Abu Bakar
Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP KALKI AWATARA DALAM KITAB WEDA Perspektif Dr. Pandit Vedaprakash Upaddhay dalam Buku Muhammad in The Hindu Scriptures Hendrik Alim Mashuri; Abu Bakar; Suja'i Suja'i
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 12, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v12i2.13542

Abstract

Penelitian ini ingin menjelaskan tentang konsepsi Kalki Awatara dalam Kitab Weda. Pertayaan yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana pemahaman umat hindu tenatng kalki awatara dalam tinjauan dr. Ved prakas? dan (2) Bagaimana menurut perspektif Dr. Ved Prakash Upaddhay terhadap kalki awatara tentang keingkarnasian nabi muhammad dalam buku muhammad in the Hindu Scriptures? Penelitian ini termasuk jenis penelitian pustaka (library research), penelitian ini penulis menggunakan studi kepustakaan (library research), sebab data-data yang digunakan adalah material tertulis seperti buku-buku, artikel, dan lain-lain yang berhubungan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 'Brahma' sebenarnya adalah Ibrahim, di mana huruf awal A dalam Abraham dipindahkan ke bagian akhir menjadikannya Brahma. Analisis ini akurat ketika seseorang menulis dua kata dalam aksara Arab, bahasa yang mirip dengan yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim. Demikian pula, istri pertama Ibrahim, Sarah, disebutkan dalam Weda sebagai Saraswati, dan Nabi Nuh (Nuh Air Bah) disebutkan sebagai Manuh atau Manu Beberapa Pakar menganggap Atharva Veda sebagai Kitab Abraham. Nabi Ismail (Ismail) dan Ishaq (Ishak) masing-masing bemama Atharva dan Angira, dalam Weda. Diketahui dengan baik bahwa umat Hindu menyukai penyembahan pahlawan, dan masuk akal untuk mengasumsikan bahwa dalam jangka waktu yang lama, penghormatan dan penghormatan yang tinggi bagi beberapa Nabi menyebabkan beberapa dari mereka dianggap sebagai tuhan atau Tuhan. Lebih lanjut, kemungkinan besar Kitab Ibrahim dan kitab para Nabi lainnya berisi nubuatan tentang Nabi Terakhir, Muhammad (s). Sejarawan Muslim India berpendapat bahwa kuburan Nabi Sheesh dan Ayyub (Ayyub) berada di Ayodhya, di provinsi Uttar Pradesh, India. Di zaman kuno, Ayodhya dikenal sebagai Khosla menurut Shatpath Brahmanas.
PROBLEMATIKA PEMBERDAYAAN KOMUNITAS ADAT TERPENCIL (KAT) SUKU SAKAI DI KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS Abu Bakar; Abd Ghofur
TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama Vol 9, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/trs.v9i1.4325

Abstract

Persebaran pemukiman Suku Sakai di Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis yaitu di Desa Kesumbo Ampai; Desa Petani (dusun Belading + 112 KK) dan Desa Bumbung (dusun V Talang Jenang atau Talang Nagoi + 60 KK). Mayoritas orang sakai bermukim di Desa Kesumbo Ampai + 173 KK yang terdiri dari tiga Dusun yaitu dusun Sebangar Asal; Dusun Patang Butam; dan dusun Tanah Pujung. Suku Sakai mayoritas menempati wilayah Dusun Sebanga Asal di mana di dusun ini pula berdiri rumah adat; di kelilingi hutan adat seluas +260 Ha. Program pemberdayaan bagi suku sakai telah dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta meliputi beberapa hal yaitu pemberian beasiswa; bidang peternakan; pertanian dan perkebunan; program Alokasi Dana Desa dan program UED-SP. Bila dikelompokkan program itu ada dikategorikan sifatnya produktif dan non produktif. Bantuan sifatnya non-produktif tidak banyak mengalami kendala seperti bantuan langsung dalam bentuk beasiswa; bantuan rumah RLH; bantuan uang untuk karang taruna; posyandu; PKK; surau dan masjid. Problem program pemberdayaan produktif mengalami beberapa kendala karena kurangnya pendampingan dan pelatihan yang sustainable (berkelanjutan). Tulisan ini mencoba mengurai berbagai persoalan kendala dari program pemberdayaan bagi suku Sakai.