Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Pobinci-Binciki Kuli pada Usahawan Buton dalam Etika Bisnis Syariah untuk Mewujudkan Kesejahteraan Tamsir Tamsir; Muhammad Wahyuddin Abdullah; Hasaruddin Hasaruddin
Al-Tijary AL-TIJARY VOL. 5, NO. 1, DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.127 KB) | DOI: 10.21093/at.v5i1.1660

Abstract

This study aims to interpret the value of local wisdom of the Buton's natives pobinci-binciki kuli through entrepreneurs and then internalize it in sharia business ethics to achieve prosperity and well beings of the people. The approach used in this study is an ethnographic approach that makes Central Buton as a center of research. The findings in this study are the values of the local wisdom of Buton's island natives pobinci-binciki kuli which can be internalized in Islamic business ethics as follows: Defining value, pomae-maeaka (mutual shame) internalized in nature siddiq (integrity), internalized in value poma-maasiaka (love one another) internalized in nature fatonah (Intelligence), internalized in values of popia-piara (mutual protection) internalized in nature of amanah (trustworthy) and the value of poangka-ngkataka (mutual support) internalized in nature tabligh (communicative). These are the identities inherent in the Prophet Muhammad. when running a business. Therefore, sharia business ethics in real terms have been applied by the people of Central Buton through the local wisdom of Buton's natives, known as the pobinci binciki kuli. These values have brought Central Buton’s entrepreneurs to achieve prosperity oriented to the world and hereafter.
LITERASI BUDAYA DALAM MENYIKAPI EKSISTENSI BUDAYA TRADISI MASSEWE SAEYYANG PATTU’DUQ DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT Arwadiah Arwadiah; Megawati Megawati; Andi Nila Nur fadhilah; Hasaruddin Hasaruddin
JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN (JIPER) Vol. 6, No.2 (2024): September dan CFP Konferensi Internasional
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jiper.v6i2.23563

Abstract

Messawe di Saeyyang pattu’duq adalah merupakan tradisi luhur masyarakat mandar, tradisi ini memiliki unsur yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakt mandar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (Library research) yaitu metode dengan pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa budaya saeyyang pattu’duq dan khatam al-Qur’an memiliki keterkaitan satu Budaya saeyyang pattu’duq diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada seorang anak yang telah khatam al-quran. Bentuk pengapresiasian yang dilakukan dalam hal ini adalah ketika anak tersebut menuggangi kuda terlatih samnil diiringi oleh irama rebana yang meriah serta kalindaqdaq atau lebih dikenal sebagai puisi masyarakat Mandar yang berupa pujian-pujian kemudian anak tersebut diarak mengelilingi kampung. Tradisi kuda menari atau akrab disebut dengan tradisi Saeyyang pattu’duq adalah sebuah budaya yang menarik yang dimiliki oleh dari suku Mandar Sulawesi Barat, Tradisi Saeyyang Pattu’duq dilaksanakan dengan iringan pukulan rebana yang meriah dan lantunan syair bernuansa Islam-Mandar. Tradisi ini kerap kali dijumpai pada pesta penikahan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW (Pammunuang) serta pada prosesi khatam Al-Qur’an.