Tenun lurik merupakan salah satu warisan budaya tekstil Nusantara yang memiliki nilai historis, filosofis, estetis, dan edukatif. Namun, pengenalan tenun lurik kepada anak sekolah dasar masih belum optimal. Pembelajaran seni budaya di sekolah mitra cenderung didominasi kegiatan menggambar dan mewarnai, sementara kegiatan seni kriya tekstil berbasis kearifan lokal masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tenun lurik sebagai warisan budaya lokal, mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus siswa melalui praktik menenun sederhana, serta menyediakan alternatif pembelajaran seni budaya yang kontekstual dan ramah anak. Kegiatan dilaksanakan di SD Sawah pada 13–20 April 2026 dan diikuti 25 siswa. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pengenalan budaya tenun lurik, demonstrasi alat dan teknik menenun, praktik langsung, pendampingan, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan program. Pendekatan learning by doing digunakan agar siswa memperoleh pengalaman langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 20 dari 25 siswa (80%) mampu melakukan praktik menenun dengan baik dan menghasilkan tenunan yang dinilai bagus, sedangkan 5 siswa (20%) masih membutuhkan pendampingan. Capaian 80% menunjukkan bahwa target keterampilan praktik yang dirancang dalam program telah tercapai. Kegiatan juga memberikan pengalaman belajar yang mengintegrasikan pelestarian budaya, kreativitas, keterampilan motorik halus, dan pembelajaran seni berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026