Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Sedimentasi di Sungai Way Besai Ofik Taufik Purwadi; Dyah Indriana Kusumaastuti; Astika Murni Lubis
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 20, No 3 (2016): Edisi Desember 2016
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Way Besai River's catchment area is used as agricultural, tourism, and hydroelectrica power plant (PLTA) purposes. PLTA Way Besai was built for generating electrical power using the height of a waterfall from Way Besai River, however nowadays PLTA Way Besai is having a decrease of electrical power because of the now happening drought. The power decrease reached until 40 MW while it used to have 90 MW power supply causing only a rough 50 MW energy power left to be operated. The metode that is used in estimating the value of sediment discharge is by using the Universal Soil Loss Equation (USLE) method and Measured Sediment Analysis. From the analysis results, the overall value of sediment was attained by merging the value of suspended load and bed load which is 170528,443 m 3 /year. The value of seddiment that is attained from USLE methode is 105520,738 m 3 /year.
Kajian Penggunaan Metode Empiris dalam Menentukan Debit Banjir Rancangan pada Perencanaan Drainase (Review) Ahmad Herison; Yuda Romdania; Ofik Taufik Purwadi; Rahmat Effendi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.851 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i2.3819

Abstract

Air merupakan faktor terpenting, apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerugian, salah satunya adalah banjir.  Pencegahan banjir dengan mengoptimalkan saluran drainase. Kegiatan ini bertujuan untuk mereview penelitian terdahulu mengenai peren­canaan drainase, khususnya metode yang dipakai untuk menghitung debit banjir ranca­ngan.  Metode yang digunakan antara lain: Metode Rasional, Weduwen dan Melchior.  Pe­ne­tapan masing masing metode bergantung pada data hujan, karakteristik daerah aliran, dan data debit. Berdasarkan review, penetapan metode untuk menghitung debit banjir rancangan didasarkan pada luas daerah tangkapan airnya.  Lokasi penelitian yang memi­liki luas DAS 0,53 ha sampai 97,34 ha menggunakan Metode Rasional, luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 392, 1 ha menggunakan Metode Weduwen, luas DAS 77.088,8 ha meng­gunakan Metode Melchior. Kesimpulannya adalah, perhitungan debit banjir rancangan dengan luas DAS kurang dari 300 ha menggunakan Metode Rasional.Keywords: drainage, flood discharge design, rational method, melchior
Sosialisasi Metode Fitoremediasi dengan Tanaman Apu-Apu dalam Pengolahan Air Limbah Domestik di RT 21 Kelurahan Susunan Baru Mayasari, Rizka; Ofik Taufik Purwadi; Miftahul Djana; Aminudin Syah; Hasrul Anwar; Rosalia D. Werena
Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 (2025): Nemui Nyimah Vol. 5 No. 1 2025
Publisher : FT Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/nm.v5i1.168

Abstract

Salah satu agen utama pencemar lingkungan perairan adalah limbah domestik (limbah rumah tangga), dimana diperlukan pengolahan supaya limbah tersebut tidak langsung dibuang ke perairan melainkan dapat dimanfaatkan terlebih dahulu. Terdapat berbagai pengolahan air limbah antara lain filtrasi, adsorbsi, biofilter, aerasi, dan koagulasi flokulasi. Tetapi pengolahan air limbah tersebut memiliki beberapa kekurangan seperti mahal dari segi biaya serta penggunaannya yang kompleks. Salah satu alternatif proses pengolahan air limbah yang ramah lingkungan serta memiliki keunggulan dari segi biaya dan dapat dilakukan untuk mereduksi konsentrasi COD, BOD, dan TSS dalam limbah cair adalah melalui penerapan metode fitoremediasi. Tanaman kayu apu dipilih dikarenakan tanaman ini mudah untuk didapatkan dan mudah untuk dibudidayakan. Selain itu, tanaman ini juga dapat hidup pada lingkungan dengan air tergenang. Dengan penggunaan tanaman kayu apu ini diharapkan mampu mendegradasi kandungan limbah yang terdapat dalam limbah cair domestik
Evaluasi Alokasi Air Tahunan Terhadap Neraca Air Sistem Irigasi Sekampung Pada Bendungan Batutegi–Bendung Argoguruh lim, phohan; Ahmad Zakaria; Yuda Romdania; Endro Prasetyo Wahono; Ofik Taufik Purwadi; Dian Pratiwi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1355

Abstract

Abstrak Daerah Irigasi Sekampung  masih bergantung pada suplai air dari Bendungan Batutegi hingga Bendung Argoguruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alokasi air tahunan pada sistem irigasi Sekampung Sistem. Analisis dilakukan menggunakan data debit terukur periode 2014–2023, pola tanam, dan kebutuhan air PDAM. Ketersediaan air dianalisis menggunakan debit andalan 33,33%, 50%, dan 66,67% pada skenario tahun basah, normal, dan kering. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air didominasi oleh sektor irigasi dengan nilai 79,23 m³/dt pada puncak musim tanam, sedangkan kebutuhan air baku PDAM bersifat relatif konstan sebesar 0,93 m³/dt sepanjang tahun. Neraca air mengindikasikan bahwa defisit air masih terjadi pada periode Januari hingga Maret pada seluruh skenario hidrologi, sementara kondisi surplus terjadi pada periode Oktober–Desember serta April–September. Temuan ini menunjukkan pengelolaan alokasi air tahunan yang adaptif dan berbasis neraca air diperlukan untuk memanfaatkan periode surplus sebagai cadangan guna mengantisipasi defisit dan menjamin keberlanjutan pelayanan irigasi dan air baku.   Kata kunci: Daerah Irigasi Sekampung; kebutuhan air; ketersediaan air; neraca air; debit andalan   Abstrack The Sekampung Irrigation Area is dependent on water supply from Batutegi Dam to Argoguruh Weir. This study aims to evaluate the annual water allocation in the Sekampung Irrigation System. The analysis was conducted using measured discharge data from 2014–2023, cropping patterns, and PDAM raw water demand data. Water availability was assessed using dependable discharge values of 33,33%, 50%, and 66,67% to represent wet, normal, and dry year scenarios, respectively. The results show that water demand is dominated by the irrigation sector, reaching 79,23 m³/s at the peak of the planting season, while PDAM raw water demand remains relatively constant at 0,93 m³/s throughout the year. The water balance analysis indicates that deficits occur during January–March under all hydrological scenarios, whereas surplus conditions occur during October–December and April–September. These findings highlight the need for adaptive annual water allocation management based on water balance analysis to optimize surplus periods as reserves, anticipate deficits, and ensure sustainable irrigation and raw water services.   Keywords: Sekampung Irrigation System, water demand; water availability, water balance, dependable flow
Analisis Hidrologi Aliran Run-Off Menggunakan Software HEC-HMS 4.11 (Studi Kasus Di Fakultas Teknik, Unversitas Lampung) abdul rohman abdul; Riki Chandra Wijaya; Ofik Taufik Purwadi
REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 28 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rekrjits.v28i2.93

Abstract

Banjir dapat terjadi jika kapasitas penampang saluran tidak dapat menampung debit aliran permukaan. Banjir dapat dikendalikan dengan cara memperhitungkan kapasitas penampang saluran yang dibutuhkan agar luapan debit dari saluran tidak terjadi. Analisis hidrologi merupakan bagian awal dalam perancangan bangunan air. Analisis Hidrologi yang digunakan pada penelitian ini merupakan pemodelan aliran run-off menggunakan perangkat lunak HEC-HMS 4.11. Lokasi penelitian dilakukan di Fakultas Teknik Universitas Lampung, lokasi ini diambil karena dikala debit puncak terjadi terdapat beberapa area yang mengalami luapan akibat ketidakmampuan saluran dalam mengalirkan debit hujan dengan optimal. Berdasarkan perhitungan dapat disimpulkan bahwa hasil analisa perhitungan selisih debit antara debit simulasi dengan debit terukur memiliki nilai persentase tidak lebih dari 1%, sehingga model simulasi hidrologi dapat dilanjutkan untuk menghitung prediksi debit kala ulang. Kemudian hasil analisa pemodelan menggunakan software HEC-HMS diperoleh debit puncak untuk periode kala ulang 5 tahun sebesar 1,103 m³/s, kala ulang ulang 10 tahun sebesar 1,319 m³/s, kala ulang 25 tahun sebesar 1,595 m³/s, kala ulang 50 tahun sebesar 1,801 m³/s dan untuk periode ulang 100 tahun sebesar 2.006 m³/s.