Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Manufacturing Process and Benefits of Glass-Ceramics from Basalt Rocks sugiyanto, sugiyanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 2 (2024): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i2.3186

Abstract

As a means of promoting national independence, the growing usage of dental implants must be bolstered by the advancement of indigenous materials. Indonesia possesses many natural resources that could be utilized as a material for dental implants. Bioceramic materials, which include bioactive, bioresorbable, and bioinert materials, can be used for dental implants. Glass-ceramics from basalt rocks are currently regarded as one of the bioactive materials of interest. In this review article, various techniques for turning basalt into glass-ceramics are discussed. By using glass-ceramics from basalt rocks as a potential supply of dental implant materials, a country's independence and the welfare of its citizens will be supported.
Laboratory Management Training and Occupational Health Safety (OHS) Awareness Program at Vocational High School Tri Sukses Natar South Lampung Rizal Adi Saputra; Irza Sukmana; Sugiyanto Sugiyanto; Shirley Savetlana; Syaipudin Anwar
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/v9979k81

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam manajemen laboratorium, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan sekolah kejuruan. Program ini diselenggarakan di SMK Tri Sukses Natar, Lampung Selatan, yang memiliki fasilitas laboratorium teknik namun masih memerlukan penguatan dalam aspek pengelolaan dan implementasi prosedur K3. Metode kegiatan mencakup pelatihan, sosialisasi, serta pendampingan langsung bagi guru dan siswa dalam upaya menciptakan sistem pengelolaan laboratorium yang efektif, efisien, dan aman. Berdasarkan hasil pretest, tingkat pemahaman peserta terhadap manajemen laboratorium dan penerapan K3 masih tergolong rendah, dengan nilai rata-rata 60,42 dari 100, median 61, dan rentang nilai 12 hingga 81, diikuti oleh 12 dari 14 peserta pelatihan.Setelah pelatihan dilaksanakan, hasil posttest menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen laboratorium dan K3, dengan nilai rata-rata 80 dari 100, median 81, serta rentang nilai 20 hingga 100, diikuti oleh seluruh 14 peserta.Melalui kegiatan ini, diharapkan SMK Tri Sukses Natar mampu menerapkan sistem manajemen laboratorium yang lebih tertata, efisien, dan berorientasi pada keselamatan kerja sesuai dengan standar praktik di bidang pendidikan vokasi.
Diseminasi Ilmu dan Teknologi Pengelasan Maju Untuk Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Mei di Bandar Lampung Tarkono, Tarkono; Sukmana, Irza; Anwar, Syaipudin; Risano, Yudi Eka A; Wardono, Herry; Saputra, Rizal Adi; Sugiyanto, Sugiyanto; Sugiri, Agus; Martinus, Martinus
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/x4vkv159

Abstract

Pengelasan merupakan salah satu teknologi penyambungan logam yang penting dalam aplikasinya di dunia industri manufaktur. Pengelasan maju merupakan teknik pengnyambungan logam tanpa proses pencairan logam induk atau sering dikenal dengan solid-state welding. Teknik pengelasan maju telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi material dan proses manufaktur logam industri. Meski demikian, pemahaman tentang pengelasan maju di kalangan guru dan siswa sekolah menengah keujuruan (SMK) di Bandar Lampung masih terbatas dan belum terdiseminasikan dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa SMK 2 Mei Bandar Lampung dalam bidang pengelasan maju. melaksanakan diseminasi hasil-hasil penelitian dosen dan untuk meningkatkan kompetensi guru dan siswa SMK 2 Mei Bandar Lampung melalui pelatihan pengelasan maju. Kegiatan PKM ini difokuskan pada teknologi pengelasan tanpa pencairan (solid-state welding) dengan teknik friction stir welding (FSW) dan friction welding (FW) yang dapat diaplikasikan dengan mesin frais dan mesin bubut di Lab produksi. Kegiatan ini secara keseluruhan, mampu meningkatan pemahaman peserta sebesar 51%. Pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi model untuk peningkatan kompetensi guru dan siswa di SMK melalui diseminasi hasil penelitian dosen Unila yang dapat diterapkan di masing-masing sekolah SMK di Bandar Lampung
Optimizing the Production of Glass Ceramic from East Lampung Basalt Rock Using Taguchi and ANOVA Analysis Methods Anwar, Syaipudin; Sukmana, Irza; Zulhanif, Zulhanif; Saputra, Rizal Adi; Tarkono, Tarkono; Risano, A Yudi Eka
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4611

Abstract

Glass-ceramics are fine-grained polycrystalline materials produced by controlled crystallization in the glass phase. The raw material for glass ceramics is basalt rock from East Lampung mixed with additives (SiO₂, MgO, and CaO). The production of glass ceramics begins with melting at 1200 °C for 2 hours until melting. The melted basalt is quenched using aquadest water with a pH of 7 to produce glass material. The glass material is ground using a ceramic ball mill and sieved with a 325 mesh. The glass material undergoes nucleation at 600 °C for 2 hours, followed by crystallization at 1,050 °C for 3 hours, and thermal crystallization (devitrification) at 1,050 °C for 3 hours to form the crystalline phase. The additive composition was varied using the Taguchi method to analyze its effect on density. The density test results showed values ranging from 2.1 to 3.8 g/cm³, depending on the additive ratio used. An increase in CaO and MgO content tends to increase density due to the formation of crystalline phases such as pyroxene, anorthite, and olivine. Conversely, excessive addition of SiO₂ can reduce density due to the growth of amorphous phases. Taguchi analysis identified Silica (SiO2) as the Rank 1 parameter influencing density. Meanwhile, ANOVA analysis yielded an optimal percentage contribution of silica at 34.57%.