Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PKM USAHA KERIPIK UBI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MUARA DUA PEMKOT LHOKSEUMAWE Zaini; Hanif; Indra Mawardi; Safaruddin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v4i1.47

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM adalah untuk meningkatkan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas usaha keripik di Kecamatan Muara Dua Pemkot Lhokseumawe. Mitra kegiatan PKM usaha keripik ubi ibu Ridna Dewi yang berlokasi di Desa Paloh Batee Kecamatan Muara Dua Pemkot Lhokseumawe. Mitra mempunyai beberapa permasalahan dalam mengembangkan usahanya. Permasalahan utama mitra adalah mitra melakukan proses produksi secara konvensional. Hal ini menyebabkan kapasitas produksi keripik masih rendah dan kualitas keripik masih berminyak sehingga keripik masih kurang renyah dan cepat lembek. Keripik ubi dijual secara curah dengan menggunakan kemasan dari kantong plastik biasa sebagai wadah sehingga produk terlihat masih kurang menarik. Hal ini berpengaruh terhadap daya beli. Didasari permasalahan mitra, maka tim pengabdian menawarkan penyelesaian permasalahan tersebut dengan mekanisasi peraltan kerja dan pelatihan/ pendampingan. Metode penyelesaian permasalahan mitra adalah dengan penerapan teknologi tepat guna. Dimulai dari pembuatan dan implementasi mesin-mesin teknologi tepat guna perajang ubi, mesin peniris minyak, penyediaan kemasan dan peralatan kemasan produk sampai pendampingan. Dari hasil penrapan teknologi tepat guna, usaha keripik ubi ibu Ridna Dewi telah memiliki mesin perajang ubi dan mesin peniris minyak keripik. Mesin yang diberikan telah mampu meningkatkan produksinya mencapai 200%. Mitra telah memiliki peralatan kemasan produk dan plastik keripik untuk meningkatkan pemasaran produk.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Pascapanen Dalam Upaya Peningkatan Produktifitas Petani Kopi di Kabupaten Bener Meriah Indra Mawardi; Hanif Hanif; Zaini Zaini; Zainal Abidin
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2019): Februari
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.633 KB) | DOI: 10.31960/caradde.v1i2.56

Abstract

Penerapan teknologi tepat guna pascapanen kopi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan kopi. Kelompok tani BLJ Tani (Blang Jorong Tani) dan kelompok tani Buge Mujadi adalah dua kelompok tani petani kopi di Desa Petukel Blang Jorong yang akan menjadi masyarakat mitra kegiatan penerapan TTG. Tujuan dari kegiatan penerapan TTG ini adalah untuk meningkatkan produktifitas masyarakat mitra (petani kopi) di Desa Petukel Blang Jorong melalui penerapan mesin-mesin TTG pascapanen kopi. Mesin-mesin yang akan diterapkan nantinya adalah mesin pengupas kulit buah kopi sistem berjalan, mesin pencuci buah kopi dan mesin huller berjalan. Metode pelaksanaan program dimulai dari survey ke lokasi, sosialisasi program, perancangan dan pembuatan mesin-mesin pascapanen kopi, penerapan mesin yang telah difabrikasi dan evaluasi kegiatan. Dari hasil kegiatan telah diproduksi mesin-mesin tepat guna pascapanen kopi, yang terdiri dari dua unit mesin pengupas kulit kopi berjalan (pulper mobile), satu unit mesin pencuci biji kopi type bacth, dan satu unit mesin pengupas biji kopi berjalan (huller mobile). Petani kopi di Desa Petukel Blang Jorong Kabupaten Bener Meriah telah mengenal mesin-mesin teknologi tepat guna pascapanen kopi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukan produktifitas petani kopi mulai meningkat. Hal ini dapat terlihat dari proses pengolahan kopi pascapanen yang lebih efektif dan efesien.
Inovasi Rak Pengering Sistem Knockdown Dalam Upaya Penguatan Kualitas Kopi Gayo Sebagai Produk Unggulan Daerah Indra Mawardi; Hanif; Jannifar; Safaruddin; Zainal Abidin
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v3i2.551

Abstract

The aim of the PKM program is to strengthen the quality and increase the quantity of green been Gayo coffee through the implementation of a drying rack innovation with a knockdown system. Methods for solving problems using structural and functional methods. The structural method is in the form of designing and fabricating the knockdown drying rack system, while the functional approach method is carried out in the form of problem identification, implementation and training, to mentoring. The output of this activity has been produced in the form of a knockdown coffee drying rack. The knockdown system innovation on coffee drying racks has many advantages over conventional drying racks. The use of knockdown drying racks has increased the dry coffee bean production capacity by up to 40% and the quality of the coffee beans is well maintained.
PENERAPAN MESIN SORTASI DALAM UPAYA EFESIENSI PROSES PRODUKSI KOPI GAYO SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAERAH ACEH TENGAH Indra Mawardi; Hanif hanif; Jannifar Jennifar; Safaruddin Safaruddin
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v3i2.9400

Abstract

Gayo coffee is a superior regional product in the Central Aceh district. The production process of Gayo coffee is still done traditionally. In developing the quality and quantity of Gayo coffee, it is necessary to apply the production process technology. PKM activity partner, CV. Aceh nutrition has problems in the production process, especially in the sorting process, which is still manual. This process requires labor and long processing time so that the production process becomes inefficient. This problem is essential to be resolved in an effort to increase partner productivity. This service activity aims to improve the efficiency of the coffee bean production process through the application of a green bean sorting machine. The sorting machine will produce green beans based on size or dimensions following SNI. Solving partner problems is carried out using functional and structural approaches. Activities started from problem identification, design, and fabrication of green bean sorting machines, implementation and training, assistance, and evaluation. The results of these activities, green bean coffee sorting machines have been successfully fabricated with a capacity of 200-300 kg/hour. This machine has been implemented to partners CV. Nutrisi Aceh. The green bean sorting machine implemented to partners can operate well. The resulting large green beans amount to 30-40% of the total sorted green beans. The use of a sorting machine can increase the efficiency of time and labor in the green bean sorting process so that partner productivity can increaseABSTRAK:Kopi Gayo merupakan produk unggulan daerah kabupaten Aceh Tengah. Proses produksi kopi Gayo masih banyak dilakukan secara tradisional. Dalam pengembangan kualitas dan kuantitas kopi Gayo diperlukan penerapan teknologi proses produksi. Mitra kegiatan PKM, CV. Nutrisi Aceh memiliki permasalahan dalam proses produksi, khususnya pada proses penyortiran yang masih manual. Proses ini membutuhkan tenaga kerja dan waktu proses yang lama, sehingga proses produksi menjadi tidak efesien. Permasalahan ini menjadi penting untuk diselesaikan dalam upaya peningkatan produktivitas mitra. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan efesiensi proses produksi biji kopi melalui penerapan mesin sortasi green bean. Mesin sortasi akan menghasilkan green bean berdasarkan besar atau dimensi sesuai dengan SNI. Penyelesaian permasalahan mitra dilakukan dengan metode pendekatan fungsional dan struktural. Kegiatan dimulai dari identifikasi permasalahan, perancangan dan fabrikasi mesin sortasi green bean, implementasi dan pelatihan, pedampingan, dan evaluasi. Dari hasil kegiatan telah berhasil difabrikasi dan diimplemetasikan teknologi mesin sortir green bean kepada mitra. Penggunaan mesin sortir dapat meningkatkan efesiensi waktu dan tenaga kerja dalam proses penyortiran green bean sehingga produktivitas mitra dapat meningkat.
PENGARUH KOMPOSISI DAN KUAT TEKAN TERHADAP TINGKAT KERAPUHAN BRIKET ARANG BIOMASA CAMPUR BATUBARA DENGAN TEPUNG KANJI SEBAGAI PEREKAT Dailami Dailami; Pribadyo Pribadyo; Hanif Hanif
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 2, No 1 (2020): October
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v2i1.44

Abstract

Abstract West Aceh is one of the regions in Aceh Province that has natural resources in the form of coal mines and biomass in the form of rice husks, sawdust, peanut shells and coconut shells which have not been utilized. One of the efforts to exploit this potential is by processing it into bioarang coal briquettes into alternative fuels through the briquette process. The purpose of this study was to determine the level of brittleness in the manufacture of coal and biomass briquettes. The research was conducted by varying the mass composition of the mass weight of the mixture between coal and sawdust biomass, rice husks, coconut shell and peanut shells by 50%, 60%, 70% for coal and 40%, 30%, and 20% for biomass. The adhesive (glue) in the form of starch is 10%. Pressure applied is 80 lb/in2, 100 lb/in2 and 120 lb/in2. The test used the drop test method with the calculation procedure using the ASTM D 440-86 r02 standard. The results showed that the ratio of the composition of the mixture of raw materials and pressing pressure had an effect on the brittleness of the briquettes. The highest brittleness was obtained at a composition ratio of 50% coal: 40% coconut shell: 10% starch at a pressure of 80 lb/in2 obtained a weight of 24, 24 grams. The lowest brittleness is obtained at a mixture composition of 60% coal: 30% peanut shell: 10% starch at a pressure of 80 lb/in2, the weight is 29.7 grams. Keyword Coal, biomass, starch, hydraulic pressure. __________________________ Abstrak: Aceh Barat merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang memiliki sumber daya alam berupa tambang batu bara serta biomassa berupa sekam padi, serbuk kayu, kulit kacang tanah serta tempurung kelapa yang belum termanfaatkan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut adalah dengan cara diolah menjadi briket bioarang batu bara menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pembriketan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui tingkat kerapuhan pada pembuatan briket campuran batubara dan biomasa. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan komposisi berat masa campuran antara batu bara dan biomasa serbuk kayu, sekam padi, tempurung kelapa dan kulit kacang tanah sebesar 50%, 60%, 70% untuk batubara dan 40%, 30%, dan 20% untuk biomasa. Bahan perekat (lem) berupa tepung kanji sebesar 10%. Tekanan diberikan sebesar 80 lb/in2, 100 lb/in2 dan 120 lb/in2. Pengujian menggunakan metode drop test dengan prosedur perhitungan menggunakan standar ASTM D 440-86 r02. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan komposisi campuran bahan baku dan tekanan pengepresan berpengaruh terhadap tingkat kerapuhan briket. Kerapuhan tertinggi diperoleh pada perbandingan komposisi sebesar 50% batu bara: 40% tempurung kelapa: 10% tepung kanji pada tekanan 80 lb/in2 diperoleh berat 24, 24gram. Kerapuhan terendah diperoleh pada perbandingan komposisi campuran 60% batu bara: 30% kulit kacang tanah:10% tepung kanji pada tekanan 80 lb/in2 diperoleh berat 29, 7gram. Kata kunci Batu bara, biomassa, tepung kanji, tekanan hidraulik __________________________
Pengaruh interpass temperatur terhadap sifat mekanik proses pengelasan SMAW material carbon steel SS400 Muqsalmina Muqsalmina; Syukran Syukran; Hanif Hanif
Journal of Welding Technology Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.971 KB) | DOI: 10.30811/jowt.v1i1.1454

Abstract

Welding is the process of joints metals by melting through heating. Interpass temperature can influence the rapid slowing of the cooling rate and also determine the percentage of accicular ferrite formation, the slower cooling rate will form more accicular ferrite. Accicular ferrite is a structure that is expected from every welding process because it has more resilient properties. This study aims to determine the effect of temperature interpas on the mechanical properties of the welding process SMAW SS400 carbon steel material. Welding specimens were given variations in interpas temperature treatment namely 100oC, 150oC, and 200oC. The results showed that interpas temperature variation could affect the tensile strength value of welded material. The voltage value on the 100oC interpas specimen is 38.26 Kgf / mm2. The value of the stress in the 150oC interpas specimen is 39.09 Kgf / mm2. The value of the stress in the 200oC specimen is 37.37 Kgf / mm2. The value of the stress without treatment is 32.21 Kgf / mm2. Keywords: Welding, SS400 Carbon Steel, Tensile Test, Interpass TemperatureAbstrak Pengelasan merupakan proses penyambungan logam dengan cara pencairan melalui pemanasan. Interpass temperatur dapat mempengaruhi cepat lambatnya laju pendinginan dan turut menentukan prosentasi terbentuknya accicular ferrite, laju pendinginan lebih lambat akan terbentuk accicular ferrite yang lebih banyak. Accicular ferrite ini merupakan struktur yang diharapkan dari setiap proses pengelasan karena memiliki properties yang lebih tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interpas temperatur terhadap sifat mekanik proses pengelasan SMAW material carbon steel SS400. Spesimen pengelasan diberi variasi perlakuan temperatur interpas yakni 100oC, 150oC, dan 200oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur interpas dapat mempengaruhi nilai kekuatan tarik suatu material hasil lasan. Nilai tegangan pada spesimen interpas 100oC adalah sebesar 38,26 Kgf/mm2. Nilai tegangan pada spesimen interpas 150oC adalah sebesar 39,09 Kgf/mm2. Nilai tegangan pada spesimen 200oC adalah sebesar 37,37 Kgf/mm2.Nilai tegangan tanpa perlakuan adalah sebesar 32,21 Kgf/mm2.Kata Kunci : Pengelasan, Carbon Steel SS400, Uji Tarik, Temperatur Interpass
Analisa Pengaruh Proses GTAW Dan SMAW Terhadap Ketangguhan Sambungan Pengelasan Material AISI 1050 Herizal Herizal; Hasrin Hasrin; Hanif Hanif
Journal of Welding Technology Vol 2, No 1 (2020): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v2i1.1954

Abstract

Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua bagian logam atau lebih dengan menggunakan energi panas dan menggunakan bahan tambah atau elektroda yang dipanaskan sehingga mempunyai kekuatan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh hasil pengelasan yang berbeda yaitu pengelasan GTAW ( gas tungsten arc welding ) dan pengelasan SMAW ( shield metal arc welding ) pada pelat baja AISI 1050 terhadap kekuatan IMPACT,  Plat baja AISI 1050 merupakan baja yang memiliki kadar karbon 0.50% sehingga tergolong dalam baja karbon sedang. Baja ini banyak digunakan di pasaran karena memiliki banyak keunggulan salah satunya adalah mempunyai sifat mampu las yang baik (machinability), wear resistance-nya (keausan) baik dan sifat mekaniknya yang baik juga. proses pengelasan yang dilakukan menggunakan pengelasan manual. Pada hasil pengujian IMPACT hasil pengelasan GTAW lebih tinggi dibandingkan pengelasan SMAW dengan selisih  harga impact rata-rata sebesar 0,27 J/mm2 dibandingkan pengelasan SMAW, kekerasan pengelasan GTAW tidak terlalu jauh dengan hasil pengelasan.
Pengaruh Penggunaan Ternary Blend Fly Ash Dengan Volume Tinggi dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Sofa Rizki; Syamsul Bahri; Sulaiman Sulaiman; Hanif Hanif; Aiyub Aiyub; Cut Yusnar
Jurnal Teknologi Vol 21, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.509 KB) | DOI: 10.30811/teknologi.v21i2.2433

Abstract

This study aims to find the effect of ternary blended: cement, fly ash (FA), and rice husk ash (ASP) on the compressive strength of high-strength concrete.  The composition of FA and ASP used for cement replacement were 0%, 10% ASP, 30% FA, 10% ASP+30% FA, 10% ASP+40% FA, and 10% ASP+50% FA.  The water-cement factor (FAS) and binder used are 0.3 and 500 kg/m3 fresh concrete, respectively.  The specimens used for compressive strength is cubes of 100×100×100 mm with tests at the age of 1, 3, 7, 28, and 56 days.  The results showed that the use of 10% ASP increased the compressive strength of the concrete compared to the control concrete but required more superplasticizers.  The use of 30% FA as a cement substitute showed a decrease in compressive strength compared to control concrete but reduced the use of superplasticizer.  The use of a combination of FA and ASP as a substitute for cement showed a decrease in compressive strength under control concrete and concrete using 30% FA.  The decrease in the compressive strength of concrete with the combination of ASP and FA is beyond the initial expectation.  This may be due to the disproportionate use of FA compared to ASP so that the reaction that occurs is not optimal to form calcium silicate hydrate (CSH).  However, the use of ternary blended cement, FA, and ASP still has added values which is better workability than without using FA.
MANAJEMEN KEMITRAAN PERGURUAN TINGGI VOKASI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LULUSAN Riza Hasan; Rahmad Nuthihar; Hanif Hanif
Jurnal Kebijakan Publik Vol 13, No 4 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v13i4.8145

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) manajemen kemitraan perguruan tinggi vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan pada Akademi Komunitas Negeri (AKN) Aceh Barat; (2) faktor pendorong kemitraan; (3) faktor penghambat kemitraan; (4) cara mengatasi hambatan kemitraan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) manajemen kemitraan Perguruan Tinggi AKN Aceh Barat dengan DUDI dalam meningkatkan kompetensi lulusan yang ditinjau dari fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan secara efektif; (2) faktor pendorong kemitraan yaitu adanya unsur kemitraan dalam Visi, Misi, dan rencana program kerja tahunan, adanya tim kerja pelaksana program kemitraan, adanya pembuatan MoU kerja sama, dan adanya penilaian terhadap capaian program kemitraan; (3) faktor Penghambat Kemitraan, yaitu tidak adanya keterlibatan DUDI dalam merumuskan dan menyusun rencana program kemitraan, tidak adanya kesesuaian antara rencana program kemitraan dengan kebutuhan DUDI, tidak adanya rincian pembagian beaban kerja, tidak adanya pembuatan rencana kerja turunan dari pokok-pokok rencana kerja tahunan, dan tidak adanya standar penilain progam kemitraan.
Manajemen Kemitraan Perguruan Tinggi Vokasi dengan DUDI untuk Meningkatkan Keterserapan Lulusan dalam Dunia Kerja di Kabupaten Aceh Barat Riza Hasan; Rahmad Nuthihar; Hanif Hanif; Juanda Juanda
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Department of Public Administration, Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kjap.v9i1.9114

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) the partnership management of the West Aceh State Community Academy (AKN) with the Business and Industrial World (DUDI) the level of absorption of graduates in the world of work; (2) efforts that can be made to increase the absorption of graduates in the world of work. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection by way of observation, documentation, and interviews while data analysis using interactive analysis. The results of this study are (1) partnership management between West Aceh AKN and DUDI to increase the absorption of graduates in the world of work. This is based on the findings of problems in each aspect of the West Aceh AKN partnership management; (2) efforts that can be made to increase the absorption of graduates in the world of work are (a) involving DUDI in the preparation of the curriculum; (b) involve DUDI as an instructor/guest lecturer; (c) involve DUDI to provide knowledge competency tests after students carry out field work practice programs.