Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Perancangan Kolom Beton Bertulang dengan Metode Elemen Hingga Bayzoni Bayzoni; Laksmi Irianti; Vera Chania Putri
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 3 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The design of a column is performed particularly to prevent any excessive deformation when it is used to support working load, and still have sufficient safety and reserve strength to withstand the load and stress without experiencing the collapse. The process of design or analysis generally begins with a compliant againt flexure, and the other requirements such as shear, crack, anchorage length were so that all requirment satisfied. The aim of this research is to get the stress of reinforced concrete column using the finite element method, so that it can get an evaluation of the design of reinforced concrete columns by comparing the stress design with the stress obtained from the finite element method. The calculations result shown that the enlargement deflection in horizontal direction is greater than the value of the enlargement deflection in vertical direction, that cause of the influence of axial forced and bending moment. From the results of stress analysis in steel and concrete by using the finite element method has a value less than fy and f'c used in the design. This shows the reinforced concrete column can withstand a greater load than the load value which was assumed the column on the balance condition
Pengaruh Abu Ketel Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen Dalam Campuran Beton Normal Terhadap Kuat Tekan: Habib Ilham Abdullah; Laksmi Irianti; Masdar Helmi; Ratna Widyawati
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i3.112

Abstract

Limbah abu ketel yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit sering kali tidak dimanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan sekitarnya. Abu ketel berasal dari pembakaran tempurung kelapa sawit pada suhu antara 700?C hingga 800?C. Oleh karena itu, penting untuk memanfaatkan limbah abu ketel ini, khususnya sebagai campuran dalam beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu ketel terhadap waktu pengikatan semen dan kekuatan tekan beton melalui eksperimen di laboratorium. Variabel yang diteliti mencakup persentase penggantian abu ketel terhadap sebagian semen (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%). Sampel uji berupa pasta beton dan beton kubus dengan dimensi 15x15x15 cm pada umur 28 hari. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan abu ketel dapat mempercepat proses pengikatan semen dan menghasilkan slump yang lebih rendah. Semakin tinggi persentase abu ketel, semakin rendah slumpnya. Kadar optimal substitusi abu ketel pada beton kubus 28 hari adalah 5%, dengan kekuatan tekan 29,47 Mpa. Selain itu, penggunaan abu ketel pada persentase lainnya (5%, 10%, dan 15%) cenderung dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari, dengan persentase 5% menunjukkan hasil yang optimal. Dengan demikian, penggunaan abu ketel dalam beton memberikan dampak positif pada kekuatan tekan beton serta membantu dalam pemanfaatan limbah industri.
Usaha Mempercepat Penyelesaian Proses Hidrasi dengan Steam Curing pada Beton Agregat Kasar Batu Putih Laksmi Irianti; Yuda Romdania; Tri Seprianto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan agregat konstruksi yang terus meningkat mendorong pemanfaatan material alternatif seperti batu putih yang tersedia melimpah dan memiliki karakteristik fisik serta kimia yang mendukung penggunaannya sebagai agregat beton. Dalam industri beton pracetak, percepatan perkembangan kekuatan awal menjadi aspek penting untuk meningkatkan efisiensi produksi, sehingga diperlukan metode perawatan yang mampu mempercepat hidrasi semen, salah satunya steam curing. Steam curing merupakan proses perawatan beton menggunakan uap panas untuk mempercepat reaksi hidrasi sehingga beton dapat mencapai kekuatan awal lebih cepat dibanding metode konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi durasi steam curing terhadap kuat tekan beton beragregat kasar batu putih pada umur 1, 2, dan 3 hari dengan perlakuan uap panas bersuhu 90°C selama 2, 4, dan 6 jam. Beton tanpa steam menghasilkan kuat tekan 4,31–7,65 MPa, sementara perlakuan steam 2 jam memberikan 5,23–7,68 MPa, durasi 4 jam menghasilkan 5,84–7,79 MPa, dan durasi 6 jam memberikan nilai tertinggi 7,74–8,12 MPa. Konversi kuat tekan ke umur 28 hari berada pada rentang 19,13–20,30 MPa, menunjukkan bahwa steam curing mempercepat perkembangan kekuatan awal tanpa menurunkan mutu jangka panjang.