktur Lipat S., Beta Suryokusumo; Putranto, Ary Deddy; Wibisana, Iwan
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.4

Abstract

Long-span architecture can be a consideration when we need a large interior and long span architecture. Thorugh the inspiration of nature and hand working, it can be one way to create folding construction. One of the reconzed hand arts is origami. Origami which deliberated to modular origami can be identified by design, firmness, and function. The result are developeing folded plate combine by modular origami techniques as a modelling and digital result. through origami, the finding result is origami provide a data base as design criterias and three model of basic folded plateKeywords: the art of origami, modular shape, folded strucure
Pengembangan Rumah Sederhana Sehat (RSH) Menjadi Rumah Sederhana Sehat Berwawasan Lingkungan Di Kabupaten Malang Putranto, Ary Deddy
RUAS Vol. 11 No. 2 (2013)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2013.011.02.7

Abstract

Kebutuhan perumahan di perkotaan semakin meningkat. Untuk itu pemerintah melakukan upaya untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan terjangkau. Pemenuhan kebutuhan tersebut salah satunya dengan pengadaan Rumah Sederhana Sehat (RSH). Walaupun RSH diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi RSH harus layak, terjangkau, memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan dan kenyamanan serta berwawasan lingkungan.Tujuan studi ini yaitu mendapatkan / memperoleh hubungan antar aspek-aspek kepuasan konsumen RSH yang berwawasan lingkungan serta mengetahui tingkat kepuasan pengembang dan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi perumahan yang berwawasan lingkungan.Metode yang digunakan untuk mengolah data pada studi ini meliputi Analisa Deskriptif, IPA & Analisa Korelasi.Hasil studi menunjukkan nilai jual RSH berwawasan lingkungan di bandingkan dengan RSH yang ada telah mengalami peningkatan nilai jual sebesar Rp. 3.090.389.,-. Hal tersebut dapat diketahui dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum dan sesudah RSH, dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan. Besarnya nilai jual RSH yang ada (kondisi eksisting) sebesar Rp. 37.223.863,-. Sedangkan RSH berwawasan lingkungan memiliki nilai jual sebesar Rp. 40.314.253,-. Selain itu, tingkat keinginan konsumen terhadap RSH yang dikembangkan menjadi RSH yang berwawasan lingkungan yaitu 0,6% responden menyatakan kurang ingin; 24,4% menyatakan cukup ingin dan 75% menyatakan ingin.Sebaiknya pengembang dalam memilih lokasi perumahan walaupun berada dipinggir kota, harus tetap mempertimbangkan lokasi perumahan dekat dengan sarana pendidikan dan kesehatan. Sedangkan mengenai Keamanan Lingkungan, Kenyamanan Lingkungan, Kepemilikan Rumah dan Kreatifitas Pemilik Terhadap Rumah, bisa dikatakan telah memuaskan konsumen, diharapkan pengembang dapat mempertahankan kepuasan konsumen pada aspek-aspek ini.Â