Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampung Adaptif Bagi Pemulung di Keputih Diva Danica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Kampung Adaptif BagiPemulung di Keputih merupakan perencanaanbangunan multifungsi selain sebagai hunian, jugasebagai pabrik pengolahan sampah plastikmenjadi bahan bangunan sehingga dapatmeningkatkan taraf hidup pemulung baik secaraekonomi maupun sosial. Desain ini juga bertujuanuntuk menyadarkan masyarakat luas akanpentingnya pemulung dalam proses pengolahansampahKeunikan proyek ini adalah pada modulhunian tumbuh yang dapat disesuaikan dengankebutuhan dan karakteristik penghuni. Blok danunit yang dapat dimodifikasi serta struktur padabangunan dapat tumbuh seiring denganbertambahnya jumlah penghuni. Pendekatanperilaku diaplikasikan untuk memahamikebutuhan pemulung di Keputih yang berkaitandengan ruang, zoning, sirkulasi, bentuk bangunan,skala, material, dan suasana ruang. Pendalamandesain berfokus ke pendalaman ruang.yangbertujuan untuk menonjolkan konsep dasarproyek akan ruang- ruang hunian yang dapatdiodifikasi dan terbentuk berdasarkankarakteristik dan kebutuhan penghuni denganposibilitas desain dan eksplorasi material yangtidak terbatas.
TANGGUNG JAWAB MASKAPAI PENERBANGAN TERHADAP KETERLAMBATAN TRANSIT DALAM PENERBANGAN LANJUTAN Diva Danica; I Made Dedy Priyanto
Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum Vol. 03, No. 01, Januari 2015
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.997 KB)

Abstract

Penerbangan lanjutan merupakan penerbangan tidak langsung yang membutuhkan transit sebelum sampai ke tempat tujuan. Dalam hal transit tersebut dapat timbul masalah seperti penumpang mengalami penundaan atau keterlambatan penerbangan dari bandar udara asal menuju bandar udara untuk transit sehingga mengakibatkan ditinggalnya penumpang saat pergantian pesawat atau maskapai penerbangan yang akan mengangkut penumpang dari tempat transit menuju tempat tujuan. Di analisis apakah maskapai penerbangan dapat bertanggung jawab berdasarkan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif. Dari analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan, bahwa maskapai penerbangan berkewajiban mengantarkan penumpang hingga bandar udara tujuan, dimana bandar udara transit hanya sebagai persinggahan sementara untuk pergantian pesawat bukan sebagai bandar udara tujuan. Kata Kunci: tanggung jawab, keterlambatan, penerbangan, transit.