Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISA TRANSPOR SEDIMEN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGERUKAN KOLAM PELABUHAN BATUBARA DI KAWASAN SUKARAJA BANDAR LAMPUNG Yuda Romdania
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 16, No 3 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In planning the construction and development of the Port, sedimentation or siltation problemsshould be minimized, especially in swimming harbor to secure and expedite the flow of shipping.Every time the sediment on the seabed will increase, in connection with the, to reduce siltationcaused by sedimentation is by dredging sediment pond Ports. Sediment defined as a collection ofparticle-organic and inorganic particles are irregularly shaped and accumulate extensively incoastal areas. based on Longshore Sediment Transport Table average rate of sediment obtained2176071.364 m3/yr/m. it means, within a period of 1 year, the extent of sediment by 2176071.364m2. And the time when the maximum height allowable sediment was 10.69 years. It means every10.69 years to do the dredging of the sediment on the sea floor, particularly in the harbor pool.
ANALISIS KASUS SEDIMENTASI DI TIGA TITIK KAWASAN WATER FRONT CITY Yuda Romdania
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 14, No 1 (2010): Edisi April Tahun 2010
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prediction of sediment transport along the coast for various conditions is very important to knowin order to know the amount of sediment transport and examine the influences that tend toprovoke. Existence of the buildings on the coast will cause sedimentation in one hand and on theother side causing erosion. Bandar Lampung is city with a coastal region, is currently designing ajob that is Water Front City (beach city) which is designed in an effort to carry out vision andmission of Bandar Lampung City which is "Making the city of Bandar Lampung become civilized,comfortable and sustainable." The existence of this work it is necessary to design a sedimentationanalysis in order to know the amount of the resulting sediment transport and the influences whichtend to be caused due to designing Water Front City. Data collection is performed at three pointsthen inserted to CERC Equation which get a conclusion of sediment movement from two pointsconical at one point which is toward the Panjang Port, resulting a large pile of sediment aroundPanjang Port area.
Kajian Penggunaan Metode Empiris dalam Menentukan Debit Banjir Rancangan pada Perencanaan Drainase (Review) Ahmad Herison; Yuda Romdania; Ofik Taufik Purwadi; Rahmat Effendi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.851 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i2.3819

Abstract

Air merupakan faktor terpenting, apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan kerugian, salah satunya adalah banjir.  Pencegahan banjir dengan mengoptimalkan saluran drainase. Kegiatan ini bertujuan untuk mereview penelitian terdahulu mengenai peren­canaan drainase, khususnya metode yang dipakai untuk menghitung debit banjir ranca­ngan.  Metode yang digunakan antara lain: Metode Rasional, Weduwen dan Melchior.  Pe­ne­tapan masing masing metode bergantung pada data hujan, karakteristik daerah aliran, dan data debit. Berdasarkan review, penetapan metode untuk menghitung debit banjir rancangan didasarkan pada luas daerah tangkapan airnya.  Lokasi penelitian yang memi­liki luas DAS 0,53 ha sampai 97,34 ha menggunakan Metode Rasional, luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 392, 1 ha menggunakan Metode Weduwen, luas DAS 77.088,8 ha meng­gunakan Metode Melchior. Kesimpulannya adalah, perhitungan debit banjir rancangan dengan luas DAS kurang dari 300 ha menggunakan Metode Rasional.Keywords: drainage, flood discharge design, rational method, melchior
Terumbu Karang dengan Kesesuaian Infrastruktur Menjadikan Green Belt Ekowisata Bahari di Pulau Tegal Kabupaten Pesawaran Ahmad Herison; Ahmad Zakaria; Irwani Ninik Wijaya; Yuda Romdania
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.43 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.9698

Abstract

Abstrak Pulau Tegal merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki flora dan fauna yang beragam sehingga menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi sumber daya alam dan infrastruktur pendukung yang terdapat di Pulau Tegal memerlukan adanya kajian tentang nilai kelayakan wisata. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tentang nilai kelayakan ekowisata bahari yang ditinjau dari terumbu karang terhadap infrastruktur pendukung yang ada di Pulau Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK) dan Potensi Objek Wisata. Dari metode yang dilakukan didapatkan nilai kesesuaian ekowisata terumbu karang sebelah utara sebesar 78,95%, sebelah timur sebesar 78,95%, sebelah selatan sebesar 85,96% dan sebelah barat sebesar 84,21% sehingga masuk dalam kategori sangat sesuai. Analisis daya dukung kawasan wisata selam dan snorkeling di Pulau Tegal sebesar 59 wisatawan. Analisis Potensi objek wisata Pulau Tegal secara keseluruhan didapatkan hasil sebesar 87,87%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekowisata terumbu karang, dan infrastruktur pendukung di Pulau Tegal telah sesuai untuk kegiatan ekowisata bahari.  Kata kunci : Terumbu Karang; Indeks Kesesuaian Wisata; Daya Dukung Kawasan; Potensi Objek Wisata; Pulau Tegal Abstract Tegal Island is one of the tourist destinations that has a variety of flora and fauna so that it becomes an attraction for domestic and foreign tourists. The potential of natural resources and supporting infrastructure on Tegal Island requires a study of the value of tourism feasibility. The purpose of this study is to analyze the feasibility value of marine ecotourism in terms of coral reefs and seagrass on the existing supporting infrastructure on Tegal Island. The method used in this research is the analysis of the Tourism Suitability Index (IKW), Regional Carrying Capacity (DDK) and the Potential of Tourism Objects. From the method used, the value of the suitability of coral reef ecotourism in the north is 78.95%, the east is 78.95%, the south is 85.96% and the west is 84. 21% so it falls into the very appropriate category. Analysis of the carrying capacity of the diving and snorkeling tourism areas on Tegal Island was 59 people. Analysis of the potential of the Tegal Island tourist attraction as a whole, the results obtained were 87.87%. From the results, it can be concluded that coral reef ecotourism, seagrass and supporting infrastructure on Tegal Island are suitable for marine ecotourism activities. Keywords: Coral; Tourism Suitability Index; Carrying Capacity; Potential Tourism Objects, Tegal Island
KAJIAN PENGGUNAAN METODE IP, STORET, dan CCME WQI DALAM MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR YUDA ROMDANIA; Ahmad Herison; Gatot Eko Susilo; Elza Novilyansa
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol 18 No 1 (2018): Jurnal SPATIAL - Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, Volume 18 Nomor 1, Ma
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.253 KB) | DOI: 10.21009/spatial.181.05

Abstract

Air kebutuhan makhluk hidup yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Pemantauan kualitas air perlu dilakukan pada air sungai, air laut, air danau, air rawa dan air tanah sehingga air dapat dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan metode perhitungan indeks kualitas air dalam menentukan status kualitas air permukaan sehingga diketahui metode yang paling efektif, sensistif dan obyektif. Metode perhitungan Indeks Kualitas Air (IKA) diperlukan untuk menyederhanakan banyaknya nilai dari berbagai jenis parameter menjadi sebuah angka tunggal yang mampu mendeskripsikan kondisi kualitas air, sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Ada beberapa metode perhitungan IKA di berbagai Negara, metode Storet, IP, dan CCME WQI (Canadian Council of Ministers of The Environment). Metode tersebut akan dibandingkan dengan beberapa indikator. Hasil kajian menunjukkan Metode IP lebih unggul jika memakai data tunggal, karena memiliki kelebihan dari segi biaya dan waktu namun hanya mempresentasikan status mutu air pada saat itu saja tidak dalam periode tertentu. Metode Storet dan CCME menggunakan data perulangan sepanjang waktu (time series data), sehingga lebih menggambarkan status mutu air dalam periode tertentu. CCME WQI lebih unggul dari Metode Storet dan Metode IP karena memperhitungkan besarnya selisih hasil pengujian yang melebihi baku mutu melalui F3 (Amplitude). Dari kajian di atas disimpulkan, Metode CCME merupakan metode yang paling tepat untuk menganalisis kualitas air di berbagai negara termasuk Indonesia baik pada air permukaan maupun air tanah dengan tingkat efektivitas dan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya serta penggunaan jumlah dan jenis parameter yang fleksibel. Kata kunci : Kualitas Air, Indeks Kualitas Air, Air Permukaan
Evaluasi Alokasi Air Tahunan Terhadap Neraca Air Sistem Irigasi Sekampung Pada Bendungan Batutegi–Bendung Argoguruh lim, phohan; Ahmad Zakaria; Yuda Romdania; Endro Prasetyo Wahono; Ofik Taufik Purwadi; Dian Pratiwi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1355

Abstract

Abstrak Daerah Irigasi Sekampung  masih bergantung pada suplai air dari Bendungan Batutegi hingga Bendung Argoguruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi alokasi air tahunan pada sistem irigasi Sekampung Sistem. Analisis dilakukan menggunakan data debit terukur periode 2014–2023, pola tanam, dan kebutuhan air PDAM. Ketersediaan air dianalisis menggunakan debit andalan 33,33%, 50%, dan 66,67% pada skenario tahun basah, normal, dan kering. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan air didominasi oleh sektor irigasi dengan nilai 79,23 m³/dt pada puncak musim tanam, sedangkan kebutuhan air baku PDAM bersifat relatif konstan sebesar 0,93 m³/dt sepanjang tahun. Neraca air mengindikasikan bahwa defisit air masih terjadi pada periode Januari hingga Maret pada seluruh skenario hidrologi, sementara kondisi surplus terjadi pada periode Oktober–Desember serta April–September. Temuan ini menunjukkan pengelolaan alokasi air tahunan yang adaptif dan berbasis neraca air diperlukan untuk memanfaatkan periode surplus sebagai cadangan guna mengantisipasi defisit dan menjamin keberlanjutan pelayanan irigasi dan air baku.   Kata kunci: Daerah Irigasi Sekampung; kebutuhan air; ketersediaan air; neraca air; debit andalan   Abstrack The Sekampung Irrigation Area is dependent on water supply from Batutegi Dam to Argoguruh Weir. This study aims to evaluate the annual water allocation in the Sekampung Irrigation System. The analysis was conducted using measured discharge data from 2014–2023, cropping patterns, and PDAM raw water demand data. Water availability was assessed using dependable discharge values of 33,33%, 50%, and 66,67% to represent wet, normal, and dry year scenarios, respectively. The results show that water demand is dominated by the irrigation sector, reaching 79,23 m³/s at the peak of the planting season, while PDAM raw water demand remains relatively constant at 0,93 m³/s throughout the year. The water balance analysis indicates that deficits occur during January–March under all hydrological scenarios, whereas surplus conditions occur during October–December and April–September. These findings highlight the need for adaptive annual water allocation management based on water balance analysis to optimize surplus periods as reserves, anticipate deficits, and ensure sustainable irrigation and raw water services.   Keywords: Sekampung Irrigation System, water demand; water availability, water balance, dependable flow
Usaha Mempercepat Penyelesaian Proses Hidrasi dengan Steam Curing pada Beton Agregat Kasar Batu Putih Laksmi Irianti; Yuda Romdania; Tri Seprianto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industri (SINTA) 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan agregat konstruksi yang terus meningkat mendorong pemanfaatan material alternatif seperti batu putih yang tersedia melimpah dan memiliki karakteristik fisik serta kimia yang mendukung penggunaannya sebagai agregat beton. Dalam industri beton pracetak, percepatan perkembangan kekuatan awal menjadi aspek penting untuk meningkatkan efisiensi produksi, sehingga diperlukan metode perawatan yang mampu mempercepat hidrasi semen, salah satunya steam curing. Steam curing merupakan proses perawatan beton menggunakan uap panas untuk mempercepat reaksi hidrasi sehingga beton dapat mencapai kekuatan awal lebih cepat dibanding metode konvensional. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi durasi steam curing terhadap kuat tekan beton beragregat kasar batu putih pada umur 1, 2, dan 3 hari dengan perlakuan uap panas bersuhu 90°C selama 2, 4, dan 6 jam. Beton tanpa steam menghasilkan kuat tekan 4,31–7,65 MPa, sementara perlakuan steam 2 jam memberikan 5,23–7,68 MPa, durasi 4 jam menghasilkan 5,84–7,79 MPa, dan durasi 6 jam memberikan nilai tertinggi 7,74–8,12 MPa. Konversi kuat tekan ke umur 28 hari berada pada rentang 19,13–20,30 MPa, menunjukkan bahwa steam curing mempercepat perkembangan kekuatan awal tanpa menurunkan mutu jangka panjang.