Virgawati, Sari
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Tanah dan Air

Dinamika Unsur Hara Makro dan Mikro pada Proses Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Sayur dan Buah Pasar Tradisional dengan Teknik Ember Tumpuk Kirana, Dinda Setya; Wahyuni, Riska Widia; Munawar, Ali; Partoyo, Partoyo; Virgawati, Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13218

Abstract

Limbah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan di pasar tradisional belum dikelola dengan baik, bahkan cenderung menjadi bahan pencemar bagi lingkungan di sekitarnya. Limbah tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan hara makro yaitu  N, P, dan K dan hara mikro Fe, Mn, dan Cu pada lindian dan sisa padatan kompos dari proses pengomposan dengan Teknik Ember Tumpuk, mengetahui kualitas hasil pupuk organik cair dan padat (POC dan POP) hasil pembuatan pupuk organik dengan Teknik Ember Tumpuk dan mengetahui waktu panen POC yang terbaik untuk mendapatkan kandungan N, P, K, Fe, Mn, dan Cu tertinggi pada pembuatan (POC) dengan Teknik Ember Tumpuk dari limbah organik sayur dan buah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung di lapangan dan pembuatan pupuk organik cair serta metode kuantitatif dengan analisis laboratorium. Parameter yang diamati meliputi pH, kadar C-organik, N-total, P2O5, K2O, Fe, Mn dan Cu pada lindian dan padatan kompos. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian dibandingkan dengan data di Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konsentrasi tertinggi Pada Unsur Hara Mikro N-total, P2O5, dan K2O POC yaitu pada minggu ke-10 sebesar 0,204%. Konsentrasi tertinggi Hara Mikro Fe, Mn, dan Cu yaitu pada minggu ke-10 sebesar 10,26 ppm, 0,46 ppm dan 3,31 ppm. Seluruh pemanenan POC yang dihasilkan belum dapat memenuhi Standar mutu POC. Padatan kompos yang dihasilkan untuk unsur Hara Makro sudah memenuhi syarat mutu POP yaitu sebesar 5,351%. Sedangkan untuk unsur Hara Mikro masih belum memenuhi syarat mutu POP.
PENENTUAN STATUS KEKERINGAN BERDASARKAN SUHU PERMUKAAN DAN INDEKS KELEMBABAN TANAH MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KAPANEWON PAJANGAN KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wasitama, Firdauzi; Virgawati, Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v21i1.13950

Abstract

Drought cases in Kapanewon Pajangan Bantul Regency often occur. The purpose of this study was to determine the level of soil moisture, land surface temperature conditions, and make a map of the distribution of drought status with a spatial approach to the Normalize Difference Moisture Index (NDMI), Land Surface Temperature (LST), and Normalize Difference Vegetation Index (NDVI) methods based on Landsat 8 imagery. The results showed that the soil moisture index was divided into 3 classes, namely humid with an area of 206,80 ha (6,27%), dry with an area of 2985,99 ha (90,53%), and very dry with an area of 105,649 ha (3,20%). The land surface temperature level is divided into 4 classes, namely very low (< 22,77 oC) with an area of 144,46 ha (4,38%), low (22,77 oC – 23,17 oC) with an area of 231,06 ha (7,31%), medium (23,17oC – 24,77oC) with an area of 2453,80 ha (74,37%), and high (> 24,77 oC) with an area of 460,15 ha (13,95%). The drought status in Kapanewon Pajangan is divided into 3 drought classes, namely low class with an area of 477,31 ha (14,55%), medium class with an area of 2589,98 ha (78,98%), and high class with an area of 212,15 ha (6,47%). The results of the Pearson correlation test of soil moisture index to water content at pF 2,54 and pF 4,2 included a strong positive correlation (r = 0,720 and r = 0,780). Pearson correlation test results of greenness level to water content at pF 2,54 had a moderately strong positive correlation (r = 0,598) and at pF 4,2 had a strong positive correlation (r = 0,783). Pearson correlation test results of LST soil surface temperature to moisture content at pF 2,54 had a strong negative correlation (r = -0,724) and at pF 4,2 had a very strong negative correlation (r = -0,838), while the correlation results with field soil surface temperature at pF 2,54 and pF 4,2 had a strong negative correlation (r = -0,631 and r = -0,787).
Estimation of Potassium Content in Salak Plants Using Green Normalized Difference Vegetation Index Method in Wonokerto Village, Turi, Sleman, Yogyakarta: Estimasi Kandungan Kalium pada Tanaman Salak Menggunakan Metode Green Normalized Difference Vegetation Index di Kalurahan Wonokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta Ramadhani Muhammad Yusuf Ardiansyah; Virgawati, Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 22 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v22i1.15258

Abstract

Salak (Salacca zalacca) is a major horticultural crop in Sleman Regency, Yogyakarta, yet recent years have seen a decline in its productivity, potentially due to potassium (K) deficiency. This study aims to estimate potassium content in Salak plant tissues using the Green Normalized Difference Vegetation Index (GNDVI) derived from Sentinel-2 satellite imagery and to evaluate the accuracy of this approach against laboratory-based measurements. The research was conducted in Wonokerto Village, Turi District, Sleman Regency, employing a quantitative descriptive method. A total of 30 sampling points were selected, comprising 20 prediction points and 10 reference points. GNDVI values were extracted through Sentinel-2 image processing using ArcGIS software, while potassium content in leaf tissue was determined via the wet digestion method using HNO₃ and HClO₄. Leaf samples were collected from the central part of the midrib, serving as a physiological indicator of plant nutrient status. Statistical analyses included Pearson’s correlation, linear regression, paired sample t-test, and Root Mean Square Error (RMSE) assessment. The findings revealed a correlation coefficient (r) of 0.604, indicating a strong positive relationship between GNDVI and potassium content. The regression analysis showed no significant difference between predicted and observed values, while the RMSE value of 0.19445 suggested a low prediction error. These results demonstrate that GNDVI has strong potential as a non-destructive, efficient, and cost-effective tool for estimating potassium levels in Salak plant tissues. The resulting prediction map can be applied to support more precise potassium fertilization strategies in Salak cultivation within the study area.
Dinamika Unsur Hara Makro dan Mikro pada Proses Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Sayur dan Buah Pasar Tradisional dengan Teknik Ember Tumpuk Kirana, Dinda Setya; Wahyuni, Riska Widia; Munawar, Ali; Partoyo, Partoyo; Virgawati, Sari
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v20i2.13218

Abstract

Limbah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan di pasar tradisional belum dikelola dengan baik, bahkan cenderung menjadi bahan pencemar bagi lingkungan di sekitarnya. Limbah tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan hara makro yaitu  N, P, dan K dan hara mikro Fe, Mn, dan Cu pada lindian dan sisa padatan kompos dari proses pengomposan dengan Teknik Ember Tumpuk, mengetahui kualitas hasil pupuk organik cair dan padat (POC dan POP) hasil pembuatan pupuk organik dengan Teknik Ember Tumpuk dan mengetahui waktu panen POC yang terbaik untuk mendapatkan kandungan N, P, K, Fe, Mn, dan Cu tertinggi pada pembuatan (POC) dengan Teknik Ember Tumpuk dari limbah organik sayur dan buah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengamatan langsung di lapangan dan pembuatan pupuk organik cair serta metode kuantitatif dengan analisis laboratorium. Parameter yang diamati meliputi pH, kadar C-organik, N-total, P2O5, K2O, Fe, Mn dan Cu pada lindian dan padatan kompos. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel yang kemudian dibandingkan dengan data di Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 tentang Persyaratan Teknis Minimal Pupuk Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total konsentrasi tertinggi Pada Unsur Hara Mikro N-total, P2O5, dan K2O POC yaitu pada minggu ke-10 sebesar 0,204%. Konsentrasi tertinggi Hara Mikro Fe, Mn, dan Cu yaitu pada minggu ke-10 sebesar 10,26 ppm, 0,46 ppm dan 3,31 ppm. Seluruh pemanenan POC yang dihasilkan belum dapat memenuhi Standar mutu POC. Padatan kompos yang dihasilkan untuk unsur Hara Makro sudah memenuhi syarat mutu POP yaitu sebesar 5,351%. Sedangkan untuk unsur Hara Mikro masih belum memenuhi syarat mutu POP.