Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN TEKNOLOGI MESIN PENGADUK MEDIA TANAM JAMUR TIRAM PUTIH DI SENTRA JAMUR PONDOK PESANTREN DARUSSALAM LAMPUNG SELATAN Irza Sukmana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pleurotus ostreatus mushroom cultivation is a promising business opportunities in Bandar Lampung, as for one mushroom’s growing media (baglog) may produces for harvesting mushrooms every day up to 4-5 months. However, the success and quality of the mushroom production depends on the quality of mushroom’s growing media (baglog) preparation. Baglog preparation process is done through several steps, starting with preparing and mixing the raw materials to get a homogeneous and optimal dough, then subsequent compression and packaging of growing media in a plastic bag, before sterilizing and placing the oyster mushrooms stem at the top of baglog. In the small-scale mushroom industry, the process of mixing and compression of growing media used to be done manually or by human power. This process may give a low degree of homogeneity and uncompact baglog. The objection of this community service program is to implement an automatic mixer and compression tools for baglog production at oyster mushroom plantation center at Pesantren Darussalam, Banjar Negeri, Natar, South Lampung. Kata kunci: Pleurotus ostreatus mushroom, baglog, mixer machine, compression tool
Laboratory Management Training and Occupational Health Safety (OHS) Awareness Program at Vocational High School Tri Sukses Natar South Lampung Rizal Adi Saputra; Irza Sukmana; Sugiyanto Sugiyanto; Shirley Savetlana; Syaipudin Anwar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/v9979k81

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam manajemen laboratorium, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan sekolah kejuruan. Program ini diselenggarakan di SMK Tri Sukses Natar, Lampung Selatan, yang memiliki fasilitas laboratorium teknik namun masih memerlukan penguatan dalam aspek pengelolaan dan implementasi prosedur K3. Metode kegiatan mencakup pelatihan, sosialisasi, serta pendampingan langsung bagi guru dan siswa dalam upaya menciptakan sistem pengelolaan laboratorium yang efektif, efisien, dan aman. Berdasarkan hasil pretest, tingkat pemahaman peserta terhadap manajemen laboratorium dan penerapan K3 masih tergolong rendah, dengan nilai rata-rata 60,42 dari 100, median 61, dan rentang nilai 12 hingga 81, diikuti oleh 12 dari 14 peserta pelatihan.Setelah pelatihan dilaksanakan, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen laboratorium dan K3, dengan nilai rata-rata 80 dari 100, median 81, serta rentang nilai 20 hingga 100, diikuti oleh seluruh 14 peserta.Melalui kegiatan ini, diharapkan SMK Tri Sukses Natar mampu menerapkan sistem manajemen laboratorium yang lebih tertata, efisien, dan berorientasi pada keselamatan kerja sesuai dengan standar praktik di bidang pendidikan vokasi.
Diseminasi Ilmu dan Teknologi Pengelasan Maju Untuk Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Mei di Bandar Lampung Tarkono Tarkono; Irza Sukmana; Syaipudin Anwar; Yudi Eka A Risano; Herry Wardono; Rizal Adi Saputra; Sugiyanto Sugiyanto; Agus Sugiri; Martinus Martinus
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/x4vkv159

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu teknologi penyambungan logam yang penting dalam aplikasinya di dunia industri manufaktur. Pengelasan maju merupakan teknik pengnyambungan logam tanpa proses pencairan logam induk atau sering dikenal dengan solid-state welding. Teknik pengelasan maju telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi material dan proses manufaktur logam industri. Meski demikian, pemahaman tentang pengelasan maju di kalangan guru dan siswa sekolah menengah keujuruan (SMK) di Bandar Lampung masih terbatas dan belum terdiseminasikan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa SMK 2 Mei Bandar Lampung dalam bidang pengelasan maju. melaksanakan diseminasi hasil-hasil penelitian dosen dan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa SMK 2 Mei Bandar Lampung melalui pelatihan pengelasan maju. Kegiatan PKM ini difokuskan pada teknologi pengelasan tanpa pencairan (solid-state welding) dengan teknik friction stir welding (FSW) dan friction welding (FW) yang dapat diaplikasikan dengan mesin frais dan mesin bubut di Lab produksi. Kegiatan ini secara keseluruhan, mampu meningkatan pemahaman peserta sebesar 51%. Pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi model untuk peningkatan kompetensi guru dan siswa di SMK melalui diseminasi hasil penelitian dosen Unila yang dapat diterapkan di masing-masing sekolah SMK di Bandar Lampung
Pengaruh Arah Pengerolan dan Orientasi Butir Logam Terhadap Sifat Mekanik Magnesium AZ31B Untuk Aplikasi Implan Biomedik Mampu Terdegradasi (Biodegradable Implant) Maherariyat Maherariyat; Mohammad Baddarudin; Irza Sukmana; Sugiyanto Sugiyanto; Asep Sukohar; A Yudi Eka Risano
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14 No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4610

Abstract

This study investigates the effects of rolling direction and grain orientation on the mechanical properties of AZ31B magnesium alloy, with a focus on its application in biodegradable implants. The research was conducted experimentally by preparing tensile test specimens from AZ31B sheet plates, cut in two different directions: parallel (0°, X) and perpendicular (90°, Y) to the rolling direction. Static tensile testing was performed in accordance with ASTM B557 standards to measure the material's mechanical properties. The results indicate mechanical anisotropy, where specimens in the X direction exhibited an average yield strength of 198.78 MPa, while specimens in the Y direction achieved a value of 78.21 MPa, only 39.3% of the X direction value. This difference is attributed to the formation of crystallographic texture during the rolling process. The modulus of elasticity showed similar properties, with values of 44-45 GPa in both directions. These findings demonstrate that grain orientation and rolling direction significantly affect the mechanical properties of the material, which is crucial in designing degradable magnesium AZ31B implant materials.
Optimizing the Production of Glass Ceramic from East Lampung Basalt Rock Using Taguchi and ANOVA Analysis Methods Syaipudin Anwar; Irza Sukmana; Zulhanif Zulhanif; Rizal Adi Saputra; Tarkono Tarkono; A Yudi Eka Risano
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14 No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4611

Abstract

Glass-ceramics are fine-grained polycrystalline materials produced by controlled crystallization in the glass phase. The raw material for glass ceramics is basalt rock from East Lampung mixed with additives (SiO₂, MgO, and CaO). The production of glass ceramics begins with melting at 1200 °C for 2 hours until melting. The melted basalt is quenched using aquadest water with a pH of 7 to produce glass material. The glass material is ground using a ceramic ball mill and sieved with a 325 mesh. The glass material undergoes nucleation at 600 °C for 2 hours, followed by crystallization at 1,050 °C for 3 hours, and thermal crystallization (devitrification) at 1,050 °C for 3 hours to form the crystalline phase. The additive composition was varied using the Taguchi method to analyze its effect on density. The density test results showed values ranging from 2.1 to 3.8 g/cm³, depending on the additive ratio used. An increase in CaO and MgO content tends to increase density due to the formation of crystalline phases such as pyroxene, anorthite, and olivine. Conversely, excessive addition of SiO₂ can reduce density due to the growth of amorphous phases. Taguchi analysis identified Silica (SiO2) as the Rank 1 parameter influencing density. Meanwhile, ANOVA analysis yielded an optimal percentage contribution of silica at 34.57%.