Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESESUAIAN RPP TEMATIK INTEGRATIF DENGAN SURAT EDARAN NOMOR 14 TAHUN 2019 Atika Dwi Evitasari; Faridl Musyadad; Fitri Sholihah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Prodi PGSD FKIP Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pendas.8.1.18-34

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019, kendala yang dihadapi oleh guru dalam pembuatan RPP Tematik, dan solusi yang dilakukan oleh guru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif untuk menganalisis RPP tematik Kelas tinggi SD Negeri se-Gugus II Pengasih yang disesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas tinggi se-Gugus II Pengasih sebanyak lima orang. Pengumpulan data melalui teknik dokumentasi dan angket. Analisis data menggunakan model Analysis Interactive dari Milles dan Huberman dengan tahapan data collection, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Komponen RPP yang disusun oleh guru sudah sesuai peraturan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019 yakni menggunakan tiga komponen inti yaitu Tujuan Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, dan Penilaian Pembelajaran. Kendala yang dihadapi adalah guru kesulitan dalam membuat rubrik penilaian. Solusi yang dilakukan guru yaitu dengan cara mengacu pada RPP KKG yang telah dibuat bersama-sama dan bertanya kepada kepala sekolah atau orang yang lebih ahli. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi terkait kesesuaian penyusunan RPP dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2019.
PELATIHAN PEMBUATAN ECOPRINT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SMA MUHAMMADIYAH WATES KULON PROGO Rahmi; Devi Anugrah; Siwi Utaminingtyas; Faridl Musyadad
ALAINA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): ALAINA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Cendekia Citra Gemilang Scholar Foundation, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/alaina.v3i2.789

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pengembangan kreativitas sebagai salah satu kompetensi penting yang mendukung kemampuan peserta didik dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, sehingga diperlukan kegiatan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan berbasis pengalaman. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan pembuatan ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai media pembelajaran kreatif sekaligus sarana edukasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan praktis, kesadaran lingkungan, dan wawasan kewirausahaan siswa SMA Muhammadiyah Wates Kulon Progo melalui pelatihan pembuatan ecoprint. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif yang meliputi tahapan penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami konsep, manfaat, serta teknik pembuatan ecoprint, mulai dari pemilihan bahan alami, penyusunan motif, proses pengukusan, hingga menghasilkan produk akhir yang memiliki nilai estetika. Selain itu, pelatihan mampu meningkatkan kreativitas siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan mengeksplorasi ide, mengombinasikan bentuk dan warna alami, serta menghasilkan karya yang beragam dan unik.
Development of a psychosocial diagnostic assessment instrument for elementary school students Faridl Musyadad; Miftahuddin
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1179600

Abstract

Despite the growing emphasis on adaptive and inclusive learning in basic education, diagnostic assessments used in elementary schools remain predominantly academic and cognitive in orientation, providing limited insight into students’ psychosocial readiness for learning. This gap is particularly evident in the absence of validated instruments capable of diagnosing students’ sense of safety, learning comfort, enjoyment, and learning preferences as foundational conditions for differentiated and responsive instruction. Addressing this conceptual and methodological gap, this study aims to develop and psychometrically validate a psychosocial diagnostic assessment instrument for elementary school students to support adaptive learning practices. Using a quantitative Research and Development (R&D) design, the study was conducted through stages of needs analysis, construct formulation, content validation, and field testing. The instrument was administered in seven elementary schools in Kapanewon Pengasih, Kulon Progo Regency, Indonesia, involving 7 principals, 16 teachers, and 255 fourth- and fifth-grade students. Data were analyzed using Aiken’s V to examine content validity, exploratory factor analysis (EFA) to confirm construct structure, and Cronbach’s Alpha to assess internal consistency reliability. The results indicate that the developed instrument comprises four coherent psychosocial dimensions—sense of safety, learning comfort, learning enjoyment, and learning preferences—with high content validity (V = 0.89) and excellent reliability (α = 0.87). These findings demonstrate that the instrument meets key psychometric criteria and is suitable for use as an early diagnostic tool to inform formative and differentiated learning strategies. In conclusion, this study contributes to the advancement of holistic assessment theory by extending diagnostic assessment beyond academic domains and offers a validated methodological framework for psychosocial diagnostics in primary education. Practically, the instrument provides educators with an evidence-based tool to design adaptive, inclusive, and student-centered learning aligned with contemporary curriculum demands.