Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERAN PENTING TENAGA ADMINISTRASI DALAM PENGUATAN BUDAYA FAKULTAS UNTUK IMPLEMENTASI PEMBINAAN KARAKTER Nurussalami Nurussalami
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter di Fakultas tidak dapat dilaksanakan oleh sebagian pihak saja.Begitu pun implementasinya tidak hanya menlalui pengajaran.Seluruh warga Fakultas memiliki tanggung jawab bersama dalam penguatan budaya Fakultas untuk implementasi karakter.Selain oleh tenaga pengajar, pendidikan karakter juga dilaksanakan oleh tenaga administrasi sekolah.Tulisan ini bermaksud untuk mengungkapkan gagasan ataupun pemikiran penulis mengenai peran penting tenaga administrasi fakultasdalam menguatkan budaya fakultas untuk implementasi pembinaan karakter.Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif.Tenaga administrasi fakultas terdiri atas kepala tenaga administrasi fakultas, pelaksanaan urusan, dan petugas layanan khusus. Mereka merupakan pihak yang mendukung terlaksananya proses pembinaan Karakter  di fakultas. Fakultas sebagai pusat pembudayaan berperan mengimplementasikan pembinaan  karakter melalui pendekatan pengembangan budaya fakultas. Tenaga administrasi fakultas sebagai earga fakultas berkewajiban membentuk budaya fakultas yang kondusif bagi implementasi pembinaan karakter.mereka memberikan layanan prima terhadap para pihak yang terlibat dalam proses pembinaan karakter  di fakultas, seperti , Dekan, KTU, Keuangan, Kepengawaian, Akademik dan Bagian Umum dan para Tenaga Mengajar Fakultas. Pelayanan prima yang dilakukan dengan iklas, ramah, cermat, santun, serta tertib.Studi Kiranya dapat menjadikan contoh teladan bagi mahasiswa yang berada difakultas dan para pihak yang membutuhkan pelayanan administrasi. Karakter yang harus dimiliki tenaga administrasi  secara tersirat tercantum pula dalam kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi teknis, ketika kompetensi tersebut dilaksanakan dengan baik, begitu pula budaya fakultas yang kuat terbentuk dan idealnya bagi imple,mentasi pendidikan karakter.
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kinerja Guru Nurussalami Nurussalami
Bunayya Vol 4, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.813 KB)

Abstract

Teacher performance can be influenced by some by several factors such as principal leadership style and teacher work motivation. Efforts to improve the performance of teachers, principals as leaders have duties and responsibilities and also play a role in motivating teachers and showing exemplary leadership. The purpose of this study is to know the description and performance of the principal: (1) the style of leadership of the principal to the performance of teachers of SD Negeri Siem Darussalam Aceh Besar subdistrict (2) work motivation on the performance of the teachers of SD Negeri Siem Kecamatan Darussalam; (3) principal leadership style and work motivation on teacher performance of SD Negeri Siem Darussalam Sub-district, Aceh Besar. The results of the study found that (1) the principal's leadership style on teacher performance showed a strong level so as to improve teacher performance. (2) teacher performance motivation in teacher self and given by principal shows enough level for teacher performance. (3) principal leadership style and work motivation together are positively and significantly correlated with teacher performance. The research method used is descriptive method with qualitative approach. The results of the study found that (1) the principal leadership style is very good on teacher performance (2) motivation on teacher performance (3) principal leadership style and work motivation together. The research method used is descriptive method with qualitative approach. The results of the study found that (1) the leadership style of the principal is very good on teacher performance, the leadership applied by the principal has shown a strong level so as to improve the teacher's performance (2) the motivation to the teacher's performance is in the teacher as well as given by the principal shows sufficient levels for teacher performance (3) leadership style of headmaster in motivating teacher work.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI SMANEGERI 1 UNGGUL DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR Sri Rahmiq; Nurussalami Nurussalami; Devi Yani
Hijri Vol 8, No 2 (2019): HIJRI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/hijri.v8i2.6975

Abstract

Data collectiontechniques using interviews, observation, and documentation. The results of thisstudy indicate that the leadership style of the headmaster of SMA Negeri 1 DarulImarah has two leadership styles namely, charismatic leadership style anddemocratic leadership style. While the teacher pedagogical competencydevelopment model by the head of Neegri 1 Darul Imarah High School uses themodel of class supervision, workshops, procurement of school meetings, andseminars or training. The obstacles of the head of SMA Negeri 1 Darul Imarah indeveloping teacher pedagogical competence are, the lack of teacher preparation inmaking learning tools, and there are some teachers who lack discipline inattending meetings.
MANAJEMEN PEMBINAAN KARAKTER ANAK MELALUI PROGRAM EKSTRAKURIKULER DI MIN TUNGKOP ACEH BESAR Nurussalami Nurussalami
Intelektualita Vol 11, No 02 (2022): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan karakter anak melalui Program ekstrakurikuler di MIN Tungkop Aceh Besar dengan tujuan yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar, untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan karakter peserta didik melalui Program ektrakurikuler di MIN Tungkop Aceh Besar, untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, maka hasilnya dapat dirangkum, sebagai berikut: Bentu-bentuk pembinaan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di MIN Tungko Aceh Besar antara lain: kegiatan keagamaan, upacara bendera, kegiatan SKJ, kegiatan kepramukaan. Rancangan dan pelaksannaan Pembinaan karakter di MIN Tungkop Aceh Besar dirancang dengan menyesuaikan semua kegiatan sekolah baik intrakurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler terhadap visi sekolah yaitu menjadikan anak didiknya bertakwa kepada Allah SWT. Pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungkop Aceh Besar dilaksanakan melalui beberapa kegiatan rutin, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian, kegiatan ko-kurikuler, kegiatan keseharian di rumah, pemberian waktu tambahan untuk kegiatan ekstrakurikuler dan juga bekerja sama dengan pihak keluarga dan sekolah. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembinaan karakter peserta didik di MIN Tungko Aceh Besar diantara lain faktor pendukung: antusias dan semangat peserta didik, kerja sama, kekompakan semua pihak, dukungan orang tua, keteladan guru, komunikasi yang baik antara siswa dan guru, alokasi waktu yang cukup. Sedangkan faktor penghambat: kurangnya tenaga pendidik untuk kegiatan ekstrakurikuler, perbedaan latar belakang keluarga, adanya beberapa peserta didik yang dibimbing, dan hal itu mempengaruhi temannya, pergaulan anak, jarak rumah peserta didik dan guru jauh dan Keterbatasan sarana dan prasarana dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler
STRATEGI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBINAAN KINERJA GURU DI SMAN 12 BANDA ACEH Nurussalami Nurussalami; Nonadya Muharrafah
Intelektualita Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi supervisi klinis yang dilakukan oleh kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan kinerja guru dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Melalui supervisi ini, guru dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya, sehingga kualitas pembelajaran dan kinerjanya dapat meningkat. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui perencanaan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh, (2) Untuk mengetahui pelaksanaan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh, (3) Untuk mengetahui peluang dan tantangan supervisi klinis kepala sekolah dalam pembinaan kinerja guru di SMAN 12 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan  deskriptif.  Teknik  pengumpulan  data dilakukan  melalui  observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah dan 2 orang guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perencanaan supervisi klinis, kepala sekolah melakukan langkah-langkah seperti menentukan tujuan supervisi klinis, mengumpulkan informasi, menentukan fokus supervisi klinis untuk setiap guru, menyusun rencana tindakan yang spesifik, menetapkan jadwal supervisi klinis, dan mengadakan pertemuan supervisi klinis. Pelaksanaan supervisi klinis terdiri dari tiga tahap yaitu pertemuan awal, observasi, dan pertemuan balikan. Tantangan yang dihadapi kepala sekolah dalam supervisi klinis adalah masalah komunikasi, kurangnya kerjasama, masalah teknis, dan tantangan waktu. Namun, supervisi klinis juga memberikan peluang untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kualitas pembelajaran, mengidentifikasi masalah, meningkatkan hubungan  antara guru dan kepala sekolah, serta pengembangan profesional guru.
Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Budaya Islami di SMPN 1 Tangse Pidie Cut Ela Safira; Sri Rahmi; Nurussalami
Al-fahim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2023): AL-FAHIM : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : STAI Terpadu Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54396/alfahim.v5i2.729

Abstract

Character building is an effort to develop character, especially in students with education, so that good character values are formed, especially with Islamic culture in schools to overcome moral crises. This study aims to determine the principal's strategy in building student character through Islamic culture at SMPN 1 Tangse Pidie, to find out the process of forming student character through Islamic culture at SMPN 1 Tangse Pidie and to find out the obstacles to student character building through Islamic culture at SMPN 1 1 Tangse Pidie. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects in this study were school principals, student assistants, religious teachers and students at SMPN 1 Tangse Pidie. Based on the results of the study, it was found that: 1) The principal's strategy in building the character of students through Islamic culture has been well implemented. Moral modeling strategies, advice strategies and habituation strategies are the most widely applied in SMPN 1 Tangse Pidie, 2) The process of forming the character of students through Islamic culture is carried out by involving students actively in learning, based on individual differences, namely in terms of giving directions and coaching to students, linking theory with practice while studying, developing communication and collaboration in learning, increasing students' courage, increasing learning and adapting lessons to concrete operational levels and 3) Barriers to the formation of students's character through Islamic culture including the family environment, environment and school environment.