Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bentuk Disfemisme Pada Komentar Akun Instagram Mata Najwa Melalui Kajian Teori Wijana & Rohmadi Aditya Firmansyah; Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v2i1.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk disfemisme pada komentar akun Instagram Mata Najwa melalui kajian teori Wijana & Rohmadi. Disfemisme selain dijumpai di dunia nyata, sering juga banyak dijumpai di dunia. Komentar yang kurang pantas di media sosial sering ditemukan tuturan yang dirasa menyinggung, dan menyakiti yang sifatnya memperkasar perasaan.  Disfemisme banyak ditemukan pada berita politik, karena dalam politik biasanya banyak didapatkan penggunaan kata yang bentuk kebahasaannya mengandung disfemisme atau pengasaran. Berita politik erat kaitannya dengan Instagram Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini menggunakan data berupa penggalan wacana pada komentar akun Instagram @matanajwa yang memiliki unsur teori Wijana dan Rohmadi dan teori Laili. Penelitian ini menggunakan sumber data berupa komentar akun Instagram @matanajwa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (SBLC) simak bebas libat cakap. Berdasarkan analisis data, peneliti menemukan bahwa disfemisme pada komentar akun Instagram Mata Najwa memiliki 3 bentuk, yaitu pengasaran atau makian berupa kata, pengasaran atau makian berupa frasa, dan pengasaran atau makian berupa klausa.
Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Menggunakan Aplikasi Wattpad Dwi Maula Fitri Ningrum; Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v2i1.231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa dalam menulis cerita pendek menggunakan aplikasi Wattpad di SMA 1 Mejobo. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat terutama di bidang pendidikan memiliki peranan penting dalam menarik minat belajar siswa khususnya pembelajaran menulis cerita pendek. Peneliti menggunakan media Wattpad pada saat pembelajaran menulis cerita pendek untuk merangsang kreatifitas, minat menulis siswa dan untuk melihat kemampuan menulis teks cerita pendek. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI MIPA1 SMA N 1 Mejobo dan objeknya adalah cerita pendek yang ditulis siswa dengan menggunakan aplikasi Wattpad. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sampel penelitian yang diambil yaitu siswa kelas XI MIPA 1 di SMA N 1 Mejobo.
Penerapan Model Pembelajaran VAK Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Marchella Tasya Amellina; Much Arsyad Fardani; Ristiyani -
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i3.1284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SDN GUWO 01 dengan menerapkan model pembelajaran VAK berbantuan media audio visual. Subjek penelitian 14 siswa tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah tes. Hasil keterampilan berpikir kreatif dapat dilihat pada ketuntasan klasikal pada pra siklus diperoleh rata-rata 53,47 dengan presentase 22%, siklus I memperoleh rata-rata 73,64 presentase 64% dan siklus II diperoleh rata-rata 84,64 dengan presentase hasil 93%.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VAK berbantuan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas IV SDN GUWO 01. Kata kunci : Berpikir kreatif, Model pembelajaran VAK, Aktivitas siswa
PENERAPAN MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK SISWA KELAS VI Mila Roysa; Ristiyani Ristiyani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa dengan menggunakan media video animasi di SD V Mejobo Kudus. Subjek pada penelitian adalah siswa kelas VI tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 10 siswa. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus dan 4 kali pertemuaan. Data untuk penelitian ini diperoleh dari lokasi dan peristiwa, partisipan, dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes dan angket. Teknik validasi data menggunakan expert jugmend yaitu menurut validasi pakar atau ahli dalam bidang Bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dan statistic atau kuantitatif. Hasilnya, ditemukan bahwa capaian pembelajaran menggunakan video animasi memperoleh ketuntasan sebesar 70% dan 30 tidak tuntas pada siklus I. Pada siklus II menjelaskan bahwa sebanyak 90% siswa tuntas dan 10% tidak tuntas dibawah KKM. Dari data menejelaskan bahwa peningkatan dari siklus I dan Siklus II sebesar 20%. Penggunaan media video animasi sangat efektif dalam meningkatkan pembelajaran menyimak siswa.
Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Film Orang Kaya Baru Muhammad Rizza; Ristiyani Ristiyani; Muhammad Noor Ahsin
Buletin Ilmiah Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/bip.v1i1.216

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur ilokusi pada film Orang Kaya Baru. Dialog dalam film yang erat kaitannya dengan lingkungan keluarga ini banyak mengandung tindak tutur ilokusi. Pemahaman mengenai tindak tutur ilokusi dalam film ini dapat dijadikan referensi dalam berbahasa, agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam interaksi antar individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Adapun data dalam penelitian ini adalah penggalan tuturan pada film Orang Kaya Baru. Sumber datanya yakni tuturan yang terdapat pada film Orang Kaya Baru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Berdasarkan analisis data, peneliti menemukan bahwa film Orang Kaya Baru memiliki 5 jenis tindak tutur ilokusi, yakni ilokusi asertif, ilokusi direktif, ilokusi komisif, ilokusi ekspresif, dan ilokusi deklaratif.
BULLYING VERBAL SEBAGAI BENTUK DISFEMISME TUTURAN DI SEKOLAH Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bullying verbal sebagai bentuk disfemisme tuturan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods. Mixed methods menggabungkan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar di Kota Kudus Indonesia. Populasi dalam penelitian  ini adalah guru dan siswa kelas 5 di sekolah tersebut. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan total sampling untuk siswa SD. Ada 17 murid kelas 5 di sekolah tersebut dan semuanya menjadi responden dalam penelitian ini. Sementara itu, untuk guru, teknik pengambilan sample dilakukan melalui purposif sampling. Hanya guru Matematika kelas 5 yang menjadi informan dalam penelitian ini.  Dipilihnya guru Matematika sebagai informan didasarkan pada pertimbangan bahwa Mata Pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang dirasakan susah dan menakutkan bagi siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden menyatakan bahwa  ketika mereka diberi tugas Matematika oleh guru,  guru akan memberikan peringatkan bahwa siswa harus bisa mengerjakannya (94,11%) dan meminta siswa cepat mengerjakannya (82,35%). Guru memberikan ancaman kepada siswa bahwa apabila mereka tidak dapat mengerjakan tugas, maka mereka tidak bisa naik kelas (76,47%); diberi hukuman  menulis kalimat “saya salah 30 kali”, berdiri di depan kelas dan  menyapu kelas (94,11%); guru mengucapkan kata “bodoh/ kamu tidak mengerti/ kenapa anak ini tidak bisa-bisa (88,24%). Hanya sedikit siswa (17,65%) yang menyatakan diminta keluar kelas oleh guru ketika mereka tidak dapat mengerjakan tugas atau mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka.  Namun demikian,  hampir seluruh siswa (94,115) sepakat, ketika mereka mengerjakan tugas maka guru tidak menyuruh mereka  lari keliling lapangan/ menulis kalimat berulang-ulang/ push up/ membersihkan ruangan.
STUDI META ANALISIS JENIS KELAMIN DAN BENTUK PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN PADA SISWA DI SEKOLAH Ristiyani Ristiyani; Nur Alfin Hidayati; Agus Darmuki
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7908

Abstract

Artikel ini membahas jenis kelamin dan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan pada siswa yang terjadi di sekolah menggunakan teknik meta analisis. Studi meta analisis ini sebatas membuat tabulasi data dengan menghitung jumlah persentase. Sampel data dalam studi ini mencakup 8 artikel dengan variabel dependen yang sama yang terbit mulai tahun 2001 sampai dengan 2011. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan jika jenis kelamin laki-laki bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 4%. Bentuk pelanggaran prinsip kesantunan paling banyak adalah membandingkan manusia dengan hewan yang dianggap negatif sebanyak 13,2%. Adapun jenis kelamin perempuan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 1,8% sedangkan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan adalah julukan atau sapaan yang diambil dari karakter fisik sebanyak 15,8%.
STRUKTUR BATIN PUISI JUMARI HS DALAM ANTOLOGI PUISI TENTANG JEJAK YANG HILANG Muhammad Noor Ahsin; Khamdun Khamdun; Ristiyani Ristiyani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 5, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.5.2.61-74

Abstract