Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI ASAP CAIR PADA LATEKS Fitriani Kasim; Arum Nur Fitrah; Erliza Hambali
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.468 KB)

Abstract

Asap cair (liquid smoke) atau dengan nama lain bio oil merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan baik pangan maupun non pangan. Salah satu aplikasinya pada non pangan yaitu untuk menggumpalkan lateks dan mencegah timbulnya bau dan tumbuhnya jamur pada lembaran sit lateks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair yang berasal dari tempurung kelapa dengan konsentrasi 1 % dan 2% dapat menggumpalkan lateks dan menghambat tumbuhnya jamur pada lembaran Sit yang dibuat serta mencegah timbulnya bau.Kata Kunci : Asap Cair, Lateks, Energy alternatif
Ipteks Bagi Masyarakat Kelompok Tani 4 Sajarek dan Kelompok Tani Rahmat Illahi Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman: Introduksi Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Asap Cair Anwar Kasim; Wahyudi David; Deivy Andhika Permata; Fitriani Kasim
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 23 No 3 (2016): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah hasil pertanian tempurung kelapa merupakan hasil pertanian by product dari produksi kelapa dan kopra. Limbah tempurung kelapa memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai penghasil asap cair. Asap cair merupakan hasil proses pirolisasi bahan berkayu yang bernilai ekonomis tinggi. Proses pirolisis ini membutuhkan teknologi dan pengetahuan untuk menghasilkan kualitas yang baik. Kegiatan IbM pada kelompok Tani 4 Sajarek dan Kelompok Tani Rahmat Ilahi Kecamatan VII Koto Sungai Sarik Kabupten Padang Pariaman memberikan gambaran alih teknologi pembuatan asap cair. Kuisioner telah dibagikan sesaat kepada anggota kelompok tani sebelum dan sesudah introduksi. Hasil yang didapatkan, hampir semua kelompok tani tertarik dan mengerti cara pengolahan dan kegunaan asap cair. Dari hasil kegiatan ini, kelompok tani optimis bisa menjalankan kegiatan setelah tanpa adanya pendampingan lagi dari Universitas Andalas. Kata Kunci: Ipteks Bagi Masyrarakat, Asap Cair, Pemanfaatan Limbah Pertanian
Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Isolasi Nanoselulosa dengan Perbedaan Konsentrasi Asam Sulfat dan Lama Waktu Ultrasonifikasi dalam Proses Pembuatannya Devi Fitria; Fitriani Kasim; Deivy Andhika Permata
Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 30 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber selulosa yang dapat diolah, salah satunya menjadi material nanoselulosa yang memiliki nilai ekonomis tinggi serta pengaplikasian yang luas di bidang industri seperti dalam pembuatan komposit, kemasan, biomedis, dan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengaruh perbedaan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi dalam proses pembuatan nanoselulosa dari tandan kosong kelapa sawit serta mendapatkan konsentrasi asam sulfat dan lama waktu ultrasonifikasi terbaik yang menghasilkan rendemen nanoselulosa tertinggi dan karakteristik nanoselulosa terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan dua faktor A: konsentrasi asam sulfat (10%, 20%, dan 30%), dan faktor B: waktu ultrasonikasi (30, 60, dan 90 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi asam sulfat dan waktu ultrasonikasi berpengaruh terhadap rendemen nanoselulosa yang dihasilkan yaitu: 89,46; 89,51; 89,52; 84,20; 85,23; 87.84; 78,94; 79,80; dan 81, 83%, dan berpengaruh juga terhadap karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang didapatkan 268,5; 239,3; 275,0; 224,4; 310,7; 218,9; 170,8; 260,9; dan 380,7 nm. Konsentrasi asam sulfat 10% dengan waktu ultrasonikasi 90 menit menghasilkan rendemen nanoselulosa yang tertinggi yaitu 89,52%. Dan konsentrasi 30% dengan waktu ultrasonikasi 30 menit menghasilkan karakteristik nanoselulosa berupa ukuran partikel nanoselulosa yang relatif kecil yaitu 170,8 nm. Nanoselulosa yang dihasilkan cocok digunakan sebagai biokomposit, karena berada pada rentang 100-500 nm. Kata kunci—asam sulfat, nanoselulosa, tandan kosong kelapa sawit, ultrasonikasi