Fatimah Fatimah
Institut Agama Islam Negeri Bone

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Budaya Masyarakat Indonesia (Studi Pada Pendidikan Masa Pendudukan Jepang) Rahmat Adnan Lira; Ridhwan Ridhwan; Fatimah Fatimah
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perubahan budaya masyarakat Indonesia yang difokuskan pada pendidikan di Indonesia masa pendudukan Jepang. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan literatur sejarah tentang pendudukan Jepang di Indonesia sebagai sumber utama. Pendekatan historis dan pedagogis adalah jenis pendekatan yang digunakan, sedangkan teknik analisis data meliputi heuristik, kritik sejarah, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan budaya pendidikan dengan penjajah terdahulu dengan Jepang di mana penjajah terdahulu menerapkan pendidikan dikotomis, diskriminatif dan sentralistik, sementara Jepang menghapus kurikulum dualisme pengajaran, memberikan kesempatan kepada seluruh anak untuk bersekolah, tenaga pengajar dan stakeholder sekolah yang diambil dari pribumi dan lain-lain. Selain itu, Jepang memberikan kelonggaran terhadap pendidikan agama Islam, sebagai upaya untuk menarik simpati masyarakat. Dalam pendidikan bahasa Jepang dan Indonesia digunakan sebagai pengganti bahasa Belanda dan Eropa untuk menghilangkan pengaruh-pengaruh budaya Barat. Aktivitas belajar yang ada pada saat pendudukan Jepang diwarnai dengan aktifitas militer seperti upacara, latihan ketika pagi, menanam umbi-umbian serta pemberian doktin hakko I chiu kepada siswa agar setia kepada Jepang.
Rekonstruksi Sistem Pendidikan Islam Pada Masa Kerajaan Aceh Di Pulau Sumatra Abad Ke XVI-XVII Fatimah Fatimah; Zahra Fil Jannah; Andis Andis; Idrus L
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/a64nb270

Abstract

This study reconstructs the Islamic educational system in the Aceh Sultanate during the sixteenth and seventeenth centuries by employing a non-empirical library research design grounded in critical historiography. The analysis integrates historical, educational, and sociological approaches to examine institutional structures, epistemological foundations, and socio-political relations shaping educational practices. The findings reveal a multilayered system characterized by structured institutional networks, coherent knowledge transmission, and a strong integration between religious authority and political power. Educational practices functioned not only as mechanisms of knowledge dissemination but also as instruments for social reproduction and political legitimation. The curriculum reflected a synthesis of transmitted and rational sciences, supported by dialogical and evaluative pedagogical methods rooted in classical Islamic traditions. Furthermore, the system was embedded within broader socio-economic and intellectual networks, enabling Aceh to emerge as a significant center of Islamic scholarship in Southeast Asia. These findings contribute to contemporary discourse on Islamic education by offering a historically grounded model of integrated, adaptive, and contextually responsive educational systems.