Nursyamsu Hidayat
Civil Engineering Diploma Program - UGM

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

IMPORTANT FACTORS ON SIDEWALKS WITH VENDOR ACTIVITIES BASED ON PEDESTRIAN PERCEPTION BY GENDER AND AGE Hidayat, Nursyamsu; Choocharukul, Kasem; Kishi, Kunihiro
Jurnal Transportasi Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.468 KB)

Abstract

This paper presents an investigation of important factors relating sidewalk performance based on pedestrian perceptions by gender and age. Exploratory factor analysis technique and reliability test of the variables are performed on 45 items of sidewalk current condition in order to extract dimensions of pedestrian perceptions in Jakarta and Bangkok. Based on age, male respondents reveals that eight factors are identified as important on sidewalk performance, and labeled on the basis of the attributed covered as sidewalk interaction, comfort, space availability, safety, vendor problems, walking path, vendor regulation, and vendor’s attraction. On the other hand, the first seven factors are similarly stated by female respondents. Grouped by age, young respondents reveal nine factors are considered important and arbitrarily named as comfort, sidewalk interaction, safety, vendor’s attraction, vendor problems, vendor regulation, walking path, space availability, and sidewalk condition. The presence of vendors are often deemed as obstruction for walking flow, but their activities should be accommodated by establishing policies and management to accept high performance of the sidewalks and to support the city’s economy.Keywords: sidewalk, street vendor, factor analysis
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI Hidayat, Nursyamsu
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.766 KB)

Abstract

Abstrak Berjalan kaki merupakan kegiatan transportasi yang pertama kali dikenal manusia. Saat ini mobilitas manusia dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat transportasi yang semakin modern, sehingga aktifitas berjalan kaki hanya dilakukan untuk menempuh jarak pendek. Fenomena sekarang menunjukkan populasi pejalan kaki (pedestrian) semakin meningkat di kota-kota besar pada daerah pusat perekonomian/ perbelanjaan (Central Business Distric, CBD). Keberadaan pejalan kaki tersebut sebagai bagian dari sistem transportasi perlu diatur dan dibuat tolok ukur bagi perancangan fasilitas-fasilitasnya.Berbagai cara ditempuh untuk melayani kebutuhan pejalan kaki, terutama pembangunan sarana dan prasarana yang memadai. Pejalan kaki menuntut disediakannya jalur tersendiri sebagai prasarana utama, dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki perlu terus dilakukan sehingga mencapai kondisi yang diharapkan oleh pejalan kaki yaitu situasi yang aman, nyaman, lancar, dan ekonomis.Penelitian ini mencoba mengamati karakteristik pejalan kaki serta berusaha untuk mengetahui keandalan jalur pejalan kaki (trotoar) dalam melayani pemakainya. Penelitian dilakukan dengan metode US HCM 2000 dan dilakukan di Jl. A Yani, Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai-nilai parameter karakteristik yaitu kecepatan, kerapatan, dan tingkat arus pejalan kaki dengan metode Greenshields serta nilai tingkat pelayanannya, maka didapatkan nilai kecepatan arus bebas 62,49 m/menit, kerapatan maksimum 3,22 pejalan kaki/m2, tingkat arus maksimum (kapasitas trotoar) 50 pejalan kaki/menit/m, dan tingkat pelayanan berkisar antara C dan D. Pengaruh pemakaian trotoar untuk aktifitas selain pejalan kaki (berdagang) berdampak pada pengurangan lebar jalur. Pada tempat-tempat tertentu, untuk berjalan kaki tinggal disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25 % dari lebar trotoar. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan mempengaruhi kelancaran pergerakan.Kata kunci : pejalan kaki, trotoar, tingkat pelayanan, tingkat arus, kecepatan, kerapatan
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI Hidayat, Nursyamsu
Jurnal Transportasi Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.766 KB) | DOI: 10.26593/jt.v6i2.1808.%p

Abstract

Abstrak Berjalan kaki merupakan kegiatan transportasi yang pertama kali dikenal manusia. Saat ini mobilitas manusia dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat transportasi yang semakin modern, sehingga aktifitas berjalan kaki hanya dilakukan untuk menempuh jarak pendek. Fenomena sekarang menunjukkan populasi pejalan kaki (pedestrian) semakin meningkat di kota-kota besar pada daerah pusat perekonomian/ perbelanjaan (Central Business Distric, CBD). Keberadaan pejalan kaki tersebut sebagai bagian dari sistem transportasi perlu diatur dan dibuat tolok ukur bagi perancangan fasilitas-fasilitasnya.Berbagai cara ditempuh untuk melayani kebutuhan pejalan kaki, terutama pembangunan sarana dan prasarana yang memadai. Pejalan kaki menuntut disediakannya jalur tersendiri sebagai prasarana utama, dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki perlu terus dilakukan sehingga mencapai kondisi yang diharapkan oleh pejalan kaki yaitu situasi yang aman, nyaman, lancar, dan ekonomis.Penelitian ini mencoba mengamati karakteristik pejalan kaki serta berusaha untuk mengetahui keandalan jalur pejalan kaki (trotoar) dalam melayani pemakainya. Penelitian dilakukan dengan metode US HCM 2000 dan dilakukan di Jl. A Yani, Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai-nilai parameter karakteristik yaitu kecepatan, kerapatan, dan tingkat arus pejalan kaki dengan metode Greenshields serta nilai tingkat pelayanannya, maka didapatkan nilai kecepatan arus bebas 62,49 m/menit, kerapatan maksimum 3,22 pejalan kaki/m2, tingkat arus maksimum (kapasitas trotoar) 50 pejalan kaki/menit/m, dan tingkat pelayanan berkisar antara C dan D. Pengaruh pemakaian trotoar untuk aktifitas selain pejalan kaki (berdagang) berdampak pada pengurangan lebar jalur. Pada tempat-tempat tertentu, untuk berjalan kaki tinggal disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25 % dari lebar trotoar. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan mempengaruhi kelancaran pergerakan.Kata kunci : pejalan kaki, trotoar, tingkat pelayanan, tingkat arus, kecepatan, kerapatan
PRIORITAS PENANGANAN TROTOAR DI AREA PERKOTAAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA DENGAN METODE FAKTOR ANALISIS Hidayat, Nursyamsu
Jurnal Transportasi Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.755 KB) | DOI: 10.26593/jt.v17i1.2707.%p

Abstract

Abstract                Primary problems for pedestrians regarding their comfort and safety are suitability of walkway’s facilities because of activities does not related with walking that emerged physically obstruction. Many methods for analyzing and evaluation pedestrian facility were established in developed countries. Researchers in developing countries must develop their own methods based on local needed. Besides that, most of the pedestrian evaluation methods developed using quantitative variables. This research tried to explore qualitative data as an alternative method to investigate factors that influence pedestrian perception as variables that must be improved to increase pedestrian facilities performance. The data were collected in Malioboro Street, Yogyakarta, by asking respondents using a set of questionnaire. Factor Analysis method was used as statistical tools to explore the factos. As a results, it has emerged that pedestrian consider five factors must be improved, namely, availability of signpost and public facilities, street vendor re-arrangement, comfort, safety, and street vendor commodities. Keywords: pedestrian, walkway, Factor Analysis Method  Abstrak Pejalan kaki merasa tidak nyaman maupun aman saat berjalan di trotoar karena banyak aktivitas lain, juga penempatan utilitas jalan, yang justru menghalangi pergerakan dan memaksa mereka turun ke badan jalan. Beberapa penelitian yang menghasilkan metode atau cara untuk mengevaluasi kinerja trotoar telah dikembangkan di negara-negara maju, yang tentunya perlu penyesuaian terhadap metode tersebut apabila akan diterapkan di negara berkembang, termasuk Indonesia, karena perbedaan karakteristik baik pejalan kaki maupun fasilitas. Penelitian ini dilakukan dengan mencoba menggunakan variabel-variabel kualitatif sebagai metode alternatif dalam menentukan faktor-faktor yang menurut pejalan kaki dianggap penting untuk meningkatkan kinerja trotoar. Pengumpulan data dilakukan di Jalan Malioboro, Yogyakarta dengan metode wawancara melalui seperangkat kuesioner yang ditanyakan langsung kepada responden. Analisis data menggunakan Metode Faktor Analisis menghasilkan lima faktor yang dianggap perlu untuk diperbaiki menurut persepsi pejalan kaki, yaitu fasilitas umum dan informasi, penataan pedagang kaki lima, kenyamanan dan keleluasaan berjalan kaki, fasilitas keselamatan, serta daya tarik pedagang kaki lima.                                                                                                                             Kata-kata kunci: pejalan kaki, trotoar, Metode Faktor Analisis
IMPORTANT FACTORS ON SIDEWALKS WITH VENDOR ACTIVITIES BASED ON PEDESTRIAN PERCEPTION BY GENDER AND AGE Hidayat, Nursyamsu; Choocharukul, Kasem; Kishi, Kunihiro
Jurnal Transportasi Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.468 KB) | DOI: 10.26593/jt.v12i3.498.%p

Abstract

This paper presents an investigation of important factors relating sidewalk performance based on pedestrian perceptions by gender and age. Exploratory factor analysis technique and reliability test of the variables are performed on 45 items of sidewalk current condition in order to extract dimensions of pedestrian perceptions in Jakarta and Bangkok. Based on age, male respondents reveals that eight factors are identified as important on sidewalk performance, and labeled on the basis of the attributed covered as sidewalk interaction, comfort, space availability, safety, vendor problems, walking path, vendor regulation, and vendor’s attraction. On the other hand, the first seven factors are similarly stated by female respondents. Grouped by age, young respondents reveal nine factors are considered important and arbitrarily named as comfort, sidewalk interaction, safety, vendor’s attraction, vendor problems, vendor regulation, walking path, space availability, and sidewalk condition. The presence of vendors are often deemed as obstruction for walking flow, but their activities should be accommodated by establishing policies and management to accept high performance of the sidewalks and to support the city’s economy.Keywords: sidewalk, street vendor, factor analysis
IMPORTANT FACTORS ON SIDEWALKS WITH VENDOR ACTIVITIES BASED ON PEDESTRIAN PERCEPTION BY GENDER AND AGE Nursyamsu Hidayat; Kasem Choocharukul; Kunihiro Kishi
Jurnal Transportasi Vol. 12 No. 3 (2012)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.468 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v12i3.498.%p

Abstract

This paper presents an investigation of important factors relating sidewalk performance based on pedestrian perceptions by gender and age. Exploratory factor analysis technique and reliability test of the variables are performed on 45 items of sidewalk current condition in order to extract dimensions of pedestrian perceptions in Jakarta and Bangkok. Based on age, male respondents reveals that eight factors are identified as important on sidewalk performance, and labeled on the basis of the attributed covered as sidewalk interaction, comfort, space availability, safety, vendor problems, walking path, vendor regulation, and vendor’s attraction. On the other hand, the first seven factors are similarly stated by female respondents. Grouped by age, young respondents reveal nine factors are considered important and arbitrarily named as comfort, sidewalk interaction, safety, vendor’s attraction, vendor problems, vendor regulation, walking path, space availability, and sidewalk condition. The presence of vendors are often deemed as obstruction for walking flow, but their activities should be accommodated by establishing policies and management to accept high performance of the sidewalks and to support the city’s economy.Keywords: sidewalk, street vendor, factor analysis
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI Nursyamsu Hidayat
Jurnal Transportasi Vol. 6 No. 2 (2006)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.766 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v6i2.1808.%p

Abstract

Abstrak Berjalan kaki merupakan kegiatan transportasi yang pertama kali dikenal manusia. Saat ini mobilitas manusia dilakukan dengan menggunakan berbagai macam alat transportasi yang semakin modern, sehingga aktifitas berjalan kaki hanya dilakukan untuk menempuh jarak pendek. Fenomena sekarang menunjukkan populasi pejalan kaki (pedestrian) semakin meningkat di kota-kota besar pada daerah pusat perekonomian/ perbelanjaan (Central Business Distric, CBD). Keberadaan pejalan kaki tersebut sebagai bagian dari sistem transportasi perlu diatur dan dibuat tolok ukur bagi perancangan fasilitas-fasilitasnya.Berbagai cara ditempuh untuk melayani kebutuhan pejalan kaki, terutama pembangunan sarana dan prasarana yang memadai. Pejalan kaki menuntut disediakannya jalur tersendiri sebagai prasarana utama, dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki perlu terus dilakukan sehingga mencapai kondisi yang diharapkan oleh pejalan kaki yaitu situasi yang aman, nyaman, lancar, dan ekonomis.Penelitian ini mencoba mengamati karakteristik pejalan kaki serta berusaha untuk mengetahui keandalan jalur pejalan kaki (trotoar) dalam melayani pemakainya. Penelitian dilakukan dengan metode US HCM 2000 dan dilakukan di Jl. A Yani, Yogyakarta.Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan nilai-nilai parameter karakteristik yaitu kecepatan, kerapatan, dan tingkat arus pejalan kaki dengan metode Greenshields serta nilai tingkat pelayanannya, maka didapatkan nilai kecepatan arus bebas 62,49 m/menit, kerapatan maksimum 3,22 pejalan kaki/m2, tingkat arus maksimum (kapasitas trotoar) 50 pejalan kaki/menit/m, dan tingkat pelayanan berkisar antara C dan D. Pengaruh pemakaian trotoar untuk aktifitas selain pejalan kaki (berdagang) berdampak pada pengurangan lebar jalur. Pada tempat-tempat tertentu, untuk berjalan kaki tinggal disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25 % dari lebar trotoar. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan mempengaruhi kelancaran pergerakan.Kata kunci : pejalan kaki, trotoar, tingkat pelayanan, tingkat arus, kecepatan, kerapatan
PRIORITAS PENANGANAN TROTOAR DI AREA PERKOTAAN BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA DENGAN METODE FAKTOR ANALISIS Nursyamsu Hidayat
Jurnal Transportasi Vol. 17 No. 1 (2017)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.755 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v17i1.2707.%p

Abstract

Abstract                Primary problems for pedestrians regarding their comfort and safety are suitability of walkway’s facilities because of activities does not related with walking that emerged physically obstruction. Many methods for analyzing and evaluation pedestrian facility were established in developed countries. Researchers in developing countries must develop their own methods based on local needed. Besides that, most of the pedestrian evaluation methods developed using quantitative variables. This research tried to explore qualitative data as an alternative method to investigate factors that influence pedestrian perception as variables that must be improved to increase pedestrian facilities performance. The data were collected in Malioboro Street, Yogyakarta, by asking respondents using a set of questionnaire. Factor Analysis method was used as statistical tools to explore the factos. As a results, it has emerged that pedestrian consider five factors must be improved, namely, availability of signpost and public facilities, street vendor re-arrangement, comfort, safety, and street vendor commodities. Keywords: pedestrian, walkway, Factor Analysis Method  Abstrak Pejalan kaki merasa tidak nyaman maupun aman saat berjalan di trotoar karena banyak aktivitas lain, juga penempatan utilitas jalan, yang justru menghalangi pergerakan dan memaksa mereka turun ke badan jalan. Beberapa penelitian yang menghasilkan metode atau cara untuk mengevaluasi kinerja trotoar telah dikembangkan di negara-negara maju, yang tentunya perlu penyesuaian terhadap metode tersebut apabila akan diterapkan di negara berkembang, termasuk Indonesia, karena perbedaan karakteristik baik pejalan kaki maupun fasilitas. Penelitian ini dilakukan dengan mencoba menggunakan variabel-variabel kualitatif sebagai metode alternatif dalam menentukan faktor-faktor yang menurut pejalan kaki dianggap penting untuk meningkatkan kinerja trotoar. Pengumpulan data dilakukan di Jalan Malioboro, Yogyakarta dengan metode wawancara melalui seperangkat kuesioner yang ditanyakan langsung kepada responden. Analisis data menggunakan Metode Faktor Analisis menghasilkan lima faktor yang dianggap perlu untuk diperbaiki menurut persepsi pejalan kaki, yaitu fasilitas umum dan informasi, penataan pedagang kaki lima, kenyamanan dan keleluasaan berjalan kaki, fasilitas keselamatan, serta daya tarik pedagang kaki lima.                                                                                                                             Kata-kata kunci: pejalan kaki, trotoar, Metode Faktor Analisis