Lukmanul Hakim
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

QUR’ANIC INTERPRETATION METHOD AND ITS IMPACT ON CONTEMPORARY INTERPRETATION Lukmanul Hakim; Asrizal Asrizal; Afrizal Nur; Agustiar Agustiar
Jurnal Ushuluddin Vol 26, No 2 (2018): July - December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v26i2.4577

Abstract

This research aims at studying the Qur’anic interpretation method and its impact on contemporary interpretation. This is based on the lack of studies on the interpretation of the contemporary Qur’an, like the method of interpreting the Qur’an, typology and so on. Here, the result has found many things that happen in the interpretation method starting from the development of the initial interpretation or the classical period to modern times. From various methods that have developed, there are essentially only four overviews of interpretation methods with their respective advantages and disadvantages. Such methods are inseparable from the scholars who have developed them. If viewed from the sources of interpretation, the interpretation methods are classified into five categories, (a) bil al-ma’tsur, (b) bil al-riwayah, (c) bil al-manqul, (d) bil ra’yi/bil al-dirayah/bil al ma’qul and (e) bil al-izdiwaj (combination). Further, if seen from the method of explanation, they are divided into descriptive method (al-bayani) and comparative method (al maqarin). Referring to the extent of explanation, they are categorized into global method (al-ijmali) and detailed method (al-ithnaby). Lastly, if seen from the target and scientific aspects that are interpreted systematically, they are classified into analytical method (al-tahliliy) and thematic method (al-mawdhu’iy)
Pemikiran Sosiologi Politik Islam Abdul Wahhab Khallaf Arisman Arisman; Lukmanul Hakim
An-Nida' Vol 45, No 1 (2021): January - June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v45i1.16528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran sosiologi politik Islam Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif. Pembahasan yang dikemukakan didasari bahan-bahan yang diteliti melalui sumber utama yaitu kitab al-Siyāsah al-Syar’iyyah karya Abdul Wahhab Khallaf, kitab-kitab fiqh lainnya dan beberapa tulisan yang relevan. Dari kitab-kitab tersebut dikutip berbagai pendapat dan argumentasi para ulama beserta dalil-dalil yang mereka kemukakan. Sedangkan hasil yang didapat adalah bahwa buku al-Siyāsah al-Syar’iyyah merupakan karya monumental di antara sederetan karya ilmiah Abdul Wahhab Khallaf. Buku ini merupakan hasil studi beliau sewaktu mendalami studi khusus bidang hukum pada tahun 1342 H, atau bertepatan dengan bulan desember 1923. Buku ini menampilkan konsep dan strategi hukum Islam yang sangat menarik untuk dibahas, meskipun isi dan kapasitas buku ini termasuk kajian buku klasik. Namun orisinilitas pemikiran penulis tampak jelas dalam sikap apologiknya, bahwa isu dan klaim hukum Islam bersifat statis, adalah tidak benar. Yang benar adalah bahwa karakteristik dan tujuan sentral hukum Islam berasaskan maslahah, serta bersifat elastis dan dinamis. Abdul Wahhab Khallaf dalam kitabnya al-Siyāsah al-Syar’iyyah membahas hakikat politik hukum Islam yang menyangkut persoalan-persoalan politik hukum perundang-undangan, kebebasan individu, asas persamaan, hubungan negara Islam dengan negara non-Islam, peraturan peperangan, peraturan perdamaian, politik keuangan, pajak, pendayagunaan keuangan, dan sumber-sumber keuangan, di samping tentang sejarah bait al-Māl.
Kemukjizatan Hewan Rayap dalam Al-Qur’an (Kajian Sains Al-Qur’an) Masyhuri Putra; Lukmanul Hakim
Jurnal An-Nur Vol 11, No 2 (2022): Jurnal An-Nur Desember 2022
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v11i2.19811

Abstract

Rayap adalah binatang kecil yang penuh keajaiban. Ketika kisahnya bersama Nabi Sulaiman diabadikan dalam al-Qur’an, maka hal ini menjadi sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Rayap membangun sarang-sarangnya yang tinggi sesuai dengan perencanaan tertentu. Rayap juga membangun suatu sistem pertukaran udara khusus di dalam sarangnya. Kulitnya sangat tipis, membutuhkan udara lembab yang ada di sekelilingnya. Karena itu, mereka harus mempertahankan suhu dan kelembaban sarang pada tingkat tertentu. Jika tidak, maka rayap akan mati. Untuk itu rayap mengupayakan agar udara beredar di sarangnya melalui saluran-saluran khusus dan menggunakan air dari saluran bawah tanah yang telah mereka gali. Dengan cara itulah mereka mengatur suhu dan kelembaban sarangnya. Rayap mengajarkan kedisipilnan dan kesungguhan dalam bekerja. Rayap adalah makhluk yang bekerja diam-diam, meskipun diam mereka tetap bekerja. Penciptaan rayap di belahan dunia tertentu berperan sebagai pengurai tumbuhan yang sudah mati sehingga terjadi siklus mata rantai kehidupan bagi keberlangsungan planet bumi ini.TRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//
البيئة السياسية في زمن المفسر وأثرها على التفسير دراسة تطبيقية على تفسير المراغي Maher Bin Ghazali; Atierh Thaer Abdul Hafidh; Lukmanul Hakim
Jurnal Ulunnuha Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v13i1.8096

Abstract

يعتبر تفسير المراغي من التفاسير المعاصرة التي تميّزت بسهولة المعنى، وبساطة التراكيب، إلا أنه ونظراً لمعاصرته لبيئةٍ سياسيةٍ مضطربةٍ في مصر، فقد أثّر هذا على تفسيره بشكلٍ عام، من أجل ذلك يهدف هذا البحث إلى استعراض البيئة السياسية التي عاش فيها المراغي، وبيان أثرها على تفسيره، ولتحقيق هذا الهدف لجأ الباحثون إلى استخدام المنهج الاستقرائي، والتحليلي، وقد توصّلوا إلى عدة نتائج، منها أن البيئة السياسية التي عاش فيها المراغي قد أثّرت بشكلٍ واضحٍ على تفسيره، ولهذا يعد تفسيره مليئاً بالأحداث والقضايا السياسية، كما أنه عاصر فترتي الحربين العالميتين الأولى، والثانية، وأيضاً الاحتلال الإنجليزي لمصر، إضافة إلى أنه قام باستعراض المصطلحات التي لها ارتباطٌ مباشرٌ بالسياسة كالديموقراطية، وقلم المخابرات.
Mahar Sebagai Tanda Cinta Pespektif Hadis Dan Solusi Atas Fenomena Menunda Pernikahan Di Era Modern Janna Aulia; Lukmanul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6985

Abstract

Mahar adalah sesuatu pemberian yang wajib menurut mayoritas ulama, sehingga dalam pernikahan diwajibkan seorang suami untuk memberikan mahar kepada istrinya. Fenomena menunda pernikahan pada generasi modern, khususnya Generasi Z, semakin meningkat seiring dengan perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Salah satu faktor yang turut berpengaruh adalah persepsi mengenai mahar dan biaya pernikahan yang dianggap semakin tinggi dan memberatkan. Dalam tradisi Islam, mahar bukanlah simbol transaksi atau beban material, melainkan tanda cinta, penghormatan, dan ketulusan dari seorang laki-laki kepada perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep mahar sebagai bentuk cinta dalam perspektif hadis dan mengkaji relevansinya sebagai solusi terhadap kecenderungan menunda pernikahan di era modern. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research), data dikumpulkan dari hadis-hadis terkait mahar, literatur hukum perkawinan Islam, serta penelitian-penelitian kontemporer mengenai tren pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi menekankan kesederhanaan mahar, kemudahan dalam akad nikah, serta pentingnya menghindari tuntutan berlebihan yang dapat menghambat pernikahan. Nilai kesederhanaan dan keikhlasan yang terkandung dalam konsep mahar menurut hadis dapat menjadi pendekatan solutif untuk mengurangi hambatan finansial dan psikologis yang dihadapi generasi modern. Dengan mengembalikan mahar kepada makna syar’inya sebagai tanda cinta dan bukan sebagai simbol kemewahan, fenomena menunda pernikahan dapat diminimalisir, sekaligus memperkuat tujuan pernikahan dalam ajaran Islam