Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Polimesin

Desain mesin pertanian serbaguna berdasarkan model mesin perontok padi konvensional A. Jannifar; Mawardi -
Jurnal POLIMESIN Vol 14, No 1 (2016): Februari
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v14i1.291

Abstract

Kelompok masyarakat yang pendapatannya sangat tergantung kepada hasil pertanian masih cukup banyak, banyak petani yang hidupnya hanya didukung oleh penjualan berbagai hasil pertanian, dengan menanam berbagai jenis tumbuhan mereka tidak bergantung lagi satu jenis tumbuhan pada satu musim panen. Petani memerlukan mesin pengolah hasil pertanian yang dapat dipergunakan untuk mengolah berbagai ragam hasil panen, seperti padi, jagung dan kacang kedelai. Penelitian ini menghasilkan kombinasi optimal dimensi bagian silinder perontok untuk hasil panen yang berbeda. Tiga jenis hasil panen, yaitu padi, jagung, dan kacang kedelai dijadikan objek pengujian. Sementara itu mesin perontok padi tipe TH-6 produksi lokal yang juga dapat digunakan untuk merontokkan hasil-hasil panen tersebut, tetapi dengan kapasitas  perontokan terbatas. Hipotesa bahwa  perubahan 3 variabel silinder perontok : jarak antara gigi pertama, sudut gigi dan tinggi gigi perlu dirubah menurut hasil panen yang berbeda. Mengawali penelitian ini, dipilihkan tiga level variasi pada masing-masing variabel untuk diuji. Variabel pertama, jarak gigi perontok konvensional 40 (mm) atau seri 4, dipilih level pengujian tambahan pada level 30 (mm) atau seri 3 dan 35 (mm) atau seri 3,5. variabel kedua, sudut gigi konvensional 45 (o) dipilih level pengujian tambahan 36 (o) dan 60 (o), Variabel ketiga, tinggi gigi konvensional 60 (mm) dipilih level pengujian tambahan pada 40 (mm) dan 50 (mm). Eksternal variabel yang dapat mempengaruhi penelitian ini adalah gaya pelepasan butir (N), kadar air (%) dan putaran silinder perontok (rpm). Ketiga eksternal variabel tersebut dikendalikan pada kondisi pemakaian mesin perontok biasanya. Kondisi pemakaian yang biasa dinilai oleh operator mesin yang berpengalaman. Dari hasil pengujian pada level yang dipilih, diperoleh susunan gigi perontok optimal untuk padi, seri gigi 4, sudut gigi 36 (o) dan tinggi 60 (mm). Untuk jagung, seri gigi 3, sudut gigi 36 (o) dan tinggi gigi 60 (mm). Untuk kacang kedelai, seri gigi 4, sudut gigi 45 (o) dan tinggi gigi 50 (mm). masing-masing susunan menghasilkan kapasitas perontokan untuk padi 1920 (kg/jam), jagung 2450 (kg/jam), kacang kedelai 459 (kg/jam). Dibandingkan dengan kapasitas perontokan  mesin perontok konvensional, untuk padi mengalami kenaikan 92 % ,  jagung 22 %,  kacang kedelai 15 %.
Study on process parameters effects to burr height in drilling of Aluminium 6061 alloy sheet on CNC milling machine Nguyen Huu Tho; Nguyen V. A. Duy; Dinh Tien Dung; Nguyen M. Huy; Nguyen V. Thanh; Jannifar Jannifar
Jurnal POLIMESIN Vol 20, No 1 (2022): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v20i1.2116

Abstract

Productivity and quality of drilling are also of interest, have been paid more attention on the size of burr through the cleaning process. The presence of burr on drilled workpieces creates problems not only in the processing but also in the assembly line, affecting the accuracy of the assembly. Many factors have significant impacts on the burr height such as spindle speed, cutting feed and drill bit diameter. In this paper, the experiment investigation of those process parameters to burr height is implemented, then Taguchi-based approach is used to determine the influence density of each factors. Moreover, artificial neural network model is applied to predict the burr height based on the three input factors. The experiment results showed that the two most important factors affecting the burr are the speed of the spindle and the feed rate. The factors realized to be significant for burr formulation such as an 8 mm drill bit diameter, a CNC spindle speed of 2500 rpm, and feed rate of 70 mm/rev, which will result in the smallest output in terms of the height of the obtained burr is 0.12792 mm.