p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Maju
Nurdiah Husnah
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KESESUAIAN LAHAN DAN KERAGAAN PRODUKTIVITAS JAGUNG VUB BALITBANGTAN DI KABUPATEN MAMUJU SULAWESI BARAT Marthen P. Sirappa; Nurdiah Husnah; Muhtar Muhtar
Jurnal Ilmiah Maju Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Maju Vol.4 No.1 Januari - Juni 2021
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kesesuaian lahan dan keragaan produktivitas jagung varietas unggul baru Balitbangtan dilaksanakan di desa Guliling, kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Luas lahan kajian yang digunakan seluas 3 ha milik petani. Inovasi teknologi budidaya jagung dlakukan dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu, meliputi penggunaan VUB hibrida Balitbangtan, yaitu Nasa 29, JH 37 dan JH 45, sistem tanam double row dengan jarak tanam (100 - 40 cm) x 20 cm (1 tanaman/lubang), pupuk berimbang Urea 250 kg dan NPK Phonska 300 kg/ha, pengendalian OPT secara terpadu. Hasil kajian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan yang dihasilkan Balitbangtan tahun 2016, kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di lokasi kajian, yaitu di kecamatan Kalukku, kabupaten Mamuju tergolong sesuai marjinal (S3) dengan faktor pembatas retensi hara (nr), ketersediaan hara (na), ketersediaan air (wa), dan media perakaran (rc). Luas lahan yang sesuai marjinal (S3) untuk tanaman jagung seluas 46.778 ha, terdiri atas kelas S3-nr/na/wa seluas 5.582 ha, S3-rc/wa seluas 3.463 ha, dan S3-wa seluas 37.733 ha. Hasil jagung varietas unggul baru Balitbangtan yang dicapai rata-rata dengan penerapan inovasi teknologi sebesar 9,43 t/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil jagung di Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju. Penggunaan varietas unggul baru hibrida dengan sistem tanam double row dan pemupukan secara berimbang mampu meningkatkan hasil jagung dibandingkan dengan cara konvensional.
POTENSIDAN TEKNOLOGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI PADA AGRO EKOSISTEM LAHAN SAWAH DAN LAHAN KERING DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Marthen Pasang Sirappa; Religius Heryanto; Nurdiah Husnah
Jurnal Ilmiah Maju Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Maju Vol.5 No.1 Januari - Juni 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi literature untuk mengetahui potensi dan teknologi peningkatan produktivitas kedelai pada agro ekosistem lahan sawah dan lahan kering di kabupaten Polewali Mandar. Produksi kedelai cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, meskipun rata-rata produktivitas yang dicapai masih rendah dibandingkan dengan potensi hasil atau hasil penelitian. Rata-rata produktivitas kedelai yang dicapai di Kabupaten Polewali Mandar dan Sulawesi Barat masih rendah yaitu 1,56-1,63 t/ha. Berdasarkan analisis penilaian kesesuaian lahan untuk kedelai diketahui bahwa kesesuaian lahan tergolong sesuai marjinal (S3) dengan faktor pembatas antara lain retensi hara (nr), media perakaran (rc), dan temperatur (tc). Oleh karena itu, untuk meningkatkan produktivitas kedelai diperlukan penerapan teknologi pengelolaan tanaman antara lain pemberian bahan ameliorant, seperti kapur dan bahan organic untuk meningkatkan retensi hara, perbaikan sistem drainase, dan pemilihan varietas dan waktu tanam yang sesuai dengan lingkungan tumbuh. Untuk lahan sawah, teknologi budidaya kedelai dilakukan dengan sistem budidaya jenuh air. Pemilihan varietas unggul kedelai menjadi perhatian dalam upaya keberhasilan peningkatan produktivitas. Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pemilihan varietas adalah : (a) daya hasil, (b) umur tanaman, (c) tipe/ukuran biji, (d) musim tanam, (e) preferensi pasar, (f) nilai jual, (g) ketersediaan benih, dan (h) kesesuaian agroekologi.