Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Epistemologi Dalam Konsep Islam: Epistemologi Bayani, Burhani, Dan ‘Irfani Aswandi Aswandi; Amril M; Eva Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1412

Abstract

Tulisan ini membahas tiga pendekatan utama dalam epistemologi Islam, yaitu bayani, burhani, dan irfani. Ketiganya merepresentasikan cara umat Islam memperoleh dan memahami ilmu pengetahuan berdasarkan wahyu, rasio, dan intuisi spiritual. Epistemologi bayani menekankan otoritas teks-teks keagamaan seperti Al-Qur’an dan Hadis. Epistemologi burhani mengedepankan rasionalitas dan logika dalam mengembangkan ilmu, sementara epistemologi irfani berlandaskan pada pengalaman mistis dan penyucian diri sebagai jalan memperoleh pengetahuan. Makalah ini menganalisis perbedaan dan keunggulan masing-masing pendekatan serta pentingnya integrasi ketiganya dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam yang holistik. Integrasi epistemologi bayani, burhani, dan irfani diyakini mampu menjawab tantangan pendidikan dan ilmu pengetahuan Islam di era modern, dengan tetap menjaga keseimbangan antara wahyu, akal, dan spiritualitas.
Dinasti Utsmani Di Turki : Kebijakan Pajak Dan Distribusi Ekonomi Dalam Dinasti Utsmani: Keadilan Atau Eksploitasi Aswandi Aswandi; Amril M
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1414

Abstract

Tulisan ini mengkaji kebijakan perpajakan dan distribusi ekonomi pada masa Dinasti Utsmani dengan menelaah sejauh mana kebijakan tersebut mencerminkan nilai-nilai keadilan Islam atau justru berpotensi menjadi instrumen eksploitasi. Dinasti Utsmani mengembangkan sistem perpajakan yang kompleks, termasuk kharaj, ‘usyur, jizyah, dan sistem iltizam, serta menerapkan mekanisme distribusi seperti sistem timar dan lembaga wakaf. Kajian ini menunjukkan bahwa secara normatif, sistem ekonomi Utsmani dirancang berdasarkan prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Namun, dalam praktiknya, berbagai penyimpangan terjadi akibat lemahnya pengawasan, dominasi elite, dan ketimpangan antara pusat dan daerah. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi nilai moral, pengawasan yang kuat, dan partisipasi publik dalam merancang sistem ekonomi Islam yang adil dan berkelanjutan.