Sentosa Limanto
Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI PEKERJA PADA USAHA JASA KONSTRUKSI BERDASARKAN TEORI HERZBERG Joshua Gilbert; Adriel Eka; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengelola motivasi kerja sumber daya manusia atau pekerja, sebuah perusahaan harus dapat memenuhi kebutuhan setiap pekerja. Motivasi kerja tiap individu berbeda-beda dan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, mulai dari lingkungan sosial, budaya, dan keinginan masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi motivasi staf pekerja konstruksi di kota Makassar dan Surabaya serta perbedaan faktor yang mempengaruhi motivasi sesuai kondisi kerja antara staf pekerja konstruksi di kedua kota dengan menggunakan teori motivasi dua faktor Herzberg. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada staf pekerja di proyek atau perusahaan konstruksi yang berada di dua kota tersebut yang kemudian akan diolah menggunakan metode analisis mean dan analisis Independent T-test. Hasil analisis deskriptif mean menunjukkan bahwa faktor paling penting pada staf pekerja di kota Makassar adalah faktor hubungan yang baik dengan sesama rekan kerja, sementara faktor yang paling penting pada staf pekerja di kota Surabaya adalah faktor program pengarahan kerja yang baik dan faktor pengaturan jadwal pekerjaan yang baik. Hasil analisis Independent T-test menunjukkan bahwa terdapat 8 faktor yang berbeda antara dua kota dengan faktor perusahaan membayarkan gaji bulanan pegawai dengan tepat waktu yang menjadi faktor dengan nilai perbedaan yang terbesar
ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING: STUDI KASUS PADA PROYEK X Kwan Septian Yuanto; Hans Christavian; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625 KB)

Abstract

Pekerja konstruksi merupakan komponen penting dalam berlangsungnya sebuah proyek. Penelitian mengenai analisis produktivitas dilakukan untuk merencanakan dan mengendalikan pekerja pada proyek yang sedang berlangsung maupun di kemudian hari. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas pekerja, salah satunya menggunakan metode work sampling yang bertujuan untuk mengukur tingkat keefektifan pekerja (Labor Utilization Rate). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pembesian dan bekesting pada proyek X dengan metode work sampling. Selain itu nilai LUR juga dicari dari data yang telah didapatkan. Hasil analisa yang didapatkan dari rekapitulasi data adalah rata-rata produktivitas dari setiap pekerjaan. Rata-rata produktivitas kolom, balok, dan plat pemasangan bekesting adalah secara berurutan ialah 1,68; 3,51; dan 3,92 m2/jam-orang. Rata-rata produktivitas fabrikasi pembesian tulangan utama kolom, sengkang kolom, tulangan utama balok, sengkang balok, dan plat: 393,54; 148,36; 380,78; 86,51; dan 171,60 kg/jam-orang. Sedangkan rata- rata produktivitas pembesian tulangan utama kolom, sengkang kolom, tulangan utama balok, sengkang balok, dan plat: 177,21; 21,45 103,94; 61,85; dan 121,55 kg/jam-orang. Selain itu, proyek ini dikategorikan efektif dalam menggunakan pekerja. Hal ini tampak pada tingginya nilai LUR Pemasangan bekesting kolom, balok, dan plat: 67,86%, 72,4%, dan 71,03%; serta LUR pembesian: 80,53%, 80,34%, dan 95,34%.
PRODUKTIVITAS DAN KETERLAMBATAN PRODUKSI TIANG PANCANG DAN TIANG LISTRIK PADA PERUSAHAAN “X” DENGAN MPDM Alvin J.L.; Leonard F.A.; Sentosa Limanto; Jonathan Hendra Kusuma
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.381 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi pada zaman ini mengalami peningkatan yang pesat, bukan hanya pada sektor informasi melainkan juga pada sektor konstruksi bangunan. Oleh karena itu perusahaan tiang pancang ikut memiliki peran dalam memberikan produk yang bersaing. Persaingan dengan kompetiror membuat perusahaan ingin menjadi lebih baik dari pada perusahaan kompetitornya sehingga perusahaan berupaya meningkatkan produktivitas produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas produksi dan hal-hal yang mengakibatkan keterlambatan pada proses produksi. Metode analisanya menggunakan MPDM untuk menghitung produtivitas kerja dengan mengacu pada keterlambatan yang terjadi selama jam kerja. Dari hasil analisi dapat disimpulkan keterlambatan paling tinggi disebabkan oleh pekerja dengan persentase 16% untuk pile Ø350, 13% dan 11% untuk pole Ø157-200. Sedangkan keterlambatan oleh pekerja tersebut paling banyak terjadi pada aktivitas spiral, perputaran mould, dan proses membuka baut pada mould.Untuk produktivitas produksi terdapat perbedaan satu tiang untuk pile Ø350, dan pole Ø157-200. Secara umum pelaksanaan produksi sudah cukup baik. Namun dari hasil kesimpulan, perusahaan dapat menggunakan mesin spiral untuk menggantikan pekerjaan para pekerja di bagian spiral, dan mengalokasikan pekerja ke bagian moulding.
EVALUASI KINERJA PROYEK DENGAN METODE EARNED VALUE PADA PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN SUMENEP Calvin Demora; Juventius Andrew Sutedjo; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya perencanaan konstruksi yang matang dalam menghindarkan proyek dari resiko keterlambatan waktu dalam hal ini perlu adanya alternatif dalam metode percepatan pada proyek Jalan Batang Batang Kolpo Kabupaten Sumenep. Teknik analisis data dengan menggunakan metode earn value management dan crashing. Sesuai dengan tujuan penelitian dan hasil pembahasan , maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Dari hasil perhitungan SPI dan CPI didapatkan bahwa proyek dari minggu ke-1 sampai ke-17 mengalami keterlambatan dan pemborosan, sedangkan untuk minggu ke-18 mengalami keterlambatan tetapi tidak mengalami pemborosan (2) Biaya denda proyek yang harus dibayar adalah Rp 72.000.000,00 tetapi kalau menambahkan tenaga kerja sebanyak 35% dan 65% hanya perlu membayar Rp. 65.908.000,00
ANALISIS PENYEBAB DAN PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR COST OVERRUNS TERHADAP HIGH RISE BUILDING DAN LOW RISE BUILDING DI SURABAYA Glory Avianto Cundoko; Kevin Valenthio; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.68 KB)

Abstract

Pembangunan konstruksi gedung di Indonesia semakin pesat sejalan pemenuhan kebutuhan dasar manusia.. Salah satu permasalahan yang timbul pada pelaksanaan konstruksi gedung adalah terjadinya pembengkakan biaya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya cost overrun, mengidentifikasi faktor utama penyebab terjadinya cost overrun dan mencari perbedaan pandangan antara proyek high rise building dan low rise building. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi menurut high rise building dan low rise building ditemukan beberapa hasil. Faktor dominan penyebab cost overrun pada proyek high rise building diantaranya adalah bencana alam, kualitas tenaga kerja, seringnya terjadi perubahan desain dengan, ketidak tepatan estimasi biaya. Faktor dominan penyebab cost overrun pada proyek low rise building diantaranya adalah bencana alam, pengendalian biaya di lapangan dan terlalu banyak pengulangan pekerjaan karena spek tidak sesuai, Kualitas tenaga kerja , produktifitas tenaga kerja dan pendanaan dari owner. Melalui analisis Independent-Sample T-Test ditemukan bahwa ada beberapa perbedaan pandangan antara high rise building dan low rise building perbedaan pandangan terjadi pada faktor ketidak tepatan estimasi biaya, seringnya terjadi perubahan desain, tingginya suku bunga pinjaman bank.
EVALUASI PRODUKTIVITAS KERJA STRUKTUR KOLOM, BALOK, DAN PLAT DI PROYEK TUNJUNGAN PLAZA 6 Benaya A. S. Turangan; Andrew D. Saputra; Sentosa Limanto; Yusuf D. E. Wicaksono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.799 KB)

Abstract

Berkembangnya zaman tentu akan diikuti dengan perkembangan dunia konstruksi. Dalam perkembangan dunia konstruksi, produktivitas tenaga kerja memiliki peranan yang besar. Produktivitas tenaga kerja yang baik tentu akan membuat perubahan yang signifikan dalam proses konstruksi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai produktivitas aktual di lapangan di kota Surabaya dengan melakukan studi kasus di proyek office Tunjungan Plaza 6. Nilai produktivitas aktual lapangan didapatkan melalui pengamatan langsung di lapangan dengan menggunakan metode Time Study, diperoleh melalui pengamatan terhadap pekerjaan beton bertulang, khususnya pekerjaan balok, kolom dan plat mulai dari proses bekisting, pembesian hingga pengecoran. Hasil yang didapatkan kemudian dianalisa dan dihitung menjadi indeks lapangan, kemudian dibandingkan dengan indeks SNI 2008 sebagai acuan standar. Hasil akhir penelitian ini merupakan nilai produktivitas aktual pekerjaan struktur beton bertulang dan perbandingan dengan indeks SNI 2008. Dari perbandingan, hasil yang didapat indeks aktual di lapangan mayoritas lebih baik dibanding indeks SNI 2008. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain metode kerja, kesiapan material, peralatan dan juga pengalaman tenaga kerja.
ANALISA BIAYA PROYEK RUMAH TINGGAL DUA LANTAI DI SURABAYA TIMUR Johan Tirta Setiawan; Albert Jefferson; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.174 KB)

Abstract

Dalam kenyataannya biaya yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu proyek tidak sama dengan biaya yang dihitung menggunakan pedoman AHSP. Penelitian ini menganalisa perbandingan antara biaya yang terjadi di lapangan dengan biaya jika dihitung dengan AHSP. Penelitian dilakukan pada proyek rumah tinggal dua lantai yang terletak di Surabaya bagian Timur. Perbandingan ini bertujuan untuk mendapat bobot biaya di lapangan dengan perhitungan biaya menggunakan AHSP. Pertama, dilakukan Pekerjaan Persiapan, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 19% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Lalu Pekerjaan Tanah dan Galian, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 66% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Kemudian Pekerjaan Pondasi, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 55% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Setelah itu Pekerjaan Struktur Atas, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 57% dari biaya jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Terakhir yaitu Pekerjaan Dinding, Plesteran & Acian, jika dilihat dari biaya di lapangan, hanya berbobot 75% dari harga jika dihitung menggunakan metode AHSP 2013. Dari rata-rata tiap pekerjaan di atas, biaya di lapangan tersebut berbobot 58% kecil dari harga menggunakan metode AHSP 2013.
STUDI KASUS PENJADWALAN PROYEK PADA PROYEK RUMAH TOKO X MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2010 Giri Dhamma Wijaya; Felix Marsiano; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.069 KB)

Abstract

Pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi, terdiri dari rangkaian aktivitas yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga diperlukan perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mempermudah dalam pelaksanaan di lapangan dan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perencanaan. Metode penjadwalan yang umumnya digunakan adalah Bar Chart, dan Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT). Pada studi kasus penjadwalan proyek rumah toko X menggunakan beberapa studi literatur yang dijadikan sebagai pedoman dalam perencanaan dan penjadwalan proyek serta studi lapangan sebagai sumber pengamatan dan pengumpulan data, dibantu juga dengan program Microsoft Project 2010 yang mempermudah kita dalam membuat jadwal dan melakukan analisa dalam proyek tersebut. Berdasarkan dari gambar bestek (struktural – arsitektural) dilakukan analisa SNI yang menjadi start kita dalam pembuatan jadwal proyek yang berdasarkan peraturan SNI. Dengan durasi yang didapat dari perhitungan analisa SNI, kita mulai menyusun jadwal berdasarkan urutan aktivitas dan work breakdown structure untuk menghasilkan jadwal proyek yang sesuai dengan analisa SNI.Jadwal yang dibuat akan dibandingkan dengan jadwal Actual yang terjadi sehingga kita dapat melihat progress dan mengetahui lintasan kritis dari proyek rumah toko X.
PERBANDINGAN PERHITUNGAN BIAYA PEKERJAAN KONSTRUKSI ANTARA SNI, HSPK KOTA SURABAYA, DAN KONTRAKTOR PADA PROYEK RUMAH TINGGAL DUA LANTAI DI SURABAYA Josephine Gunardja; Leo Nardo Candra; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.918 KB)

Abstract

Studi ini meneliti pengenai perbandingan persentase komponen biaya, rasio persentase biaya dan harga permeter persegi dari rumah tinggal dua lantai yang ada di Surabaya. Pekerjaan yang akan dianalisa adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan struktur bawah (pekerjaan tanah & pondasi), pekerjaan struktur atas (pekerjaan Lt. 1 & Lt. 2), dan pekerjaan pasangan dinding. Data yang sudah didapat dari kontraktor akan dibandingkan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2013 tentang pedoman analisis harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum atau yang lebih sering disebut dengan SNI 2013 dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) kota Surabaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan persentase bobot tertinggi, rasio persentase komponen biaya dan harga permeter persegi dari rumah tinggal dua lantai di Surabaya. Hasil perhitungan yang didapat menunjukkan persentase bobot pekerjaan tertinggi berada pada pekerjaan struktur atas yaitu pekerjaan beton bertulang pada lantai 1 dan lantai 2. Rasio persentase biaya menunjukkan HSPK memiliki persentase yang mendekati persentase milik kontraktor. Harga permeter persegi didapatkan dari perhitungan biaya dibagi dengan luas bangunan dan harga permeter persegi tertinggi adalah hasil dari SNI 2013.
ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJAAN ERECTION RANGKA PORTAL BAJA UNTUK BANGUNAN GUDANG “X” DI SIDOARJO Bintoro Gustanto Hendrawan; Jonathan Alim Widiono; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.49 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membantu perusahaan kontraktor mengetahui seberapa besar indeks lapangan dan produktivitas pemasangan portal baja serupa, sehingga dapat dijadikan bahan atau acuan untuk merencanakan jadwal pada proyek-proyek selanjutnya. Dengan cara mendapatkan informasi dan menganalisa produktivitas tenaga kerja berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan dan pelaksanaannya serta indeks lapangan pelaksanaan pada proyek kontruksi bangunan baja. Penelitian ini dilaksanakan pada proyek gudang “x”di Sidoarjo dengan bentang portal baja 27 m dan tinggi 22 m, erection baja menggunakan mobile crane bersertifikat SIO dan SILO kapasitas 80 ton.Penelitian ini menggunakan analisa metode time study, kemudian hasilnya dikonversi untuk memperoleh nilai produktivitas dan indeks lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rencana adalah sebesar 0,630 per hari, namun rata-rata produktivitas pelaksanaan adalah sebesar 0,178 per hari atau dalam persentase adalah sebesar 28,254% dari perencanaan. Sedangkan hasil perhitungan produktivitas pelaksanaan (tanpa idle time) diperoleh hasil 0,874 rangka portal baja per hari, atau dalam persentase adalah 138,73% dari produktivitas perencanaan. Serta indeks lapangan pelaksanaan ini adalah sebesar 11,678 OH. Apabila faktor keterlambatan kerja keterlambatan kiriman dan kesalahan prioritas kiriman dapat di-minimal-kan atau bahkan tanpa adanya hambatan tersebut, maka pekerjaan ini dapat diselesaikan dalam waktu 20 hari, produktivitas yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan 7 hari lebih awal.