Tamsir Tamsir
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Konseptual Kepemilikan Harta Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kritis Kepemilikan Harta Sistem Ekonomi Kapitalisme) Sirajuddin Sirajuddin; Tamsir Tamsir
LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lamaisyir.v6i2.11838

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk merekonstruksi konsep kepemilikan harta berdasar pada persepektif ekonomi Islam dan  melakukan kritik pada konsep kepemilikan harta dalam sistem ekonomi Kapitalisme. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang tergolong library research, pengumpulan data dilakukan dengan cara kutipan langsung maupun tidak langsung kemudian dianalisa dengan cara content analysis (analisis isi) terhadap berbagai buku yang representatif, relevan dengan topik yang diangkat, kemudian mengulas dan menyimpulkan dengan menggunakan pendekatan teologis normatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konstruksi konsep ekonomi Islam dibangun berdasarkan aqidah Islam, al-Qur’an, al-Sunnah, Ijma’ serta qiya>s sebagai titik sentral pemikiranya. Dalam perspektif ekononmi Islam, kepemilikan harta terbagi menjadi tiga rumusan pokok yaitu kepemilikan individu (personal), kepemilikan umum (komunal) dan kepemilikan negara. Pandangan ekonomi Islam kepemilikan harta tidak dapat dibangun dengan mendestruksi nilai-nilai agama sebagaimana halnya dalam ekonomi kapitalisme, juga tidak memberikan peluang kepada kebebasan mutlak kepemilikan individu, karena mengakibatkan harta terkonsentrasi pada segelintir golongan elit tertentu, yang dapat meciptakan distrosi dalam perekonomian.
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Pobinci-Binciki Kuli pada Usahawan Buton dalam Etika Bisnis Syariah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Tamsir Tamsir; Muhammad Wahyuddin Abdullah; Hasaruddin Hasaruddin
Al-Tijary AL-TIJARY VOL. 5, NO. 1, DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.127 KB) | DOI: 10.21093/at.v5i1.1660

Abstract

This study aims to interpret the value of local wisdom of the Buton's natives pobinci-binciki kuli through entrepreneurs and then internalize it in sharia business ethics to achieve prosperity and well beings of the people. The approach used in this study is an ethnographic approach that makes Central Buton as a center of research. The findings in this study are the values of the local wisdom of Buton's island natives pobinci-binciki kuli which can be internalized in Islamic business ethics as follows: Defining value, pomae-maeaka (mutual shame) internalized in nature siddiq (integrity), internalized in value poma-maasiaka (love one another) internalized in nature fatonah (Intelligence), internalized in values of popia-piara (mutual protection) internalized in nature of amanah (trustworthy) and the value of poangka-ngkataka (mutual support) internalized in nature tabligh (communicative). These are the identities inherent in the Prophet Muhammad. when running a business. Therefore, sharia business ethics in real terms have been applied by the people of Central Buton through the local wisdom of Buton's natives, known as the pobinci binciki kuli. These values have brought Central Buton’s entrepreneurs to achieve prosperity oriented to the world and hereafter.