Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PRINSIP KERJA 5S UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PRODUKSI STUDI KASUS DI SECTION INJECTION DI PT HBR Iwan Roswandi; Didi Junaedi; Selamet Riadi; Muh Rokhim
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 15, No 3 (2021): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.075 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2021.v15i3.008

Abstract

Sistem dan kondisi kerja yang baik berdampak pada produktivitas dari karyawan. Salah satu faktor pendukung perindustrian Jepang adalah adanya program yang selalu ditaati Bersama dan inovasi secara terus menerus. Tetapi, hal tersebut dapat dilakukan karena langkah pertama yang selalu dikedepankan yaitu proses kerja 5S. Penempatan bahan baku material kurang rapi menyebabkan proses handling memerlukan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab setup yang lama diareal injection dan melakukan perbaikan sehingga meningkatkan jumlah produksi. Penyebab terjadinya delay waktu pada mesin injection adalah penempatan bahan baku material kurang rapi sehingga saat proses handling memerlukan waktu yang lama, perbaikan dengan melakukan training 5S untuk penempatan material bahan baku. Screw injection problem saat setup, perbaikan dengan Preventive Maintenance dan Autonomous Maintenance secara berkala. Pergantian spare part SOP tidak berjalan dengan baik, perlu Retraining kepada seluruh operator. Bahan baku kotor sehingga output hasil produksi NG, dilakukan pemilahan saat penempatan bahan baku, dan Retrainning Operator.
LEAN MANUFACTURING KONSEP UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MESIN MOULDING MENGGUNAKAN PENDEKATAN SMED DI PT XYZ IWAN ROSWANDI
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 13, No 1 (2019): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.297 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi garmen, Salah satu produk yang dihasilkan adalah underware dan  lingerie. Sebagai perusahaan manufaktur, perusahaan ini tidak lepas dari permasalahan mengenai efektivitas mesin/peralatan. Masalah yang dihadapi adalah lamanya proses set-up penggantian mould cup. Sehingga mengakibatkan down time losses. Lean manufacturing adalah suatu pendekatan yang inovatif dalam maintenance dengan cara mengoptimasi keefektifan peralatan, mengurangi/ menghilangkan downtime set-up. Melalui Lean Manufacturing diharapkan adanya perbaikan serta pengurangan nilai Six Big Losses yang merupakan kerugian-kerugian perusahaan yang terkait dengan peralatan. Perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi waktu set-up yaitu menggunakan metode SMED (Single Minute Exchange Dies) yaitu mengurangi waktu set-up dan menghilangkan aktivitas internal dan eksternal yang kurang efektif. Penerapan metode SMED dilakukan dengan merubah 29 aktivitas internal  menjadi 22 aktivitas internal, membuat troli tools  dan alat pemanas mould cup. Hasil improve  yang dilakukan berkurangnya waktu set-up mesin dari 48,87 menit menjadi 34.80 menit (waktu set-up berkurang 28,8%).
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN POLYDON DENGAN ANOVA DAN PERBEDAAN KUALITAS SUPPLIER POLYDON DENGAN UJI - T DI PT X Selamet Riadi; Chriswahyudi Chriswahyudi; Iwan Roswandi; Tyas Eka Kurnia; In Rahmi FF
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.179-192

Abstract

Polydon secara statistik deskriptif tanpa uji hipotesis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan fisik obat. Dengan pendekatan uji hipotesis menggunakan statistik inferensial, pada penelitian ini digunakan ANOVA  satu arah untuk mengkaji apakah benar ada pengaruh signifikan dari penambahan bahan polydon terhadap ketahanan fisik obat secara akurat dan terencana. Dari hasil penambahan bahan polydon sebanyak 0%, 3%, 6% dan 9% dengan replikasi sebanyak 6 kali didapatkan hasil bahwa penambahan polydon terhadap granul obat berpengaruh signifikan terhadap ketahanan fisik obat. Uji lanjutan setelah ANOVA yaitu uji tukey menunjukkan bahwa penambahan polydon berpengaruh signifikan terhadap ketahanan fisik obat pada penambahan polydon sebanyak 6%. Dengan adanya pengaruh penambahan polydon terhadap ketahanan fisik obat maka peneliti  membandingkan dari dua supplier yang telah ada dengan pendekatan uji – t sampel bebas (independent) untuk menganalisa apakah ada perbedaan kualitas pada dua supplier. Berdasarkan hasil hitung uji t didapat nilai t hitung lebih kecil dari t tabel pada nilai alfa 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas antara supplier A dan supplier B terhadap kualitas bahan polydon yang disuplai.
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585