Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Promosi Tabungan Haji Mabrur dalam Menarik Minat Nasabah pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Pembantu Rimbo Bujang 2 Ita Ulfa Wafiq Aniqah; Muhammad Zaki
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 5 No. 1 (2023): (Maret 2023)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v5i1.511

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemasaran syariah produk tabungan haji di BSI KCP Rimbo Bujang 2. Faktor apa saja yang menghambat produk tabungan haji Bank Syariah Indonesia KCP Rimbo Bujang 2. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, kurangnya pengenalan produk BSI khususnya produk tabungan haji kepada masyarakat. sehingga nasabah produk tabungan haji di BSI KCP Rimbo Bujang 2 setiap tahunnya mengalami kenaikan yang tidak signifikan. BSI harus lebih kompetitif dalam memasarkan produk tabungan haji ini agar masyarakat lebih tertarik menggunakan jasa bank. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan di BSI adalah dengan melakukan promosi pengenalan produk, kemudian membuka cabang di seluruh Indonesia terutama di daerah/desa untuk memudahkan masyarakat.
Islam dan Doktrin Ekonomi Muhammad Zaki
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v10i3.33730

Abstract

Islam is a revelation sent down by Allah SWT. to His apostles to regulate all aspects of life both vertically and horizontally which contain broad guidance for life, while at the same time giving essential values to that life. Islam also means obedience, obedience to the will and law of Allah SWT. and fear Him who was sent down to organize human life in this world and the hereafter. Islamic teachings originate from the Quran, sunnah and ijtihad. The main points of Islamic teachings are believing in God Almighty, believing in the day of resurrection and giving charity, doing good deeds, and avoiding evil deeds. In general, the rules in Islam cover three main things, namely aqidah, sharia, and morals. Islam positions economic activity as one of the important aspects to gain glory (falah), and therefore the economic activity needs to be guided and controlled so that it goes in tune with Islamic teachings. Economic activity can only lead to falah as long as it is carried out based on Islamic beliefs and is colored by Islamic morality.Keywords: Islam, Economic activity, Falah. AbstrakIslam merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah swt. kepada rasul-Nya untuk mengatur segala aspek hidup baik vertikal maupun horizontal yang berisi tuntunan kehidupan secara luas, sekaligus memberikan nilai-nilai esensial pada kehidupan tersebut. Islam juga berarti sebagai kepatuhan, ketaatan terhadap kehendak dan hukum Allah swt. dan bertaqwa kepada-Nya yang diturunkan untuk menata kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Ajaran-ajaran Islam bersumber dari Alquran, sunnah dan ijtihad. Pokok-pokok ajaran Islam adalah beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengimani hari kebangkitan dan pembalasan amal, melakukan amal-amal kebajikan, dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang jahat. Secara umum aturan dalam Islam meliputi tiga hal pokok, yakni aqidah, syariah, dan akhlak. Islam memosisikan kegiatan ekonomi sebagai salah satu aspek penting untuk mendapatkan kemuliaan (falah), dan karenanya kegiatan ekonomi perlu dituntun dan dikontrol agar berjalan seirama dengan ajaran Isla. Kegiatan ekonomi hanya mampu membawa kepada falah selama dilaksanakan berdasarkan akidah Islam dan diwarnai dengan moral Islam.Kata kunci: Islam, Aktifitas ekonomi, Falah.
Implication of Law Number 23 of 2011 On Zakat Institution Governance Based On Sharia Quality Management Principles; A Case Study in Baznas of Jambi Province Muhammad Zaki; Amiur Nuruddin; Saparuddin Siregar
Jurnal Cita Hukum Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jch.v8i1.14481

Abstract

AbstractZakat has fully transformed from the realm of charity to the realm of empowerment and development of the people and state. The management of zakat becomes part of the responsibility of the state as a regulator, facilitator, and at the same time, a motivator as evidenced by the birth of Law No. 11/23 concerning Management of Zakat. This study aims to look at the implications of the Zakat Law on the implementation of the principles of sharia quality management in zakat management in Baznas, Jambi Province. This legal study used a normative legal approach and quality management that aims to find out the principles of quality management contained in the zakat management law and its implementation in Baznas, Jambi Province. The data used in this study are primary and secondary data analyzed using descriptive methods. The results of this study indicate that the Zakat Law has not explicitly explained the management of zakat institutions. Baznas Jambi Province has prepared a quality policy for the management of zakat although it has not yet met the principles of quality management as a whole. The implementation of sharia quality management in Baznas will have implications for the realization of good institutional management so that it will realize the mustahik (zakat deserver) welfare and social welfare of the community and will encourage the achievement of zakat management objectives by law or sharia.Keywords: Zakat, Sharia Quality Management, Zakat Law. AbstrakZakat telah sepenuhnya berubah dari ranah amal ke ranah pemberdayaan dan pengembangan rakyat dan negara. Pengelolaan zakat menjadi bagian dari tanggung jawab negara sebagai regulator, fasilitator dan sekaligus motivator yang dibuktikan dengan lahirnya UU No. 11/23 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implikasi dari UU Zakat pada implementasi prinsip-prinsip manajemen kualitas syariah dalam manajemen zakat di Baznas, Provinsi Jambi. Studi hukum ini menggunakan pendekatan hukum normatif dan manajemen mutu yang bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip manajemen kualitas yang terkandung dalam hukum manajemen zakat dan implementasinya di Baznas, Provinsi Jambi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder yang dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa UU Zakat belum secara eksplisit menjelaskan pengelolaan lembaga zakat. Baznas Provinsi Jambi telah menyiapkan kebijakan mutu untuk pengelolaan zakat walaupun belum memenuhi prinsip-prinsip manajemen mutu secara keseluruhan. Penerapan manajemen kualitas syariah di Baznas akan berimplikasi pada terwujudnya manajemen kelembagaan yang baik sehingga akan mewujudkan kesejahteraan mustahik (zakat deserver) dan kesejahteraan sosial masyarakat dan akan mendorong tercapainya tujuan pengelolaan zakat oleh hukum atau syariah.Kata kunci: Zakat, Manajemen Kualitas Syariah, Hukum Zakat АннотацияЗакят полностью перешёл из сферы благотворительности в область расширения возможностей и развития людей и государства. Управление закятом становится частью ответственности государства как регулятора, посредника и, в то же время, мотиватора, что подтверждается принятием Закона № 11/23 об управлении закятом. Это исследование направлено на изучение последствия принятия Закона Закята на внедрение принципов управления качеством шариата в управлении Закятом в Базнасе в провинции Джамби. В этом правовом исследовании использовался нормативно-правовой подход и управление качеством, целью которого является выяснение принципов управления качеством, содержащихся в законе об управлении закятом и его применении в Базнасе в провинции Джамби. Данные, использованные в этом исследовании, являются первичными и вторичными данными, проанализированными с использованием описательных методов. Результаты этого исследования указывают на то, что Закон Закята не объясняет явно управление учреждениями Закята. В провинции Джамби Базнас подготовил политику качества для управления закятами, хотя она еще не соответствует принципам управления качеством в целом. Внедрение управления качеством шариата в Базнасе будет иметь значение для реализации хорошего институционального управления, чтобы оно обеспечило благосостояние mustahik (имеющих право на закят) и социальное благосостояние общины, и способствовало бы достижению целей управления закятами в соответствии с законом или шариатом.Ключевые слова: Закят, Шариатское управление качеством, Закятский закон.