Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK BIJI SRIKAYA DAN MINYAK BIJI OKRA PADA BAHAN BAKAR SOLAR TERHADAP UNJUK KERJA MESIN DIESEL Christian Ari Sugiarto; Willyanto Anggono; Fandi Dwiputra Suprianto
Mechanova Vol 6 (2017): Semester gasal 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.068 KB)

Abstract

Selama ini bahan bakar yang digunakan untuk menghasilkan energy berasal dari minyak bumi, gas alamdan batu bara telah digunakan secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Sebagai bahan bakaryang tidak dapat diperbaharui, penggunaan bahan bakar ini secara terus menerus akan menyebabkan terjadinyakelangkaan bahan bakar di masa yang akan datang. Untuk menghadapi masalah tersebut, para peneliti telahmelakukan berbagai cara untuk mengefisiensikan penggunaan bahan bakar fosil dan juga berusaha untukmenemukan bahan bakar alternatif lainnya. Biodiesel merupakan salah satu alternatif untuk mengurangipenggunaan bahan bakar fosil. Biodiesel yang digunakan untuk penelitian berasal dari limbah biji srikaya danbiji okra. Pada penelitian ini biji srikaya dan okra di ekstrak menggunakan alat soxhlet dengan memakai pelarutn-heksana. Untuk menghasilkan metil ester dilakukan dengan cara transesterifikasi menggunakan KOH 1% danmethanol 20% dari berat minyak dan diaduk dengan kecepatan 400rpm selama 1 jam. Dari hasil pengujianbiodiesel campuran B10 dan B20 srikaya dan okra yang memenuhi standar dari Dirjen Migas hanya biodieselcampuran B10 srikaya, B20 srikaya dan B10 okra . Hasil uji performansi B-10 srikaya menghasilkan nilaipuncak daya 40,55 Hp, torsi 138,77 Nm, BMEP 70014,55 Kg/m 2 , sfc 0,41 Kg bahan bakar/Hp.jam., danefisiensi termal 29,73%. Hasil uji performansi B-20 srikaya menghasilkan nilai puncak daya 40,86Hp, torsi138,77 Nm, BMEP 70014,55 Kg/m 2 , sfc 0,37Kg bahan bakar/Hp.jam., dan efisiensi termal 29,46%. Hasil ujiperformansi B-10 okra menghasilkan nilai puncak daya 41,43 Hp, torsi 142,17 Nm, BMEP 70015,71 Kg/m 2 ,sfc 0,39 Kg bahan bakar/Hp.jam., dan efisiensi termal 32,66%
RESEARCH ON BIOMASS BRIQUETTE AS AN ALTERNATIVE ENERGY FROM PTEROCARPUS INDICUS LEAVES AND TWIGS WASTE Jovian Evander; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.27 KB)

Abstract

Indonesia has a variety of plant species which are very useful for life. Plants that have a lot ofbenefits that include Pterocarpus indicus. This plant is commonly used as greening because of thecharacteristics that have dense leaves and rapid growth. During the rainy season, the leaves andtwigs of this plant will often fall fallen because with the wind and rain. In the summer, the leaveswill fall due to dry. The actual leaves and twigs can be used as an alternative fuel in a way that isgood and correct processing. Alternative fuels is that biomass briquettes. This research wasconducted with the aim of knowing the potential of the plant Pterocarpus indicus for biomassbriquettes made with raw materials leaves and twigs Pterocarpus indicus and tapioca starchadhesive material. This research will be tested to determine whether the calorific value of the leavesand twigs Pterocarpus indicus can be used as biomass briquettes. The composition ratio of rawmaterials and adhesives as follows: 100%, 90%, 80%, 70%, 60%, 50%. Tests using a bombcalorimeter calorific value. From the experimental results show that the best composition is 90%raw materials and 10% adhesives
Karakteristik Pembakaran Briket dari Limbah Daun Pohon Bintaro Andreas Wijaya Kasrun; Willyanto Anggono; Teng Sutrisno
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 16 No. 2 (2016): OCTOBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi ini, kebutuhan energi semakin meningkat. Penggunaan bahan bakar fossil yang semakin tinggi mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar. Penggunaan bahan bakar biomassa merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fossil. Bahan bakar biomassa yang digunakan berupa bahan bakar padat dan dijadikan dalam bentuk briket. Briket dibentuk dari bahan baku limbah daun pohon bintaro dengan campuran bahan perekat tepung tapioka dengan kadar 90:10. Nilai kalor atas dari bahan bakar briket sebesar 4164 Kcal/kg. ukuran partikel berpengaruh kepada bentuk fisik maupun pembakaan briket. Ukuran partikel yang semakin kecil akan membuat bentuk fisik briket menjadi halus, tetapi briket menjadi lebih susah terbakar.