Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Big Book Pada Guru Sekolah Dasar di Kota Metro Srikandi Octaviani; Alif Via Sufianti; Hanifah Fitria Azizah; Winie Setia Prilapnita Hapsari; Winda Maharani
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.322 KB) | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v2i2.21420

Abstract

 Tujuan dari kegiatan pelatihan dan pendampingan ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang mudah dibuat, praktis, yang sesuai dengan tujuan capaian pembelajaran, sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kognitif peserta didik, dan peserta mampu memahami konsep, tata cara membuat serta mampu mengimplementasikan Big Book pada proses kegiatan belajar di kelas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini menerapkan beberapa metode diantaranya adalah In house Training, ceramah dan mentoring. Adapun hasil dari pelatihan dan pendampingan ini melatih keterampilan peserta dalam merancang dan membuat sendiri media pembelajaran Big Book yang sesuai dengan karakteristik dan perkembangan kognitif peserta didiknya, menghasilkan Big book yang sesuai dengan tujuan capaian pembelajaran, serta mampu mengimplementasikan Big Book pada proses kegiatan belajar di kelas. Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah pentingnya membuat media pembelajaran sendiri yang dapat disesuaikan dengan capaian tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik, sehingga pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KELAS IV SD Alif Via Sufianti
SEHRAN (Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kewarganegaraan) Vol 1 No 1 (2022): SEHRAN
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.215 KB) | DOI: 10.56721/shr.v1i1.91

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dalam pembelajaran PKn peserta didik kelas IV SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn peserta didik dengan menerapkan model problem based learning. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di salah satu sekolah dasar yang ada di kecamatan metro utara yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik non tes dan tes. Alat pengumpul data berupa lembar observasi dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar PKn peserta didik kelas IV SD
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA COOLMATH4KIDS KELAS V SEKOLAH DASAR Arum Sulastri; Alif Via Sufianti; Winu Galih Puspito
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 3 No. 1 (2026): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah sehingga siswa pasif, kurang terlibat dalam diskusi, Penelitian ini bertujuan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan media pembelajaran Coolmath4kids. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pada prasiklus, rata-rata nilai hanya 58,3 dengan ketuntasan 12,5%, dan aktivitas siswa berada pada skor 1,8 (kategori rendah). Setelah penerapan media pembelajaran Coolmath4kids pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 68,9 dengan ketuntasan 41,7% dan aktivitas siswa mencapai skor 2,6 (kategori cukup). Pada siklus II, peningkatan semakin signifikan, yaitu rata-rata nilai mencapai 83,4 dengan ketuntasan 83,3%, dan aktivitas siswa meningkat menjadi skor 3,5 (kategori sangat aktif). Dengan demikian, penerapan media pembelajaran Coolmath4kids efektif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Reclaiming indigenous voices: linguistic landscape of minority languages in urban public spaces in Indonesia Winie Setia Prilapnita Hapsari; Alif Via Sufianti
Indonesian Journal of Language and Communication Studies Vol. 1 No. 1 (2026): Language, media, and society in contemporary Indonesia
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/ijlc.v1i1.510

Abstract

Background: The visibility of minority languages in Indonesia’s urban public spaces reflects complex dynamics of cultural identity, political recognition, and linguistic equity. Objective: This study aims to examine the distribution, symbolic meanings, and power relations embedded in the linguistic landscape of selected Indonesian cities. Method: Employing a qualitative design that integrates Linguistic Landscape Analysis, semiotics, and Critical Discourse Analysis, data were collected through photographic documentation, field observations, municipal policy reviews, and stakeholder interviews. Results: The findings show that Makassar, Bandung, and Kupang exhibit high-visibility and institutionally supported minority language signage, integrating cultural identity with commercial and governance domains. Jayapura’s linguistic presence is dominated by political assertion and artistic expression, while Jakarta and Surabaya show lower visibility, with indigenous languages often confined to informal or peripheral spaces. These patterns indicate that ethnolinguistic vitality, governance frameworks, and socio-political histories strongly influence language placement, symbolic resonance, and public legitimacy. Implication: The study implies that sustainable indigenous language visibility requires not only spatial representation but also systemic policy support and community engagement. Novelty: This study demonstrates how governance structures and ethnolinguistic vitality jointly shape the visibility and symbolic power of minority languages in urban Indonesia through an integrated linguistic landscape, semiotic, and critical discourse perspective.