Sardjuningsih Sardjuningsih
IAIN KEDIRI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE TRADITION OF BUWUHAN : BETWEEN SOCIAL COHESION, ALMS, AND COMMERCIALIZATION Sardjuningsih Sardjuningsih
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 29, No 1 (2020): Agama dan Budaya Nusantara
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v29i1.2161

Abstract

Tradisi buwuhan telah ratusan tahun menjadi sarana kohesi sosial pada masyarakat perdesaan. Dalam hubungan sosial buwuhan dapat dikonsepsikan sebagai negosiasi ekonomi dengan menggunakan pendekatan pertukaran. Sebagai sub-budaya, buwuhan menjadi alat strategis dalam menandai tahapan kehidupan seseorang, yang digelar pada acara pesta perkawinan dan khitanan. Dalam masyarakat perdesaan pertukaran ekonomi ini terorganisir melalui pencatatan. Kesadaran akan adanya norma sosial kesalingan menuntut nilai pertukaran dibayarkan kembali minimal sepadan. Di era modern tradisi buwuhan mengalam pergesera nilai, menjadikan tradisi buwuhan sebagai sarana untuk mengambil keuntungan pribadi, yang dibungkus dengan nilai kesetiakawanan dan kerukunan. Terutama pada masyarakat perkotaan dan masyarakat yang sedang megalami tranformasi sosial seperti masyarakat pinggiran kota. Hal ini karena modernisasi mengubah pola pandang masyarakat terhadap nilai uang. Pemaknaan ini lebih jauh menimbulkan praktek buwuhan dilaksanakan tidak dengan semestinya, dipaksakan, dimanfaatkan, dengan modus dan strategi demi keuntungan materi. Makna buwuhan menjadi subyektif, berdasarkan kepada kepentingan individual. Untuk melestarikan nilai tradisi buwuhan, harus ada rekonstruksi sosial yang mengembalikan makna tradisi ini kedalam fungsinya sebagai kohesi sosial yang dapat diterima oleh norma masyarakat modern, yang lebih rasional, realistis, intertain, familiar, dan harmonis.Kata kunci: Buwuhan, Kohesi Sosial, Komersialisasi, Modernisasi
STRUCTURE SOCIAL PROBLEM COVID-19 THE PRACTICE OF - ONLINE LEARNING IN INDONESIAN HIGHER EDUCATION Sardjuningsih Sardjuningsih; Moh. Shofiyul Huda MF
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.121

Abstract

The COVID-19 crisis has effected a radical shift in the learning process, with conventional approaches giving way to online learning. Such an approach necessitates appropriate infrastructure and sufficient human resources. This study seeks to show the failure of suddenly implementing online learning in an emergency. This study employs a qualitative descriptive approach by collecting data through online interviews with students and lecturers at the Kediri Institute of Islamic Studies. It finds that online education has reduced students and lecturers' independence owing to three factors. First, institutions' bureaucratic procurement channels and limited funding allocation have resulted in unmet infrastructural needs. Second, lecturers have not been prepared to adapt to online learning, which requires different attitudes and competencies than conventional learning. Third, students and their families have been unable to handle the expense of internet access in their rural homes, where such infrastructure is limited. This study recommends a more comprehensive study that contrasts the effects of COVID-19 on different types of schools and social class  as this would provide a strong basis for evaluating the government's ability to continue providing education in emergencies.