Hendro Djoko Tjahjono
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan William Booth

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TERAPI MADU TERHADAP LUKA DIABETIK PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RW 011 KELURAHAN PEGIRIAN SURABAYA Fauziyah Sundari; Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v6i1.156

Abstract

Pendahuluan: Salah satu alternatif perawatan luka diabetik adalah menggunakan terapi madu. Madu memiliki kandungan air dan kelembapan yang cukup sehingga tidak mendukung bakteri untuk bertumbuh dan berkembangbiak. Survey yang dilakukan di daerah kelurahan Pegirian Surabaya, masih ada pasien DM yang mengalami luka diabetik dan melakukan perawatan menggunakan air dan betadin, larutan NaCl 0,9% dan serbuk Nebacetin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi madu terhadap luka diabetik. Metode: Desain penelitian menggunakan pra eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test. Populasi penelitian adalah pasien yang menderita luka diabetik sejumlah 10 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan pendekatan Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan derajat luka diabetik sebelum dilakukan terapi madu sebagian besar dalam kategori berat yaitu 9 responden (90%). Derajat luka diabetik setelah pemberian terapi madu diperoleh sebanyak 4 responden (40%) dalam kategori sedang. Uji statistik menggunakan Wilcoxon didapatkan tingkat signifikasi 0,023 (ρ<0,05) yang berarti ada pengaruh pemberian terapi madu terhadap luka diabetik pada pasien DM tipe 2. Diskusi: Dengan demikian, terapi madu sangat membantu dalam proses penyembuhan luka diabetik pasien, sehingga di harapkan terapi ini dapat di jadikan pengobatan alternatif untuk penyembuhan luka diabetik.
PENGARUH SENAM DISMENORE TERHADAP NYERI HAID PADA MAHASISWI TINGKAT I PRODI KEBIDANAN STIKES WILLIAM BOOTH SURABAYA Rizky Amalia; Hendro Djoko Tjahjono
Bahasa Indonesia Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri haid merupakan gangguan menstruasi yang sering muncul pada remaja perempuan. Beberapa remaja perempuan mengungkapkan ketika menstruasi mengalami nyeri haid, dan kondisi tersebut mengganggu aktivitasnya. Senam dismenore adalah aktivitas fisik berupa gerakan – gerakan yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada saat menstruasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam dismenore terhadap nyeri haid. Desain yang digunakan yaitu pra -eksperimen (one group pre – post test design). Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswi tingkat I prodi kebidanan Stikes William Booth Surabaya yang mengalami nyeri haid sejumlah 27 responden, sampel penelitian sebanyak 27 responden, menggunakan teknik non – probability sampling (total sampling). Variebel independent dalam penelitian yaitu senam dismenore dan variabel dependent-nya nyeri haid. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan, sebelum dilakukan senam dismenore sebanyak 18 responden (67%) mengalami nyeri haid dengan skala ringan dan setelah dilakukan senamdismenore sebanyak 19 responden (70%) tidak mengalami nyeri haid. Hasil uji statistic Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh senam dismenore terhadap nyeri haid dengan tingkat signifikan0,000 (p<0,05). Senam dismenore dapat meningkatkan aliran darah lokal pada daerah pelvis dan meningkatkan kadar hormon endorphin yang dapat membantu menurunkan intensitas skala nyeri haid. Diharapkan senam dismenore dapat menjadi metode alternatif untuk mengatasi nyeri haid dan responden dapat melakukan senam dismenore secara mandiri sesuai dengan prosedur untuk membantu mengurangi nyeri haid yang dirasakan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KADER DALAM MEMANTAU KADAR KOLESTEROL DARAH GUNA MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT Budi Artini; Hendro Djoko Tjahjono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.443 KB) | DOI: 10.47560/pengabmas.v1i1.257

Abstract

Masyarakat yang sehat merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia. Terkait dengan kesehatan masyarakat, salah satu masalah yang sering dijumpai adalah keluhan adanya peningkatan kadar kolesterol darah. Kolesterol dalam jumlah seimbang sangat penting bagi tubuh. Terlalu sedikit kolesterol tidaklah sehat, sama dengan terlalu banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan penguasaan keterampilan para kader kesehatan dalam melakukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui tindakan pencegahan peningkatan kadar kolesterol di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan mengajarkan kepada kader Posyandu dan kader PKK, ketua Tim Penggerak PKK tentang kolesterol dancara pemeriksaan sederhana untuk cek kadar kolesterol. Metode kegiatannya adalah ceramah, penugasan, dan diskusi serta pendampingan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang berupa ceramah, penugasan, dan workshop yang diikuti oleh 15 peserta hasil pre test dan post test tentang pemahaman pencegahan peningkatan kadar kolesterol darah menunjukkan adanya peningkatan. Ini berarti kriteria yang ditetapkan tercapai, karena persentase penguasaan materi lebih dari 75%. Berdasarkan hal tersebut maka pengabdian ini telah berhasil mencapai tujuan. Secara khusus kegiatan ini mampu mendorong menyusun program penanggulangan dan pencegahan peningkatan kadar kolesterol darah pada kelompok-kelompok yang ada di masyarakat, adanya empati yang tinggi dari peserta dan timbul kepedulian dari pemerintah desa terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat.