Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kejadian Infestasi Parasit Saluran Pencernaan pada Ayam Buras di Rumah Pemotongan Mbok Sabar dan Pasar Terban Yogyakarta Dyah Nur Hidayati; Joko Prastowo
Buletin Peternakan Vol 28, No 1 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (1) Februari 2004
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v28i1.1489

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
PELATIHAN TENUN LURIK SEBAGAI SARANA KREATIVITAS DAN APRESIASI BUDAYA ANAK SDN SAWAHAN BOYOLALI Ninda Beny Asfuri; Dyah Nur Hidayati; Whilan Sulistyawati; Noviana Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.7159

Abstract

Tenun lurik merupakan salah satu warisan budaya tekstil Nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, estetis, dan edukatif. Namun, pengenalan tenun lurik kepada anak sekolah dasar masih belum optimal. Pembelajaran seni budaya di sekolah mitra cenderung didominasi kegiatan menggambar dan mewarnai, sementara kegiatan seni kriya tekstil berbasis kearifan lokal masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tenun lurik sebagai warisan budaya lokal, mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa melalui praktik menenun sederhana, serta menyediakan alternatif pembelajaran seni budaya yang kontekstual dan ramah anak. Kegiatan dilaksanakan di SD Sawah pada 13–20 April 2026 dan diikuti 25 siswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pengenalan budaya tenun lurik, demonstrasi alat dan teknik menenun, praktik langsung, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Pendekatan learning by doing digunakan agar siswa memperoleh pengalaman langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 20 dari 25 siswa (80%) mampu melakukan praktik menenun dengan baik dan menghasilkan tenunan yang dinilai bagus, sedangkan 5 siswa (20%) masih membutuhkan pendampingan. Capaian 80% menunjukkan bahwa target keterampilan praktik yang dirancang dalam program telah tercapai. Kegiatan juga memberikan pengalaman belajar yang mengintegrasikan pelestarian budaya, kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pembelajaran seni berbasis kearifan lokal.