Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF COLLABORATIVE LEARNING ON THE MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT AMONG 8TH GRADE STUDENTS OF SMPN 1 AJANGALE , INDONESIA Dian Nugraha; Kasmawati Kasmawati; Raihana Uzda
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 7, No 2 (2020): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18551/erudio.7-2.2

Abstract

This research involved two classes to which achievement tests were administered. The initial achievement test aimed to assess students’ initial knowledge of mathematics, while the final test was carried out to evaluate students’ learning outcomes after treatment. The results of this study showed that experimental class obtained higher average final test score (84.70) than control class (80.44).The independent sample t test also showed a value lesser than alpha (0.012 <0.05). As a class, the improvement was also shown by proportion test results, in which zcount> ztable (2.50> 1.64). Regarding those results, the use of collaborative learning brought significant improvement in mathematics learning outcomes of 8th grade students of SMPN 1 Ajangale.
ANALISI SEMIOTIK TARIAN BULAN TERANG DESA RAJAWALI BANDA NAIRA Kasmawati Kasmawati; Najirah Amsi Najirah Amsi; Eka Ardiyanti Kaimen Eka Ardiyanti Kaimen
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2019): JURNAL LITERASI OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.96 KB) | DOI: 10.25157/literasi.v3i2.2587

Abstract

Peneltian ini butujuan untuk menkaji analisis semiotik Tarian Bulan Terang Desa Rajawali Banda Maira. Dalam Meneliti Tarian Bulan Terang. Jenis penelitian ini deskriftif kualitatif dengan pendekatan etnografi yang  merupakan urain dan penafsiran dari suatu budaya atau sistem dari kelompok sosial. Lokasi Penelitian ini dilakukan di Banda Naira tepatnya di Desa Rajawali, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Data penelitian ini adalah berupa instrumen wawancara tentang tarian bulan terang dan dokumentasi tarian bulan terang. Dalam hal ini gerakan dan tutuan yang akan saya teliti berjumlah 5 lagu yang menjdi bahan data pendukung penelitian ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah (1) observasi primer, yakni pengamatan secara langsung terhadaptarian tersebut melalui data hasil rekaman, (2) wawancara eksploratif terkait dengan tarian bulan terang di banda naira. Hasil Penelitian Tarian Bulan Terang dari segi makna semiotik Pertama adalah aiwando, gerakan dan arti nyanyiannya, ditemukan tanda berupa kata aiwando yang mana dalam tarian aiwando itu sendiri memilliki makna berkumpul sebagai panggilan untuk seluruh masyarakat agar segera berkumpul. Kedua Berdasarkan gerakan dan nyanyian yang saya teliti dari tarian Patra Julale maka terdapat tanda semiotik yaitu kegembiraan yang memilliki makna suasana hati masyarakat yang gembira pada saat datangnya bulan purnama yang sudah lama di nanti-nantikan. Ketiga Tanda yang terdapat dalam tarian Aije Muje Mure adalah pencarian yang dilambangkan dengan gerakan mekingkar dan nyanyian di mana nona maniska tuan putri kananjo. Keempat tanda yang terdapat dari nyanyian Adidjela adalah kekuatan masyarakat rajawali untuk menjaga persatuan dan kesatuan tang dilambangkan dengan pegangan tangan yang begitu erat antara setiap penari. Kelima, Dari gerakan dan tarian yang saya teliti, maka tanda yang terdapat dalam tarian Payong-Payong adalah tanda persatuan yang di lambangkan dengan payung yang terbuka dan tertutup yang melambangkan persatuan antara masyarakat rajawali yang tak terpisahkan hingga saat ini.
DISCOURSE, IDENTITY, AND RITUAL ROLES: PARTICIPANT DYNAMICS IN THE ANRONG BUNTING KARAENG WEDDING TRADITION OF JENEPONTO Kasmawati, Kasmawati; Tajuddin, Maknun; A.B Takko, Bandung; Munira, Hasjim
Jurnal Gramatika Vol 11, No 2 (2025): Autumn Issue (October–March)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2025.v11i2.10288

Abstract

This study investigates the role of participants in the Anrong Bunting Karaeng ritual speechwithin the Jeneponto community’s wedding processions in South Sulawesi, Indonesia. Using an ethnographic approach framed by Duranti’s anthropological linguistics, the research analyzes ritual texts and performances from five ceremonial stages: Akbakra (yellow powder), Appasili (bridal bath), Akkrontigi (girlfriend night), Appantama Baju (wearing the wedding dress), and Appabajikang (uniting). Findings indicate two leading participant roles: internal participants encoded in the ritual texts through pronouns (e.g., proclitics ku- ‘I’, enclitics -na ‘he/she’, -nu ‘you’), and external participants comprising families, relatives, and guests. Beyond the grammatical functions, these pronouns construct social roles, hierarchies, and symbolic authority, with Anrong Bunting Karaeng serving as both animator and mediator between human and spiritual realms. The study highlights that ritual speech encodes power relations and collective identity, positioning participants as actors and carriers of cultural values. However, the analysis remains primarily descriptive; further research should integrate multimodal data (gesture, intonation, performance) and explore generational changes in ritual interpretation. This research contributes to anthropolinguistics by showing how ritual discourse preserves cultural identity while adapting to modernity. It also emphasizes the importance of documenting and analyzing local rituals to sustain intangible cultural heritage in Indonesia and beyond.
Pelatihan Storytelling Partisipan Tradisi Lisan “Buka Kampung” untuk Penguatan Literasi dan Identitas Budaya Remaja di Banda Naira Kasmawati, Kasmawati; Adam, Sarita; Burhima, Nurullailah; Rusdi, Faradifa; Tehuayo, Isti; Sujan, Lestari; Waliwulu, Melati; Samaun, Nurhayati; Dahlan, Abi
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21986

Abstract

Pelatihan storytelling partisipan yang melibatkan masyarakat khususnya remaja dalam cerita tentang Kebudayaan yang ada di Banda Naira. Tradisi lisan Buka Kampung sebagai bukti nyata peninggalan para leluhur sebagai bentuk penghormatan bagi tamu undangan dan selalu berhati-hati terhadap kejadian pada zaman penjajahan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk terus melestarikan budaya yang ada di Banda Naira khususnya para remaja agar menjaga ketenteraman budaya pada saat perayaan-perayaan, baik perayaan kecil lebih-lebih perayaan besar. Kegiatan pengabdian ini melibatkan para remaja di Banda Naira untuk bercerita tentang asal mula muasal usul muasal dari Buka Kampung dari setiap desa, di antaranya Desa Kampung Baru, Desa Nusantara, Desa Waer, dan Desa Selamon. Melalui pendekatan storytelling yang dilakukan masing-masing remaja sebagai perwakilan maka dapat diketahui cerita rakyat berupa Buka Kampung yang berbeda-beda, namun memiliki persamaan. Hasil pengabdian kepada masyarakat Banda Naira khususnya para remaja menunjukkan adanya makna di setiap cerita rakyat pada saat Buka Kampung. Makna Buka Kampung Desa Kampung Baru mempererat hubungan sosial antarwarga negeri. Makna Buka Kampung Desa Nusantara sebagai ungkapan permohonan keselamatan. Makna Buka Kampung Desa Waer sebagai perjuangan dan untuk menghormati nenek moyang. Makna Buka Kampung Desa Selamon adalah kegigihan masyarakat adat Selamon dalam berkorban melawan penjajahan.