Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Landasan Berpikir Dalam Perencanaan Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai Sri Sudaryanti; Soemarno Soemarno; Marsoedi Marsoedi; Bagyo Yanuwiadi
The Indonesian Green Technology Journal Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis termasuk DAS Brantas adalah salah satu masalah utama yang harus diselesaikan dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini diperlukan solusi dengan pendekatan perencanaan pengelolaan DAS secara terpadu. Dalam penyusunan perencaan tersebut, landasan berfikir pemangku kepentingan merupakan fundamen penting yang harus perhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan berfikir pemangku kepentingan untuk penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui metode Profesional Judgement dengan menggunakan analisis Ziel Orientierte Projekt Planung (ZOPP). Hasil penelitian ini menunjukkan kalau landasan berfikir penyusunan perencanaan pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu terdiri atas 4 tahap, yaitu: analisis pemangku kepentingan, analisis masalah, analisis tujuan dan analisis penyelesaian masalah. Faktor pendorong utama untuk penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu antara lain adalah adanya komitmen dari pemangku kepentingan, sementara faktor utama penghambatnya adalah belum adanya koordinasi dari pemangku-pemangku kepentingan tersebut. Penelitian ini menunjukkan kalau tersusun dan terdokumentasinya landasan berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan sub DAS Brantas hulu wilayah Kota Batu menjadi hal yang sangat penting untuk kepentingan berbagai pihak seperti legislatif, eksekutif, yudikatif, swasta, tokoh masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya perubahan pola berfikir dalam penyusunan rencana pengelolaan dari sektoral menjadi terpadu dan dari reaktif ke antisipatif.
The Utilization of Skipjack Tuna (Katsuwonus pelamis) Availability in Prigi Sustainable Fisheries Management, East Java Jonathan Graydam Genti; Marsoedi Marsoedi; Aminudin Afandhi
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.268 KB)

Abstract

Skipjack tuna is one of the fishery commodities which has high economy value due to the high demand and high prices in the export commodities. The purpose of this research is to identify and analyze the potential resources of tuna and also determine its alternative management in Prigi Fishing Port (Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi). This research was carried out at Prigi Fishing Port, Trenggalek, East Java from February to April 2016. The method used in this research was descriptive method. The data analysis methods were the standardization of the fishing gear, the analysis of catch per unit effort (CPUE), total allowable catch (TAC), and the skipjack tuna fishery management concept at Prigi Fishing Port. The fishing gears which were used to catch skipjack tuna are payang seine, trolling line and purse seine. However, the standard fishing gear used to catch the skipjack tuna was trolling line. CPUE analysis results were obtained from the CPUEstd average value in 2005-2014 as many as 4.79 kg/unit. The allowed amount of the skipjack tuna fish farming was 3,028 tons/year and the result in 2014 was 460.82 tons, means that the skipjack tuna utilization was still under fishing. Meanwhile, the fishing attempt of 224 units was exceeding because it has passed the optimum limit of fishing by 102 units. The results of the study recommended several policies of the skipjack tuna management which are: (1) the amount limitations of the fish farming; (2) the management of the fishing attempts; and (3) the regulation of the fish farming closing season.Keywords: fisheries management, skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), Prigi Fishing Port, TAC
TINGKAT KELULUSAN HIDUP BENIH KERAPU MACAN (Ephinephelus fuscoguttatus) PADA FASE PENDEDERAN YANG DIBERI VAKSIN POLYVALEN Syamsul Akbar; Marsoedi Marsoedi; Soemarno Soemarno; Endhay Kusnendar

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.38 KB) | DOI: 10.35891/tp.v3i1.489

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian vaksin polyvalen terhadap tingkat kelulusan hidup ikan kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) pada fase pendederan di keramba jaring apung (KJA). Keramba jaring apung yang digunakan sebanyak 18 petak dan setiap petak dipasang jaring berbentuk kurungan berukuran 1x1x1 meter. Ukuran mata jaring mesh size 0,5 inch dan atau disesuaikan dengan ikan uji yaitu panjang 9,2 ± 0,002 cm dan berat 5,7 ± 0,004 gram. Padat penebaran 75 ekor/m3 ; 100 ekor/m3 dan 125 ekor/m3 , dan pemberian pakan pellet dan pakan ikan rucah. Selama penelitian, ikan uji divaksinasi dengan vaksin polyvalen dosis 106 sel/ ikan dan 107 sel/ikan. Sampel darah ikan uji diambil secara acak untuk menganalisis hematologi dan titer antibodi. Selanjutnya memberi vaksin polyvalen dengan ukuran 106 sel/ikan dan 107 sel/ikan untuk masing-masing benih kerapu macan dengan cara penyuntikan (injeksi intraperitoneal). Satu minggu setelah vaksinasi, mengambil sampel darah benih kerapu macan untuk analisis hematologi dan titer antibodinya, kemudian setelah 10 hari lagi, melakukan boster benih kerapu macan, dan setelah 10 hari pembotsteran, mengambil kembali sampel darah untuk analisis hematologi dan titir antibodinya. Pengambilan sample darah ikan uji dilakukan akhir penelitian untuk analisa hematologi dan titer antibodinya Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin polyvalen vibrio dengan ukuran 107 sel/ikan pada benih kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) pada stadia pendederan menghasilkan tingkat kelulusan 82%.  
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KERAPU MACAN (Ephinephelus fuscoguttatus) PADA FASE PENDEDERAN DI KERAMBA JARING APUNG (KJA) Syamsul Akbar; Marsoedi Marsoedi; Soemarno Soemarno; Endhay Kusnendar

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.349 KB) | DOI: 10.35891/tp.v4i1.492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis pakan yang tepat untuk pertumbuhan ikan kerapu macan pada fase pendederan di keramba jaring apung (KJA). Keramba jaring apung dengan kerangka balok kayu dan pelampung styrofoam. Keramba jaring apung yang digunakan sebanyak 18 petak dan setiap petak dipasang jaring berbentuk kurungan berukuran 1x1x1 meter. Ukuran mata jaring mesh size 0,5 inch dan atau disesuaikan dengan ikan uji yaitu panjang 9,2 ± 0,002 cm dan berat 5,7 ± 0,004 gram. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) untuk menguji pengaruh dua jenis pakan, pakan pellet dan rucah (ikan tajan), dan dipelihara dalam keramba jaring apung dengan kepadatan 75; 100 dan 125 ekor ekor/m3 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) yang diberi pakan pellet, menghasilkan pengaruh jumlah konsumsi pakan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang diberi pakan ikan rucah, dengan nilai regresi 0,99.  
PERTUMBUHAN BENIH KERAPU MACAN PADA FASE PENDEDERAN DENGAN KEPADATAN BERBEDA DI KERAMBA JARING APUNG (KJA) Syamsul Akbar; Marsoedi Marsoedi; Soemarno Soemarno; Endhay Kusnendar

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.44 KB) | DOI: 10.35891/tp.v5i1.497

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan benih kerapu macan pada fase pendederan dengan kepadatan yang berbeda di keramba jaring apung (KJA). Tiga padat penebaran yang digunakan selama penelitian adalah 75, 100 dan 125 ekor/m3 , masing-masing dengan tiga ulangan. Keramba jaring apung yang digunakan sebanyak 18 petak dan setiap petak dipasang jaring berbentuk kurungan berukuran 1x1x1 meter. Ukuran mata jaring mesh size 0,5 inch dan atau disesuaikan dengan ikan uji yaitu panjang 9,2 ± 0,002 cm dan berat 5,7 ± 0,004 gram. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dan selama penelitian ikan diberi pakan pellet kandungan protein minimum 50% dan pakan ikan rucah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan benih kerapu macan (Ephinephelus fuscoguttatus) pada fase pendederan di keramba jaring apung (KJA) adalah 75 ekor/m3 .