Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proporsi Pessimum dan Ekspansi Mohd. Isneini
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 3 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Expansion in mortar or concrete could happen due to chemical reaction inside it. Some various proportion of reactives aggregate with non reactive aggregates were combined to get maximum expansion in mortar. Mortar without combining aggregates was also made to find out its reactivity. Mortar was cast based on JIS A 1146. Mortar specimens were cured in controlled room with temperature 40 O C dan Relative Humidity 100 O C. The Results showed that when reactive aggregates were used in proportion 30:70 with non reactive aggregates then the expansion was maximum.
Efisiensi Pemilihan Jenis Retrofiting dan Perkuatan Struktur (Strengthening) antara Sistem Portal dengan Sistem Prategang Eksternal pada Jembatan Pelat Berongga (Voided Slab) (Studi Kasus Jembatan Way Bako I) Aditia Reshi Dista; Mohd. Isneini; Masdar Helmi; Todo Herdyson Sitohang; Yoga Marta Agustiawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.677 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.5412

Abstract

Sebuah jembatan dapat mengalami penurunan kekuatan akibat kerusakan struktur atau peningkatan beban sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Retrofiting dan strengthening merupakan alternatif solusi agar jembatan mampu melayani beban yang melintas sampai umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jembatan dan menganalisis metode retrofiting dan strengthening yang efisien dari segi kekuatan struktur dan biaya konstruksi. Analisis struktur prategang eksternal berdasarkan Pd-T-02-2004-B sedangkan sistem portal sesuai SNI-1729-2015. Hasil pengamatan kondisi jembatan menunjukkan bahwa Jembatan Way Bako I telah mengalami kerusakan struktur maupun non struktur. Nilai momen nominal dan lendutan sebelum perkuatan adalah 5569,57 kN.m dan 18 mm, setelah diperkuat dengan sistem prategang eksternal menjadi 7097,88 kN.m (Mu/Mn = 0,8191) dan 17 mm sedangkan sistem portal 13764,62 kN.m (Mu/Mn = 0,4131) dan 18 mm. Biaya sistem prategang eksternal Rp 1.170.790.000,- sedangkan sistem portal Rp 1.658.740.000,-. Dengan demikian metode prategang eksternal lebih tepat diterapkan pada Jembatan ini.