Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS POTENSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) TERHADAP LAYANAN OVER THE TOP (OTT) LUAR NEGERI DI INDONESIA Wayan Hesadijaya Utthavi; Luh Arik Chitta Wati; Ni Made Ayu Dwijayanti; Kadek Nita Sumiari
Jurnal Widya Akuntansi dan Keuangan Vol 5 No 2 (2023): Widya Akuntansi dan Keuangan
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/widyaakuntansi.v6i2.3497

Abstract

Digital evolution now affects almost all aspects of people’s lives. The emergence of products resulting from technological developments was responded to very positively by the community. One of them is digital-based entertainment, namely streaming services with a fairly high number of viewers. The positive direction of growth in digital entertainment consumption is trying to be linked to tax revenues, especially the type of VAT to see how much it contributes to the state. Digital entertainment that can be marketed around the world via a network called over the top initially poses a dilemma of collecting its contributions, so various strategies have been devised to solve this dilemma. Tracing the potential VAT revenue on digital entertainment consumption in Indonesia is the main object of this study. Research by the qualitative trying to probe deeper onto the ground of the VAT through the public interest in accessing digital entertainment. This study took advantage of the primary data of the views of experts in the field of taxation and supported secondary data. The results of this study indicate that the high interest of the public in using digital entertainment, which is indicated by the rapid growth of access to digital services in Indonesia, is a great potential for state revenues that can be collected through taxation. As a new source of income in the VAT type of tax sector, the use of digital entertainment in Indonesia can be optimized for VAT collection and deposit through the enactment of PMK No. 60/PMK.030/2022 and PER-12/PJ/2020. That has not been optimized in the field of supervision and the right to fulfill a sense of fairness for all taxpayers in Indonesia is a note and evaluation for authority taxation in their bid to the undertaking of duty calculated the contributions to digital providers foreign in Indonesia.
PEMETAAN OBYEK WISATA SPIRITUAL DI DESA BAKAS BANJARANGKAN-KLUNGKUNG I Made Anom Adiaksa; Sudiadnyani, I Gusti Agung Oka; Uthavi, Wayan Hesadijaya
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 8 No. 1 (2022): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v8i1.53-60

Abstract

Bakas adalah desa yang berada di kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia. Adapun juga letak dan kondisi geografis Desa Bakas kurang lebih 3 km dari kota kecamatan Banjarangkan. Mata pencaharian atau pekerjaan masyarakat Desa Bakas, mulai dari petani, Pegawai Negeri Sipil, hingga menjadi pedagang. Luas wilayah Desa Bakas 2,82 km², dan sebagian besar lahan dimaanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Desa Bakas memiliki beberapa objek yang menarik berupa wisata alam dan budaya. SK Pokdarwis dikeluarkan Desa Bakas tahun 2018. Desa Bakas secara topografi ada perbukitan dengan persawa-hannya yang membentang, sekaligus menjadi ikon Desa Bakas. Sisi barat desa merupakan Tukad Melangit yang sekaligus menjadi batas desa. Mata air yang berada di pinggir sungai Desa Bakas ini memiliki potensi besar untuk dapat dikelola secara professional untuk meningkatkan pendapatan desa. Kondisi lingkungan sekitar serta potensi alam yang masih alami sangat mendukung untuk pengembangan ini. Pelaksanaan pengabdian ini telah dilaksanakan dengan beberapa aspek seperti aspek pembangunan, aspek sosial masyarakat dan aspek keberlanjutan program. Aspek pembangunan menyangkut pembangunan penunjang wisata seperti tulisan identitas lokasi, gerbang masuk lokasi, papan penunjuk lokasi serta pengecatan. Aspek social dilihat dari tingkat partisipasi aktif kelompok mitra mencapai 90% dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Aspek keberlanjutan program dimana telah terbentuk kelompok Bungsih Tourism Destination (BTD) yang secara aktif bersama tim pelaksana melakukan perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. Kelompok ini yang mengelola sekaligus melakukan perawatan dan pengembangan lokasi.