Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

INDUSTRI NASIONAL DAN KENDALANYA UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN PLTN Sriyana Sriyana; Moch. Djoko Birmano
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.2.1484

Abstract

ABSTRAKINDUSTRI NASIONAL DAN KENDALANYA UNTUK BERPARTISIPASI DALAM PEMBANGUNAN PLTN. Tolok ukur kesiapan pembangunan PLTN adalah sejauh mana infrastrukturnya dipersiapkan. Salah satu aspek yang perlu dipersiapkan adalah industri nasional. Seberapa jauh industri siap dan akan terlibat dalam pembangunan nantinya. Oleh karena rencana pembangunan PLTN merupakan rencana jangka panjang, maka perlu dianalisis perkembangannya, yakni dukungan dan hambatannya. Tujuan penulisan makalah ini adalah menguraikan kendala-kendala industri nasional untuk berpartisipasi dalam pembangunan PLTN. Adapun metode yang digunakan adalah penelusuran literatur, pengumpulan data kemampuan industri dan pengalaman industri, serta diskusi dengan praktisi industri. Dari data dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kendala yang kira-kira dihadapi oleh industri nasional dalam berpartisipasi adalah (1) Kebijakan pemerintah yang tidak jelas, (2) Potensi pasar industri yang perlu ada jaminan, (3) Melihat hanya kepentingan jangka pendek, (4) Industri besar yang menjadi penggerak industri lainnya belum terlihat, (5) Daya kompetisi yang masih perlu terus ditingkatkan (6) Pelaku industri yang hanya berorientasi pada keuntungan semata dan tidak berpihak pada peningkatan kemampuan nasional.Kata kunci: industri nasional, kendala, partisipasi, pembangunan, PLTN ABSTRACTNATIONAL INDUSTRY AND THE CONSTRAINTS FOR PARTICIPATING IN NPP CONSTRUCTION. Readiness of nuclear power construction benchmarks is the extent to which the infrastructure has been prepared. One aspect that needs to be prepared is the national industry involvement. How far the industry is ready and will be involved in future development. Nuclear power development planning is a long-term planning, so, it is necessary to analyze about the supporting items and also the constraints. The purpose of this paper is to parse what about the constraints of national industry to participate in the construction of nuclear power plants. The method are a literature study, data collection of industry capability and industry experience, as well as discussion with industry practitioners. From the above data and analysis can be concluded that the constraints faced by the national industry in participating for NPP construction are: (1) Government policy is unclear, (2) The potential for the industrial market which needs to be guaranteed, (3) The policy horizon just for short-term interests only, (4) Lack of the big manufacturer that was taken action as another industries driver, (5) The competitiveness which still need to continue enhanced, (6) Industry players that only profit-oriented and do not take sides on enhancing of the national capability.Keywords: constraints, construction, national industry, NPP, participation
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO FINANSIAL PADA PROYEK PLTN DI INDONESIA Imam Bastori; Moch. Djoko Birmano
Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Vol 14, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jpen.2012.14.1.1475

Abstract

ABSTRAKANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO FINANSIAL PADA PROYEK PLTN DI INDONESIA. Proyek PLTN adalah bisnis penuh dinamika, risiko dan tantangan. Penerapan manajemen risiko finansial dalam proyek PLTN menjadi alternatif yang harus dipertimbangkan secara teliti. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan analisis pengambilan keputusan dalam penerapan manajemen risiko finansial sehingga dapat diaplikasikan dalam pembangunan PLTN di Indonesia. Sebagai studi kasus dipilih PLTN tipe PWR konvensional kelas 1150 MWe. Untuk menghitung ekonomi dan pendanaan PLTN digunakan Spreadsheet INOVASI, selanjutnya keputusan penerapan manajemen risiko finansial dianalisis dengan menggunakan model Penyesuaian Arus Kas (cash flow adjustment) yang dikembangkan oleh Richard Fairchild. Hasil analisis menunjukkan bahwa Metode Penyesuaian Arus Kas (cash flow adjustment) yang dikembangkan oleh Richard Fairchild adalah metode yang lebih baik dibandingkan metode penyesuaian NPV pada suatu proyek PLTN, karena telah memasukkan aspek manajemen risiko finansial. Proyek PLTN hanya bisa dijalankan hanya jika NPV lebih besar atau sekurang-kurangnya sama dengan nol dan keputusan menjalankan manajemen risiko finansial harus didasarkan pada NPVrm>NPV. Penerapan manajemen risiko finansial pada proyek PLTN tidak dibutuhkan jika biaya premi asuransi yang harus dibayarkan lebih mahal dibandingkan dengan seluruh pengeluaran biaya-biaya dalam kondisi yang berbahaya dari finansial, kecuali jika pihak asuransi dapat memberikan diskon minimal 20%.Kata kunci: manajemen, risiko finansial, PLTN ABSTRACTTHE ANALYSIS OF FINANCIAL RISK MANAGEMENT APPLICATION FOR NPP PROJECT IN INDONESIA. NPP Project is one of full dynamic, risky and challenging business. Application of financial risk management in Nuclear Power Plant (NPP) project becomes one alternative to be considered carefully. This paper explains an analysis to make a decision in the risk management application so that it can be applied in the NPP’s construction in Indonesia. As case study, is NPP of conventional PWR type of class 1150 MWe. To calculate the economics and financing of NPP is used Spreadsheet INOVASI, further the decision of financial risk management were analyzed using a Model of Cash Flow Adjustment, which developed by Richard Fairchild. The analysis showed that the Method of Cash Flow Adjustment developed by Richard Fairchild is better than the method of NPV Adjustment on a NPP project, because it have included the aspects of financial risk management. NPP project can only be executed if the NPV ≥ 0 and decision to execute the financial risk management should be based on NPVrm > NPV. The application of financial risk management in NPP project is not needed if an insurance premium more expensive than all costs of financial distress, unless the insurance company can give discount of at least 20%.Keywords: management, financial risk, NPP