Aristina Halawa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan William Booth

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 10 No 2 (2021): Jurnal keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v10i2.293

Abstract

Kecanduan game online pada remaja ini dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua karena remaja menghabiskan waktunya untuk bermain game online dan menjadi tidak bertanggung jawab terhadapt tugas-tugasnya baik di rumah, sekolah maupun tanggungjawab sosialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecanduan game online dan tingkat kecemasan orang tua. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 12-21 tahun yang bermain game online sekitar 5-6 jam bahkan lebih perhari dan orang tua yang anaknya kecanduan game online sejumlah 24 responden. Pengambilan sampel dilakuan dengan cara Total Sampling. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner IAT dan TMAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang mengalami kecanduan game online ringan orang tuanya juga mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 10 orang (72%) dan remaja yang mengalami kecanduan game online berat menunjukkan orangtuanya juga paling banyak mengalam kecemasan berat yaitu sebanyak 5 orang (50%). Dari hasil uji statistik spearmen didapatkan hasil p= 0,001 yang berarti H0 ditolak atau ada hubungan antara kecanduan game online pada remaja dan tingkat kecemasan orang tua. Orang tua dapat melakukan pengawasan pada anak dengan mendampingi anak bermain game online dan memberi batasan waktu yang tegas sehingga anak tidak mengalami kecanduan dan orang tua juga tidak mengalami kecemasan.
PERAN SUAMI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEIKUTSERTAAN ISTRI BERKB Aristina Halawa
Bahasa Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan suami dalam keluarga berencana (KB) diwujudkan melalui perannya untuk mendukung (memutuskan bersama pasangan) penggunaan kontrasepsi. Namun masalahnya masih banyak suami yang belum berperan baik dalam memutuskan pemilihan pemakaian KB oleh istrinya, kebanyakan masih ditentukan oleh istri karena menganggap hanya tanggung jawab istri. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi peran suami dalam pengambilan keputusan keikutsertaan istri berKB. Variabel yang digunakan dalam penelitian adalah variabel tunggal yaitu gambaran peran suami dalam pengambilan keputusan keikutsertaan istri berKB di RT 02/ RW 02 Dukuh Menanggal Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan populasi berjumlah 36 responden, sampel yang diambilsebanyak 36 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan kuisioner dan pengolahan data dengan penghitungan distribusi frekuensi dan prosentase. Berdasarkan data yang diambil dari suami yang istrinya menjadi akseptor KB didapatkan bahwa suami yang berperan suami cukup dalam pengambilan keputusan keikutsertaan istri berKB yaitu sebanyak 22 responden (61%). Sehingga suami diharapkan dapat berperan baik dengan cara memutuskan bersama istri mengenai KB yang digunakan dan tokoh masyarakat setempat dapat bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang KB melalui pertemuan-pertemuan yang ada di daerah tersebut.
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KINERJA PERAWAT PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI RS WILLIAM BOOTH SURABAYA Aristina Halawa; Hendro Djoko Tjahdjono; Erisa Navyta Khurniawati
Bahasa Indonesia Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v11i1.328

Abstract

Selama masa pandemi covid-19 banyak perawat yang mengalami kelelahan akibatnya perawat mengalami burnout karena banyaknya tanggung jawab dan tuntutan kerja. Burnout merupakan kondisi kelelahan secara fisik maupun emosi. Banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi covid-19 dan peningkatan jumlah pasien covid-19 menyebabkan keterbatasan tenaga medis terutama perawat diruang rawat inap isolasi. Jam kerja yang semula hanya 8 jam menjadi lebih dari waktu tersebut bahkan tidak luput dari jam lembur sehingga dikhawatirkan perawat mengalami tingkat stres dan kelelahan kerja yang berdampak pada penurunan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan burnout dengan kinerja perawat pada era pandemi covid-19 di RS William Booth Surabaya. Desain penelitian korelasi ini dengan kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi yang dalam penelitian ini adalah semua perawat yang pernah merawat pasien covid-19 diruang isolasi. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Maslach Burnout Inventory (MBI) dan kuisioner kinerja perawat. Hasil penelitian didapatkan bahwa paling banyak responden mengalami burnout tinggi sebanyak 13 responden (37,1%), dan mayoritas responden memiliki kinerja baik sebanyak 34 responden (97,1%). Dan hasil uji statistik spearman rho didapatkan nilai p = 0.253 yang artinya tidak ada hubungan burnout dengan kinerja perawat pada era pandemi covid-19 di Rumah Sakit William Booth Surabaya. Oleh karena itu, perawat hendaknya mampu mengendalikan burnout yang dialami, agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya dengan baik dalam memberikan pelayanan profesional kepada pasien secara optimal kepada pasien.
GERAKAN LANSIA SEHAT SADAR PENYAKIT (GERKASA-LASAKIT) KELURAHAN BANGKINGAN KECAMATAN LAKARSANTRI KOTAMADYA SURABAYA PROPINSI JAWA TIMUR Erika Untari Dewi; Aristina Halawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.112 KB) | DOI: 10.47560/pengabmas.v1i1.253

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia sebenarnya adalah indikator yang menunjukkan semakin sehatnya penduduk Indonesia karena usia harapan hidupnya meningkat, meskipun disisi lain produktivitas mereka menurun. Proses penuaan penduduk tentunya berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama kesehatan, karena dengan semakin bertambahnya usia, fungsi organ tubuh akan semakin menurun baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Kualitas hidup penduduk lanjut usia yang umumnya masih rendahdapat terlihat dari pendidikan akhir yang warga sebagian besar adalah sekolah dasar. Dari sisi kualitas hidup selain pendidikan, penduduk lanjut usia juga mengalami masalah kesehatan. Data menunjukkan bahwa ada kecenderungan angka kesakitan lanjut usia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tentunya harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Dari hasil survei yang sudah dilakukan di Kelurahan bangkingan Kecamatan Lakrsantri Kota Surabaya, data yang ditemukan di RW 01, 02 dan 03 Kelurahan Bangkingan jumlah keseluruhan lansia ada 196 orang dari total warga yaitu 2342 orang. Jumlah lansia yang mengalami masalah kesehatan seperti asam urat senyak 49 orang (25%), hipertensi 81 orang (41%), diabetes melitu 18 orang (9%).Penurunan kesehatan pada usai lanjut ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah pola hidup yang kurang sehat seperti pola makan diwaktu muda, adanya faktor genetik, mekanisme koping yang kurang efektif dalam menghadapi masalah sehingga dapat mempengaruhi kesehatan pada lansia. Masalah kesehatan yang sering terjadi sebagai akibat dari pola hisup yang kurang sehat pada lansia adalah penyakit asam urat, hipertensi dan diabetes melitus. Mengingat kondisi dan permasalahan lanjut usia seperti diuraikan di atas, maka penanganan masalah lanjut usia harus menjadi prioritas, karena permasalahannya terus meningkat sesuai dengan pertambahan jumlahnya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengadakan suatu kegiatan dengan tema “lansia sadar penyakit (LASAKIT) dan gerakan lansia sehat (GERKASA)” sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas di kalangan usia lanjut.
HUBUNGAN HARGA DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PENDERITA TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PAKIS KOTA SURABAYA Aristina Halawa; Hendro Djoko Tjahjono; Alwi Hasan
Bahasa Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v11i2.394

Abstract

Tuberkolosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobakterium Tuberkulosis. Penyakit Tuberkulosis ini akan berdampak pada harga diri penderitanya. Apabila harga diri penderita Tuberkulosis tersebut kurang baik, maka akan berdampak juga pada kecemasan penderita Tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dengan tingkat kecemasan penderita tuberculosis.Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang pasien tuberculosis di Puskesmas Pakis Surabaya sedangkan besar sampel 32 orang dipilih dengan menggunakan Purpose sampling. Instrument yang digunakan yaiu Kuisioner RSES (Rosenerg Self Esteem Scale) untuk mengukur variabel harga diri dan Kuisioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS/SRAS) untuk mengukur variabel kecemasan. Analisis data menggunakan Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tuberculosis memiliki harga diri tinggi sebanyak 29 orang (90.6%) dan yang memiliki kecemasan rendah sebanyak 28 orang (87.5%). Hasil penelitian yang menggunakan uji statistic Spearman Rho menunjukkan adanya hubungan harga diri dengan tingkat kecemasan pada penderita tuberculosis dengan nilai p= 0,000. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, pentingnya pendidikan terhadap pemahaman pada suatu hal yang menyebabkan seseorang menjadi percaya diri terhdap dirinya sehingga menyebabkan harga diri tinggi yang kemudian akan berdampak pada kecemasan ringan pada penderita.
Extremity Massage with Aromatherapy Lemongrass Lowers Blood Pressure Hypertension Patients Ethyca Sari; Aristina Halawa
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i3.312

Abstract

Hypertension is caused by various factors including severe stress and an unhealthy lifestyle. Various ways are done to lower blood pressure, one of which is lemongrass aromatherapy combined with massage. The purpose of this study was to determine the effect of extremity massage using lemongrass aromatherapy on blood pressure in patients with hypertension. This study uses a pre-experimental research design with one group pre-post test design. The population in this study were 15 respondents with hypertension and a total sample of 14 respondents using the Non-Probability Sampling (Purposive Sampling) technique. The data was collected using observation before and after the action and then statistically tested using the wilcoxon test. From the results of the study, respondents before the extremity massage were mostly stage I hypertension by 57%, and after the extremity massage were mostly normal by 64%. So that there is an effect of extremity massage with lemongrass aromatherapy to reduce blood pressure in hypertensive patients with p = 0,000. Therefore, it is hoped that extremity massage using lemongrass aromatherapy can be used as an alternative treatment to lower blood pressure, especially for people with hypertension.