Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DALAM PERSPEKTIF DUNIA KONTEMPORER: Sebuah Reformulasi Aksi Akademis IAIN Menuju UIN Amril M
AL-FIKRA Vol 1, No 1 (2001): Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/af.v1i1.3694

Abstract

Dunia yang kita tempati ini tidak mengenal kata henti, ia terus berubah  bergerak  dalam proses   be coming. Alfred North  Whitehead  (w. 1947 M) seorang matematikawan dan filsuf filsafat proses, menuturkan bahwa alam dengan segala isinya  senantiasa berubah  dengan rangkaian peristiwa-peristiwa  secara terus menerus dalam bentuk perubahan yang terarah dan terpadu. Maksud yang hampir  sama juga diungkap oleh  Henri Bergenson  (w. 1941 M) seorang filsuf  Perancis, menyebutkan bahwa realitas tiada lain merupakan kesinambungan  menjadi  dan masa kini  dalam kisinambungan tersebut sebagai bagian yang dipengaruhi oleh  persepsi kita  dalam masa yang mengalir. 
Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Ziaudin Sardar Solusif-Sintesisnya terhadap Problematika Pendidikan Islam Mohd Fauzan; Amril M
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5181

Abstract

This article aims to discuss the integration of religion and science as a solution and synthesis of educational problems from Ziaudin Sardar's perspective. The problems in this article are examined using the Literature Review approach. The literature used comes from relevant journal articles. Based on the discussion, it can be concluded that the integration of religion and science according to Ziauddin Sardar as a solution in the development of Islamic educational thought by building an Islamic epistemology by developing a new paradigm in which the external expressions of Islamic civilization which include science, technology, politics, relations between nations, and the development of national society, can studied and developed for practical human needs according to contemporary realities.
Epistemologi Dalam Konsep Islam: Epistemologi Bayani, Burhani, Dan ‘Irfani Aswandi Aswandi; Amril M; Eva Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1412

Abstract

Tulisan ini membahas tiga pendekatan utama dalam epistemologi Islam, yaitu bayani, burhani, dan irfani. Ketiganya merepresentasikan cara umat Islam memperoleh dan memahami ilmu pengetahuan berdasarkan wahyu, rasio, dan intuisi spiritual. Epistemologi bayani menekankan otoritas teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an dan Hadis. Epistemologi burhani mengedepankan rasionalitas dan logika dalam mengembangkan ilmu, sementara epistemologi irfani berlandaskan pada pengalaman mistis dan penyucian diri sebagai jalan memperoleh pengetahuan. Makalah ini menganalisis perbedaan dan keunggulan masing-masing pendekatan serta pentingnya integrasi ketiganya dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang holistik. Integrasi epistemologi bayani, burhani, dan irfani diyakini mampu menjawab tantangan pendidikan dan ilmu pengetahuan Islam di era modern, dengan tetap menjaga keseimbangan antara wahyu, akal, dan spiritualitas.
Dinasti Utsmani Di Turki : Kebijakan Pajak Dan Distribusi Ekonomi Dalam Dinasti Utsmani: Keadilan Atau Eksploitasi Aswandi Aswandi; Amril M
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1414

Abstract

Tulisan ini mengkaji kebijakan perpajakan dan distribusi ekonomi pada masa Dinasti Utsmani dengan menelaah sejauh mana kebijakan tersebut mencerminkan nilai-nilai keadilan Islam atau justru berpotensi menjadi instrumen eksploitasi. Dinasti Utsmani mengembangkan sistem perpajakan yang kompleks, termasuk kharaj, ‘usyur, jizyah, dan sistem iltizam, serta menerapkan mekanisme distribusi seperti sistem timar dan lembaga wakaf. Kajian ini menunjukkan bahwa secara normatif, sistem ekonomi Utsmani dirancang berdasarkan prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Namun, dalam praktiknya, berbagai penyimpangan terjadi akibat lemahnya pengawasan, dominasi elite, dan ketimpangan antara pusat dan daerah. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi nilai moral, pengawasan yang kuat, dan partisipasi publik dalam merancang sistem ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan.