Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Dinamis

PENGARUH SUDUT PENYINARAN DAN LAJU ALIRAN TERHADAP EFISIENSI TERMAL PADA SOLAR KOLEKTOR TIPE PLAT DATAR Tulus B Sitorus; Himsar Ambarita; Mulfi Hazwi; Tekad Sitepu
Jurnal Dinamis No 7 (2010)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.328 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian tentang teknologi pemanfaatan energi terbarukan, khususnya energi surya (solar energy) sedang mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Penelitian ini menggunakan Solar Energy Demonstrator tipe LS-17055-2 untuk menganalisa pengaruh sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi termal suatu solar kolektor plat datar. Peralatan ini menggunakan dua bola lampu hologram (spot light) dengan daya masing-masing 500W untuk mensimulasikan energi sinar matahari. Solar kolektor tipe plat datar dengan luas 0,095 m2 digunakan untuk menangkap energi radiasi dan energi ini akan memanaskan air yang mengalir di dalam pipa. Parameter-parameter yang divariasikan pada penelitian ini adalah, intensitas penyinaran dengan menghidupkan satu dan dua lampu, sudut penyinaran pada 450, 600, 750, dan 900, dan laju aliran air pendingin 3,4,5,6,7 liter permenit. Total pengujian adalah 40 kali pengujian. Pada setiap pengujian dilakukan pengambilan data tiap menit selama 25 menit. Temperatur air masuk, air keluar, dan temperatur solar kolektor akan diukur. Dengan menggunakan data-data yang diukur, dilakukan perhitungan efisiensi termal solar kolektor ini. Analisa dilakukan untuk mengetahui efek dari sudut penyinaran dan laju aliran terhadap efisiensi solar kolektor.Keywords: Solar Kolektor, Intensitas, Laju aliran
STUDY ON APPLICATION OF GROUND TO COOL VENTILATION AIR FOR BUILDINGS IN MEDAN CITY Mulfi Hazwi
Jurnal Dinamis No 9 (2011)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn tropical countries such as Indonesia, fans or blowers are usually used to circulate air inrooms for better comfortableness. With less ventilation air, this effort, however, releases heatinto the rooms and after a certain time make the rooms becoming uncomfortable. As a fact, forIndonesian climate, temperature of soil under the ground is stable and lower than theatmosphere, especially during day. This paper investigates the application of the ground coolingventilation air for buildings. In order to get the accurate data, temperatures of the soils under theground from 1 m to 7 m deeps aroud the Mechanical Engineering Department of Kampus USUMedan are measured and collected in every minute for 3 months. In the same timetemperatures of the ambient air are also measured and collected in every minute. Themeasurement results show that temperatures of soil are lower than the ambient air. However,inthe location of measurement, for soil lower then 4m the temperatures tend to be increasing.Using the measured data, ventilation air cooled by ground is simulated numerically usingComputational Fluid Dynamics (CFD). The results show that average temperature of the room iscooler with ground cooling.Keywords: ground, cooling, sustainable energy, ventilation air
OPTIMALISASI EFISIENSI TERMIS BOILER MENGGUNAKAN SERABUT DAN CANGKANG SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR Grata Patisarana; Mulfi Hazwi
Jurnal Dinamis No 11 (2012)
Publisher : Jurnal Dinamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.056 KB)

Abstract

AbstrakPenggunaan metode langsung (direct method) dalam mengevaluasi efisiensi termis boilermemiliki kelemahan karena tidak memberikan petunjuk tentang penyebab dan berbagaikehilangan yang berpengaruh didalam sistem. Untuk menjawab masalah tersebut maka penelitimenggunakan metode tidak langsung (indirect method). Metode ini memiliki keuntungan yaitudapat mengetahui neraca bahan dan energi yang lengkap untuk setiap aliran, yang dapatmemudahkan dalam mengidentifikasi opsi-opsi untuk meningkatkan efisiensi termis boiler.Dalam aplikasinya, metode ini harus melewati serangkaian uji eksperimen terhadap sampelyang digunakan yaitu serabut dan cangkang sawit yang hasilnya tersebut pada akhirnyadigunakan untuk selanjutnya dianalisis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa padapemakaian bahan bakar 75% untuk serabut (fiber) dan 25% untuk cangkang (shell)dibandingkan dengan metode langsung (indirect method) diperoleh selisih yang cukupsignifikan melebihi 5% yang ditetapkan oleh peneliti. Selain itu diperoleh efisiensi termistertinggi pada komposisi bahan bakar 25% serabut : 75% cangkang sebesar 89,29% danefisiensi terendah pada komposisi bahan bakar 0% serabut : 100% cangkang sebesar 61,76%.Kata kunci : Rasio, Serabut, Cangkang, Efisiensi Termis