Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585
Analisis Nilai SO2 dan NO2 Cerobong Emisi pada Industri Peleburan Baja Kabupaten Bekasi Daningsih, Woro Wur; Wangitan, Roy; Febrina, Laila; khasanah, fata nidaul
Jurnal Jaring SainTek Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/5my8c492

Abstract

PT X operates in the steel smelting and rolling industry (Furnace & Steel Rolling). The purpose of this study is to examine the steel smelting production process at PT X that has the potential to generate emissions, to identify PT X’s emission control processes, to assess the measurement results of particulate, opacity, SO₂, and NO₂ parameters from steel smelting, and to analyze whether PT X’s emissions comply with the emission quality standards. Steel smelting activities are a major source of NOx, SOx, and particulate formation. The use of raw materials such as pig iron, cast iron, and hot briquetted iron, which contain sulfur levels ranging from 0.05–0.15%, serves as the main source of SOx emissions. The injection of pure nitrogen and pure oxygen into the electric arc furnace contributes to NOx emissions. The results of stack gas emission testing at PT X showed maximum levels of 47 mg/m³ for particulates, <20% for opacity, 76 mg/m³ for SO₂, and 11.49 mg/m³ for NO₂ during the period from the second quarter of 2024 to the first quarter of 2025.