Abdul Rahman
Universitas Sebelas Maret Surakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Integrasi Antaretnis (Studi Kasus di Kampung Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta) Lani Kusuma Yuniati; Sigit Pranawa; Abdul Rahman
Sosial Budaya Vol 17, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v17i2.10755

Abstract

Keberagaman latar belakang budaya dan etnis yang dimiliki oleh masyarakat Kampung Kauman menarik karena keunikannya dalam mencapai kehidupan yang integratif. Ke-6 etnis menunjukkan bentuk kerukunan dalam bermasyarakat. Perbedaan budaya yang dimiliki tidak menimbulkan konflik antaranggota masyarakat. Berdasarkan kondisi tersebut maka penelitian ini berfokus untuk menemukan wujud dan faktor yang melatarbelakangi adanya integrasi antaretnis di Kampung Kauman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui  observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber serta teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi antaretnis di Kampung Kauman terwujud melalui beberapa aspek yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya serta dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai pendukung dari terwujudnya integrasi. Menjunjung tinggi nilai toleransi menjadi faktor utama dalam mewujudkan kehidupan yang integratif antaranggota masyarakat.  Kata Kunci: Integrasi Antaretnis, Masyarakat Heterogen, Kampung Kauman.
Analisis Perilaku Berpacaran Mahasiswa Kos Dalam Perspektif Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi di Jebres, Surakarta Afifah Thohiroh; Yuhastina Yuhastina; Abdul Rahman
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 9, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i2.34548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Perilaku berpacaran mahasiswa kos dalam perspektif teori kontrol sosial Travis Hirschi di Jebres, Surakarta dan 2) Respon masyarakat terhadap perilaku berpacaran mahasiswa kos di Jebres Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 8 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data yaitu dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa perilaku berpacaran mahasiswa kos sudah semakin meresahkan dianalisis menggunakan teori kontrol sosial internal Travis Hirschi dengan 4 (empat) unsur utama yaitu attachment, commitment, involvement dan believe. Respon dari ketua RT setempat dengan mengadakan ronda malam rutin dan memberikan himbauan kepada para pemilik maupun penjaga kos untuk senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan kos-kosan.
Pembentukan Identitas Tionghoa Muslim di Kalangan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Semarang Devi Ratnawati; Nurhadi Nurhadi; Abdul Rahman
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 4 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (November)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i4.998

Abstract

The New Order government encouraged ethnic Chinese Indonesians as the local population, resulting new identity as Chinese Muslims, then the group formed PITI. This research is analyzing the forming of Chinese Muslim socio-cultural identity among PITI from the perspective of Tajfel and Turner's social identity theory. The descriptive qualitative research method used in this research, and the data obtained from semi-structured in-depth interviews, observations, and documentation and/or literature studies. The results showed that Chinese Muslims tried to maintain and gain a positive social identity. It can be seen from individual and collective efforts to form different socio-cultural identities, some Muslim Chinese identify Chinese socio-cultural, some identify Javanese socio-cultural.
Korelasi Antara Pendidikan, Keluarga, Pengeluaran Rumah Tangga Dan Motivasi Bekerja Perempuan Pengrajin Ukir Desa Petekeyan Jepara Nina Sofiatun; Abdul Rahman; Yuhastina Yuhastina
EDUTECH Vol 8, No 2 (2022): EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/edutech.v8i2.11342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara pendidikan, keluarga dan pengeluaran rumah tangga dengan motivasi perempuan bekerja sebagai pengukir di desa Petekeyan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik deskriptif melalui survey yang diambil dari sample para pengrajin ukir perempuan Desa Petekeyan dengan tujuan untuk memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti dari kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa dari hasil perhitungan data diperileh korelasi tingkat pendidikan dengan motivasi perempuan bekerja memiliki nilai Sign untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,039 0,05 atau tidak terdapat korelasi antara tingkat pendidikan terhadap motivasi perempuan bekerja.. Korelasi keluarga dengan motivasi perempuan bekerja memiliki nilai Sign untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,03 0,05 sehingga terdapat korelasi antara keluarga terhadap motivasi perempuan bekerja. Korelasi pengeluaran rumah tangga dengan motivasi perempuan bekerja memiliki nilai Sign X3 terhadap Y sebesar 0,00 0,05 atau terdapat korelasi antara pengeluaran rumah tangga terhadap motivasi perempuan bekerja. Hasil uji F memiliki nilai signifikansi pengaruh X1, X2 dan X3 secara simultan tehadap Y adalah 0,000 tingkat pendidikan, keluarga dan pengeluaran rumah tangga berkorelasi secara simultan terhadap motivasi perempuan bekerja.
Pengembangan Diri Melalui Pelatihan Tata Kecantikan Menuju Wirausaha Mantan Wanita Tuna Susila di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta Carissa Dara Ninggar; Abdul Rahman; Yuhastina Yuhastina
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3882

Abstract

AbstrakSetiap individu memiliki potensi diri. Termasuk mantan Wanita Tuna Susila (WTS) yang menjadi Penerima Manfaat (PM) di PPSW Wanodyatama. Pengembangan diri penting bagi mereka agar mandiri setelah dari panti. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan teknik pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Panti mendorong PM mengembangkan dirinya dengan dasar pemenuhan kebutuhan yakni kebutuhan pokok, kesehatan, sosial, dan cinta. Panti membantu pengembangan diri PM melalui pelatihan tata kecantikan yang digunakan untuk mengembangkan talenta, menciptakan kesempatan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memotivasi PM berwirausaha setelah dari panti. Kendala yang dialami PM dalam pengembangan dirinya yaitu rasa minder, bosan, kurang puas terhadap fasilitas pelatihan kecantikan, dan tidak ada sertifikat serta modal materil dari panti untuk PM mendirikan usaha setelah keluar. Sehingga solusi atas kendala tersebut yaitu melatih PM untuk percaya diri, sesekali membebaskan kegiatan kecantikan, memperbaiki fasilitas, dan mengadakan bimbingan lanjut untuk PM yang ingin berwirausaha.Kata Kunci: Hierarki Kebutuhan, Pelatihan Tata Kecantikan, Upaya Pengembangan Diri, Wirausaha AbstractEvery individual has self-potential. Including ex-Prostitutes who became Beneficiaries (PM) at PPSW Wanodyatama. Self-development is important for them to be independent after leaving PPSW. This research is a qualitative descriptive study. The sampling technique is purposive sampling and the data collection techniques are observation, documentation, and in-depth interviews. PPSW encourages PM to develop themselves on the basis of fulfilling their basic needs, health, social, and love. PPSW helps PM self-development through beauty training which is used to develop talents, create opportunities, increase self-confidence, and motivate PM to become entrepreneurs after leaving PPSW. The obstacles experienced by PM in self-development are feeling inferior,bored,dissatisfaction with beauty training facilities,and there is no certificate and material capital for PM to build a business. So, the solution to these problems is train PM to be confident, once free up beauty activities, improve facilities, and provide further guidance for PM who whant to be entrepreneurs.Keywords: Beauty Training; Bussinessman, Hierarchy of Needs, Self-Development Efforts