Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN ASPEK KESELAMATAN TAPAK PLTN DI UJUNGLEMAHABANG, SEBAGAI LOKASI YANG AMAN DARI BAHAYA KEJADIAN EKTERNAL ALAMIAH Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 12, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2010.12.2.1450

Abstract

ABSTRAKKAJIAN ASPEK KESELAMATAN TAPAK PLTN UJUNG LEMAHABANG SEBAGAI LOKASI YANG AMAN DARI BAHAYA KEJADIAN EKTERNAL ALAMIAH. Evaluasi tapak menjadi sangat penting ketika calon tapak berada di wilayah yang memiliki sejarah kegempaan, pensesaran dan kegunungapian. Ketiga aspek tersebut merupakan bagian aspek keselamatan tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang harus dikaji keberadaannya dengan tujuan untuk memperoleh tapak yang aman berdasarkan metode yang disarankan oleh International Agency Energy Atomic (IAEA). Standar yang dimaksud meliputi safety guide No. NS-R-3, (2003), dan No. S-G-S9 (1989). Dalam standar tersebut disebutkan antara lain tidak adanya pensesaran permukaan yang menuju ke tapak, tapak mempunyai tingkat kegempaan rendah, dan jauh dari lokasi gunungapi aktif. Kejadian alamiah yang tidak dapat ditanggulangi dengan teknologi saat ini merupakan faktor eklusi sehingga harus benar-benar dikaji secara komperhensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tapak Ujung Lemahabang berada di lokasi yang aman dari bahaya kejadian ekternal alamiah.Kata kunci: aspek keselamatan, faktor kelayakan, safety guide IAEA ABSTRACTSTUDY OF NPP SITE SAFETY ASPECT AT UJUNG LEMAHABANG AS AN ACCEPTABLE A LOCATION AGAINST NATURAL EXTERNAL EVENTS. Site evaluation is significant when candidate site is located at a place that has a historical earthquakes, surface faulting, and volcanoes. All the above aspects are part of the site safety aspect of Nuclear Power Plant ( NPP) that should be assessed with objective to obtain the site safety level based on the IAEA guide line including of safety guide NS-R-3, (2003) dan S-G-S9, (1989). In the safety guide it is mentioned that the site should be free from surface faulting of fault to ward the site, intensity & frequancy of an earthquakes is relatively low, far from the volcano activities. Natural external events that there is no technology solution is an eclusion factor so the site should be assessed comperhensively. The result shows that ULA site is the area which safe from natural external events.Keyword: safety aspect, feasibility factor, safety guide IAEA
ANALISIS SEISMISITAS UNTUK SEMENANJUNG MURIA Masyhur Irsyam; Agus Himawan; Berny A. Subki; Hadi Suntoko
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 2, No 2 (2000): Juni 2000
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2000.2.2.2015

Abstract

ABSTRAK ANALISIS SEISMISITAS UNTUK SEMENANJUNG MURIA. Semenanjung Muria mempunyai potensi untuk menjadi kawasan penting di masa mendatang. Makalah ini menyajikan studi kegempaan untuk daerah Semenanjung Muria mulai dari kondisi geologi, analisis risiko gempa, pembuatan digitasi sintetis serta perambatan gelombang gempa dari batuan dasar ke permukaan. Sumber-sumber gempa, dimana dianggap memberikan kontribusi yang signifikan dalam analisis risiko gempa, mencakup seluruh sumber gempa sampai kedalaman fokus 200 km pada daerah dengan radius 500 km dari Semenanjung Muria. Mekanisme gempa yang terjadi di daerah ini pada umumnya dapat dibedakan atas patahan-patahan di Laut Jawa dan gempa-gempa subduksi di sebeiah seiatan Puiau Jawa. Anaiisis risiko gempa diiakukan berdasarkan teori probabilitas total untuk berbagai periode ulang gempa. Untuk dapat menggambarkan mekanisme gempa yang terjadi sehingga memberikan hasil anaiisis yang sesuai, digunakan dua fungsi atenuasi, yaitu : (i) fungsi atenuasi yang dikembangkan oleh Boore et al. (1997) dan (ii) fungsi atenuasi yang diusulkan oleh Youngs et al. (1997). Input motion yang digunakan untuk perambatan gelombang diperoleh dengan membuat digitasi percepatan sintetik di batuan dasar. Pembuatan digitasi sintetik dilakukan dengan menggunakan teorema gerakan acak. Analisis perambatan gelombang geser dari batuan ke permukaan dilakukan untuk mengetahui respons deposit tanah permukaan akibat motion di batuan dasar. Dari analisis ini diperoleh percepatan maksimum dan spektrum respons elastik di permukaan yang dapat digunakan sebagai input untuk penentuan beban gempa pada bangunan dan untuk anaiisis dinamik.   ABSTRACT SEISMICITY ANALYSIS OF MURIA PENINSULA. Muria Peninsula has a potential value to be an important region in the future. This paper describes seismicity study of the Peninsula starting from its geology, seismic risk analysis, synthetic digitization, and finally seismic attenuation study from base rock to the ground. Seismic sources, which contribute significant values within such analysis cover every single seismic source up to 200-km depth, in 500-km radius of Muria Peninsula. Seismic mechanism which occupy this region in general can be divided into, Java sea faults system and subduction triggered faults of southern Java. Seismic risk analysis was done based on total probability theory under varieties condition for recurrence interval. In order to elucidate real seismic mechanism, two attenuation functions was used : (i) attenuation function developed by Boore et ai. (1997), and (ii) attenuation function developed by Youngs et al. (1997). Motion input was utilized in wave attenuation in order to digitize synthetic velocity in the base rock. To establish synthetic digitization, random mechanism theory was used respectively. Shear wave attenuation analysis from base rock to the upper ground is conducted to understand the response of ground soil layers triggered by such motions. From this analysis maximum acceleration and elastic response was solved, which can be used as input to define structure seismic loads and dynamic analysis.
ANALISIS GRADIENT HORIZONTAL (GRAVITI) UNTUK KONFIRMASI AWAL SESAR PERMUKAAN DI TAPAK BANTEN Hadi Suntoko; Ari Nugroho
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 13, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2011.13.2.1464

Abstract

ABSTRAKANALISIS GRADIENT HORIZONTAL (GRAVITI) UNTUK KONFIRMASI AWAL SESAR PERMUKAAN DI TAPAK POTENSIAL, BANTEN. Telah dilakukan pengukuran gaya berat di sekitar tapak potensial Banten untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang teridentifikasi adanya sesar permukaan dalam radius 25 km pada batuan endapan Gunungapi Gede Salak. Penelitian dilakukan dengan sistim grid (1500 m dan 500 m), memerlukan 217 titik pengukuran dengan tujuan untuk menambah database dan memverifikasi keberadaan sesar teridentifikasi Margosari yang berarah barat-timur, Banten-1 berarah utara-selatan, Bojonegara-1 dan Bojonegara-2 berarah barat laut-tenggara serta kelurusan-kelurusan lainnya. Penelitian menggunakan Metode gradient horizontal (graviti) yang didasarkan pada variasi medan gaya berat di permukaan bumi terutama menginterpretasi perubahan terhadap respon batuan di sekitarnya untuk menentukan batas kontras lateral densitas yang dapat memberikan identifikasi awal kondisi batuan yang tersesarkan. Interpretasi dan identifikasi dari analisis data graviti memberikan keterangan awal adanya anomali perubahan terhadap nilai kontras batuan secara horizontal yang menggambarkan sumber dangkal maupun sumber dalam yang menjelaskan keberadaan sesar di sekitar tapak. Hasil analisis menunjukkan bahwa peta anomali gradient horizontal menggambarkan nilai tertinggi pada bagian tengah dan nilai rendah di bagian barat tenggara dan sesar Margosari lebih indikatif dibanding sesar Bojonegara 1 dan Bojonegara 2. Namun demikian metode ini belum dapat secara tegas menginterpretasikan keberadaan sesar di tapak Banten dengan grid yang ada.Kata Kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Sesar Perumukaan, Gradient Horizontal ABSTRACTHORIZONTAL GRADIENT ANALYSIS FOR PRELIMINARY CONFIRMATION OF SURFACE FAULTING IN THE BANTEN POTENTIAL SITE. The Gravity measurements have been performed on the Banten potential site to Nuclear Power Plant with identification of surface faulting within a radius of 25 kilometers over the volcanic deposits of Gede Salak Volcano. The study was conducted with a grid system (1500 m and 500 m) in as many as 217 points with aim to increaese the database and verify the existence of Margosarifault with east-west trend, Banten-1 fault with north-south trend, Bojonegara-1 and Bojonegara-2 faults with northwest-southeast trend. The study using the horizontal gradient method based on the gravity field variations on the earth's surface. Interpretation of changes in the response of surrounding rock is a way to determine the lateral density contrast that can figure out the faulted rock conditions. One of the advantages of this method is to get the preliminary based interpretation which describes changes in the density of horizontal shallow and deep sources. On the other hand, the weakness of this method is not yet able to of define the fault based on the gradation density value changes. The analysis shows that the anomaly maps provide the highest value in the middle, low at value in the west and southeast, which give stronger indicative interpretation of Margosarifault compared to the existing Bojonegara 1 and Bojonegara 2 faults. However, this method has not been able to unequivocally interpret the presence of faults in the footprint of Banten with the existing grid.Keyword: Nuclear Power Plant, Surface Fault, Gradient Horizontal