Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SOCIO-ECONOMIC SUSTAINABILITY ASSESSMENT OF MULTI-STOREY HOUSING: A SKYVILLE @ DAWSON SINGAPORE CASE STUDY Tanuwidjaja, Gunawan; Bastian, Ermyra Putri; Tedja, Jason Maynard; Prasetyo, Ivan Reagan; Adiasih, Priskila
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 6 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v6i1.759

Abstract

Social and economic sustainability significantly affect the well-being of residents in high-rise vertical housing. Previous research has identified various complaints about poor relationships between residents, lack of interaction, and feelings of confinement. On the other hand, COVID-19 has limited interactions among residents in densely populated housing due to the high transmission rates of the disease. This study aims to conduct a content analysis of data on Skyville @ Dawson apartments from reliable sources, covering the period from 2009 to 2024. The research is conducted with the content analysis method, focusing on economic, social, and environmental aspects of Sustainable Architectural Design. From secondary and online data, it was found that WOHA designed Skyville @ Dawson to accommodate the behavioral needs of Singaporean society with several horizontal gardens on various floors, potentially securing interaction against COVID-19 through good building management. Therefore, this high-rise housing is an excellent example of the socio-economic development of upper-floor housing.
APPLICATION OF DIGITAL DESIGN OF TOURISM CENTRE OF SENDURO IN BROMO - TENGGER - SEMERU NATIONAL PARK, INDONESIA Oktafiana, Brina; Tjandra, Cynthia; Tanuwidjaja, Gunawan; Wijaya, Elvina Shanggrama; Adiasih, Priskila
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2022): JUNE 2022
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v4i1.92

Abstract

Instagram able places is a new trend before the Covid-19 pandemic. The theory of Instagram able places has not yet developed in the Architectural field. Several business-related studies have proposed the use of social media, especially Instagram, to attract tourists to attractions. However, Instagram's design approach is only used by creating new building structures that alienate local ecology and dim cultural values. The Senduro Tourism Centre is used as an example of using Instagram for sustainable design at the tourism gate of Bromo Tengger Semeru National Park. The design of the Senduro Tourism Centre is carried out in such a way as to be able to move the economy of the tourism sector of Lumajang Regency in the pandemic era while maintaining the preservation of its natural and cultural assets to be sustainable. The Hindu-SacredProfane (Tri-Mandala) zoning, and a sustainable design approach, are also used to ensure the sustainable tourism activities of Senduro. As a result, using digital design tools, we are able to process and present elements of the natural and cultural landscape in an attractive perspective through the design of the Senduro Tourism Centre scheme. In the future, Instagram's design approach can be used more sustainably in tourist attractions in Indonesia.
Pembelajaran Kreatif pada Bidang Matematika, Akuntansi, dan Arsitektur Berbasis Komunitas di Taman Bacaan Masyarakat Surabaya Priskila Adiasih; Gunawan Tanuwidjaja; Iman Subekti; Peter Haryanto Sinarso; Christopher Kevin Hartanto
Share: Journal of Service Learning Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.12.1.43-50

Abstract

Inisiatif pengabdian masyarakat ini menyoroti penerapan strategi pembelajaran kreatif dan interdisipliner untuk mendorong pendidikan inklusif bagi anak-anak dari komunitas marjinal di Taman Baca Masyarakat (TBM) RW XII Putat Jaya, Surabaya, kawasan yang dahulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat motivasi belajar sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dengan mengintegrasikan bidang matematika, akuntansi, dan arsitektur ke dalam aktivitas yang menarik dan kontekstual. Program dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran layanan partisipatif (service learning) melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, staf TBM, serta Dinas Perpustakaan Surabaya. Rangkaian kegiatan mencakup persiapan bahan ajar kreatif, mendongeng, pemodelan arsitektur berbasis kerajinan, simulasi numerasi dan literasi keuangan, serta evaluasi reflektif. Enam sesi tatap muka melibatkan 60–70 anak dengan dukungan orang tua dan pemangku kepentingan lokal. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kehadiran, dari sekitar 10 menjadi 30 peserta per minggu, disertai bertambahnya minat membaca, keterampilan aritmatika dasar, kebiasaan menabung, serta kesadaran akan konsep rumah sehat. Integrasi storytelling (bercerita) dan craft art (seni kerajinan) terbukti efektif dalam menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, dan partisipasi aktif. Program ini juga merevitalisasi fungsi TBM dari ruang baca pasif menjadi pusat produksi kreatif yang dinamis. Kesimpulannya, pedagogi kreatif berbasis komunitas dan kemitraan multipihak dapat memperkuat praktik pendidikan inklusif berkelanjutan di kawasan urban marginal.
INOVASI VENUE DAN BUDAYA: PENDEKATAN HIBRIDA UNTUK PENGEMBANGAN MICE DAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI BALI Priskila Adiasih; Gunawan Tanuwidjaja; Michael Brahmantyo Murgito; Paramesti Yasminastiti; Fellicia Natalia Mewandy; Janice Rieger
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 9 No 1 (2025): Vol 9 No 1 (2025): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2025
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengusulkan model arsitektur hibrida untuk mengembangkan pariwisata Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) atau Pertemuan, Insentif, Konferensi, dan Pameran yang berkelanjutan di Bali dengan mengintegrasikan warisan budaya dan desain ramah lingkungan. Berlandaskan kosmologi Bali (Tri - Niskala, yang merupakan interaksi antara dunia nyata dan gaib), penelitian ini mengidentifikasi kelemahan pada fasilitas existing melalui penelitian etnografis, penilaian aksesibilitas, dan analisis acara hibrida. Temuan menunjukkan bahwa infrastruktur MICE saat ini di Denpasar menghadapi tantangan dalam adaptabilitas ruang, kualitas akustik, dan inklusivitas, yang membatasi kemampuannya untuk menyelenggarakan acara modern dan hibrida. Wawasan etnografis dari pemangku kepentingan lokal menyoroti pentingnya simbolisme ruang suci dan akustik alami dalam tradisi pertunjukan Bali. Pada saat yang sama, penilaian aksesibilitas lima venue menyoroti kelemahan sistemik dalam desain universal. Desain yang diusulkan di penelitian ini mengintegrasikan zonasi Tri Mandala—memisahkan zona publik, transisi, dan suci—dengan strategi berkelanjutan seperti ventilasi alami, pengumpulan air hujan, dan tata letak modular. Infrastruktur digital yang siap hibrida diintegrasikan tanpa mengorbankan keaslian budaya, memastikan kesesuaian dengan tren MICE global. Desain ini menekankan kolaborasi pemangku kepentingan, menunjukkan bagaimana arsitek, penampil, dan pembuat kebijakan dapat bersama-sama menciptakan venue yang tangguh yang menyeimbangkan kelayakan ekonomi, tanggung jawab lingkungan, dan pelestarian budaya. Melalui integrasi filsafat Bali dan arsitektur hijau, studi ini menyajikan sebuah kerangka kerja yang dapat diadopsi oleh kawasan pariwisata untuk melakukan inovasi dan menjaga identitas lokal. Temuan-temuan ini mendorong insentif kebijakan yang mendukung infrastruktursiap hibrida dan proses desain partisipatif, dengan menempatkan integritas budaya sebagai landasan utama pengembangan pariwisata berkelanjutan.